Mau menutup malam ini dengan ngasih kritik yang semoga membangun pemain timnas Indonesia.
Rizky Ridho:
Don’t take anything for granted. Ban kapten yang sakral itu, posisi utama di bek tengah itu sesuatu yang HARUS diperjuangkan. Banyak orang mau ada di titik itu. Perjuangkan! Pertahankan! Sudah cukup blunder di laga penentuan kualifikasi Piala Dunia dan Piala AFF tadi.
Eliano Reijnders:
Saya tahu dibandingin sama kakak itu sesuatu yang menyebalkan. Tapi lihat permainan hari ini tadi ya lo selamanya akan ada di bawah bayang-bayang beliau. Jangan heran juga kalau nggak dipanggil lagi di timnas Indonesia. Kecuali kalau lo mau keluar dari bayang-bayang itu. Come on, improve! Improve! Lo bermain di salah satu klub terbesar di Indonesia. Manfaatkan itu buat improve permainan! Setidaknya untuk mempertahankan nama lo di talent pool timnas.
Marc Klok:
Lo salah satu pemain senior. Kapten di klub pula. Come on, tenangin diri lo, Klok! Kalau pemain seniornya aja nggak tenang, grasak grusuk, keliatan menyerah, ya gimana satu tim mau naik mentalnya?
Ragnar Oratmangoen:
Main di Liga Indonesia bukan artinya liburan dan bisa setengah-setengah. Kerja keras lagi! Saya tahu kok kemampuan ente. Hanoi 2024 buktinya. Bahkan di FMD Juni kemarin ente masih main bagus! Jadi jangan menurun, plis. Timnas masih butuh ente ya akhi.
Mitch Baker:
Lupain dulu cita-cita jadi Erling Haaland. Fokus tumbuh lebih baik. You got the talent, dude!
Nadeo Argawinata:
Kesempatan pertama di timnas nggak berakhir baik. Tapi lo bangkit di klub. Tampil spektakuler, lalu kesempatan kedua itu datang. Lo nyingkirin Ernando lho. Nyingkirin Teja yang juara di klub. Tapi, puf. Kesempatan kedua itu sia-sia. Pergi gitu aja. Dan seringnya dalam hidup, nggak akan ada kesempatan ketiga. Apalagi keempat.
IMO pas ganti Gordon ke Konsa. Gordon ini mesin pressing & Inggris ga perlu main 5 bek pun dia sering turun ke backline. Ini bisa bikin tim tetap menyerang krn ga kehilangan pemain depan. Pas ganti Konsa, berarti ya memang udah ga mau pegang bola.
yang orang orang inggris lupa
semakin lu sakitin, kasarin, provokasi Messi, semakin gila itu juniornya buat menangin laga
inget kan wawancara media ke pemain-pemain argentina kayak alvarez, sebelum-sebelumnya yang ngomong kalo semua pemain di timnas sudah mempersembahkan nyawa, jiwa dan raganya agar Messi bisa juara Piala Dunia lagi ?
kirain ini bakal jadi era halland mbappe jude yamal
eh ada satu bapak2 yg dulu bersaing sama kaka, modric, robben malah ikut meramaikan persaingan anak2 muda
tapi tetep dosanya ke wni ga akan w lupakan
Gimana rasanya gigit jari nonton Argentina menang lagi? Sakit ya? Makanya, kalau dukung tim lawan itu pakai logika, jangan pakai modal dendam doang! Doa busuk kalian gak mempan sama sekali di lapangan. Makin kalian sumpahin kalah, makin diinjek-injek itu pertahanan lawan sama pemain Argentina.
Kasihan banget hidup kalian, habis waktu cuma buat jadi saksi kehebatan tim yang kalian benci. Mending sembunyi lagi di goa sana, cuci muka, terus nangis yang kenceng!
VIVA ARGENTINA!
“Portugal skuatnya sebelumnya ga pernah benar-benar bagus, makanya Ronaldo kesulitan bahkan buat sampai Semifinal Piala Dunia.”
“Tim Portugal yang sekarang lumayan, tapi tim lain juga lagi bagus-bagusnya.”
Meanwhile, tim yang sampai ke Final waktu itu.
Punya lini tengah semewah Vitinha, João Neves, sama Bruno Fernandes itu percuma, sama sekali nggak ada gunanya! Mau digembar-gemborkan sebagai generasi emas atau gelandang kreatif kelas dunia juga omong kosong! Nyatanya? Ngelawan Spanyol aja tetep aja gabisa menang dan mainnya kayak orang bingung. Lini tengah macet, kreativitas nol, dan kerjaannya cuma muter-muter bola nggak jelas di area sendiri!
Yang paling bikin muak dan sakit hati, mereka semua sama sekali gabisa bantu Cristiano Ronaldo buat juara Piala Dunia! Ini kesempatan terakhir sang legenda, tapi kontribusi mereka di lapangan bener-bener ampas.
Punya nama besar di klub masing-masing, tapi giliran main buat tim nasional mentalnya langsung melempem dan ciut. Bukannya ngasih umpan matang atau mutus serangan lawan, malah bikin fans makan ati tiap menit. Skuad elite, tapi mentalita semenjana!
Prof. Salim Said kepada Prabowo :
“TENTARA ITU SALAH JIKA DISURUH BERTANI”
Sekarang dengan bangganya Prabowo bilang :
“HANYA DI INDONESIA TENTARANYA BERTANI”
Ya Tuhan, se bebal inikah presiden kita? 🥲
World Cup kali ini kita ibarat dikasih spoiler rivalitas new gen (Haaland v. Mbappe) tapi mereka tetep mesti sungkem ke GOAT-nya (Messi).
Dan pembagian grup yg oke sampe Argentina, Norwegia, Prancis bisa main di hari yg sama. Sumgguh cinema 😍
Julian Alvarez udah ngomong sama orang2 di klubnya kalau dia ingin pergi.
Misal pun balik ke City bakal susah dapat tempat karena Haaland masih jadi andalan.
Semoga nemu klub yang pas ya Julian.
Hormat untuk Manuel Pellegrini
Ini saat yang tepat untuk topinya kita angkat untuk beliau!
Villarreal
- Dipegang 5 musim, selalu main di kompetisi eropa
- Bikin geger eropa karena masuk semifinal UCL
- Runner-up LaLiga musim 2007/08 dengan 77 poin (rekor klub)
Madrid
- Mecahin rekor poin klub, 96 pada musim 2009/10, sebelum dipecahin Mourinho (100 pada musim 2011/12)
Málaga
- Dipegang 3 musim, 2 kali main di eropa, UCL y UEL
- Bikin geger eropa lagi, karena nyariiiis lolos ke semifinal UCL
City
- Musim pertama lgsg juara (kebantu Gerrard kepleset sih). Musim kedua runner-up
- Selalu lolos UCL
Betis
- Megang 6 musim, selalu lolos kompetisi eropa
- Bawa Betis kembali main ke UCL setelah 21 tahun (terima kasih Rayo y Batalla)
Salut!!!!
MANCHESTER CITY HAVE COMPLETED THE COMEBACK! THEY NOW TOP THE LEAGUE OVER ARSENAL WITH FIVE MATCHWEEKS TO PLAY 🤯
ARSENAL HAD A NINE POINT LEAD JUST 12 DAYS AGO. HOW ⁉️