In this economy, gue belajar untuk mengerti, memaklumi dan ga betein temen yang sibuk. Sibuk kalau diajak hangout, sibuk kalau di hubungin, pokoknya sibuk. We’ll never know what a person is going through financially or emotionally, apa lagi kalau kita cuma berasumsi dan ga support dia dengan sesimple menyemangati.
Even if you have to cancel our plan last minute, kalau alasannya untuk kerja, please do. Surviving in this economy is more important than our coffee dates. We can always raincheck!
titik tertinggi menghargai diri sendiri adalah dengan tidak menempatkan diri kita sebagai pilihan dalam hidup siapapun. kalo bukan tujuan, berarti berhenti. kita ga perlu menang, kita hanya perlu selamat.
When you hurt me i don’t say “tega bgt ya sampai segininya ke aku”
i keep say “Laillahailla anta subhanaka inni kuntu minadzhalimin” Ya Allah Ya Jabbar sembuhkan luka dihatiku dan tenangkan jiwaku.
aku lebih baik meminta Ya Jabbar untuk diri sendiri dibanding minta Allah balas ke orang itu yang udah jahat ke aku karena kifarah cepet atau lambat pasti akan datang
“dia yang jemput, dia yang nyetir, dia yang bayarin, dia juga yang bilang makasih karena lu udah mau jalan sama dia”
kalo sama cowo yang kecintaan banget, tugas lu cuma bernafas aja girl’s