Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Bangsat 1 SGD udah 13.700 rupiah. Pantesan temen gue yang kerja remote di perusahaan Singapore barusan beli mobil baru 🤣
Perusahaan SG yang hire orang Indo itu banyak yang ngehek karena mereka ga mau bayar ngikutin minimum wage Singapore
Tapi gapapa. Gaji kita 50% dari UMR Singapore aja udah 20-30jutaan/bulan
Corporate dapet tenaga kerja murah. Kita dapet gaji 10x UMR
Win-win solution
Kalau diambil analogi, mungkin mirip dengan pencuri yang dzalim mengambil yang bukan haknya karena ia berputus asa telah lapar berhari-hari karena kemiskinannya misalnya. Tentunya tidak bisa serta merta dikecam begitu saja, kan?
Kalau kamu muslim, coba deh dipelajari lagi. Yang dibenci dan dilaknat itu perbuatannya, bukan orangnya. Apalagi jika ia melakukan itu bukan karena menghalalkan bunuh diri, terpaksa karena depresi atau keputusasaan misalnya, rahmat Allah sangatlah luas...
@RioRichocho memang tidak layak di belas kasih. Allah saja menghukum pelakunya kekal jahanam. Yang Maha Pengasih saja menghukum sedemikian keras lah ngapain kita kasihani..
Padahal maksud beliau ini lebih ke penekanan regulasi dan pengawasan untuk underage lho, dan awareness terhadap bahaya sex pada underage. Masih aja digoreng dengan alasan beliau memberikan opini pribadi campur doktrin agama.
Kalo saya, karena saya tau penyebab kematian nomer 1 remaja selama bertahun-tahun adalah kecelakaan lalu lintas, regardless sudah pake helm atau tidak, jadi saya tentu tidak mengizinkan anak remaja saya untuk mengendarai mobil/motor. Tidak semua orang dewasa memang paham soal kesehatan remaja, PR kita masih banyak. 🥲
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Israel killed Farizal in South Lebanon.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
A father. A husband.
Israel killed him anyway.
And not a peep from Western media.
No global outrage. No condemnation. No accountability.
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
“Isi ulang freon” adalah scam terbesar yang dinormalisasi di Indonesia.
Mbak ini kena Rp 1.125.000 buat isi freon doang.
Freon itu ga habis. Sistem AC itu tertutup. Kalau freon habis berarti ada kebocoran.
Solusinya? Tambal kebocoran, bukan isi ulang freon terus-terusan.
Tapi banyak tukang AC yang ga bilang ini ke kalian. Kenapa? Lo balik lagi 6-12 bulan, bayar lagi buat isi ulang.
Business modelnya dari ketidaktahuan customer wkwk
Dalam satu tahun, rumah tangga di Indonesia mengalami kerugian Rp 1.7 Triliun gara2 oknum yang minta isi freon.
Gue bikin website simpel https://t.co/aLsWE3m79H yang isinya kurasi tukang service AC jujur yang ga minta isi freon.
List ini berdasarkan rekomendasi temen2 di social media dan komunitas
Bayangin kalau ini tiba-tiba kejadian sama keluarga kamu di rumah.
Apa lagi yang setalah konsumsi makanan.
Bibir membiru mendadak. Sesak napas berat banget. Tapi pas dicek SpO₂-nya malah normal-normal aja.
🚨 Kalau setelah makan muncul combo gini, :
~ Bibir atau ujung jari biru mendadak
~ Sesak yang nggak reda meski sudah dikasih oksigen
~ Badan lemes banget + kesadaran mulai drop.
Nah hati hati bisa jadi keracunan nitrit 😱
Kasus nyatanya:
22–25 September 2025 di Cipongkor, Bandung Barat.
1.315 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah makan MBG (melon + lotek).
Kadar nitritnya 3,91 mg/L di melon & 3,54 mg/L di lotek hampir 4 kali lipat batas aman EPA 😱.
(BGN & Labkesda Jabar, Oktober 2025).
Apa yang terjadi di dalam tubuh?
Nitrit ubah hemoglobin bagus (Fe²⁺) jadi methemoglobin (Fe³⁺). Darah jadi nggak bisa nganter oksigen ke seluruh tubuh. Namanya methemoglobinemia. 🩸
⚠️ Seberapa bahaya?
10–20% → bibir biru + lemas
20–50% → sesak berat, pusing, bingung.
50% → koma, kejang
70% → sering fatal.
(Koreksi jika saya salah 🙏).
Fakta yang sering kelewat: gejalanya lebih dominan mual, muntah, pusing bukan diare.
💉 Antidotum atau zat penawarnya adalah:
Methylene Blue (MB)
biasanya langsung keliatan hasilnya dalam 1–2 jam.
Tapi hati-hati:
❌Kalau punya defisiensi G6PD → berbahaya
❌Lagi minum SSRI/SNRI → risiko serotonin syndrome
⚠️Riwayat G6PD harus dicek dulu⚠️
⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️
Tapi inget ya, ini murni edukasi. Bukan pengganti diagnosis atau penanganan dokter.
Kalau ada gejala mirip, yang terbaik tetap langsung bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. 🏥
Lebih baik over-waspada daripada nyesel kemudian.
Referensi:
• Investigasi BGN & Labkesda Jabar (Okt 2025)
• J. Am. Coll. Emerg. Physicians Open (2022)
• Cureus (2025) & jurnal terkait #Farmasi #Toksikologi #MethyleneBlue #MBG #KesehatanIndonesia
MENSTRUAL MIGRAINES.
many ladies don't know much about this.
READ. SHARE. REPOST.
Yes, period migraines are real and common. Some girls get bad headaches around their period time. This is because the body’s hormones are changing. Just before a period, the hormone called oestrogen drops.
That drop can affect the brain and cause a strong headache. So the pain is linked to the menstrual cycle. These headaches can feel worse than normal headaches.
They may come with nausea, tiredness, or dislike of light and noise.
They usually happen before or during the period. They can be treated and managed. Pain medicine, rest, and regular sleep can help. Tracking when they happen helps a doctor give the right advice.