Sebagai warga Jogja yang dari dulu lumayan sering terdampak hujan abu vulkanik, mau kasih beberapa tips simple buat temen-temen yang terdampak:
• Kalau sumber airnya sumur, langsung tutup sumur biar abu gak mencemari air. Yang torennya gak ada tutupnya, cepetan ditutup.
• Tutup ventilasi & celah jendela (bisa pakai kardus atau kertas). Soalnya abu bakal masuk ke celah kalo tertiup angin.
• Tutup makanan dan minuman yang ada di rumah. Jangan biarkan terbuka karena abu gampang banget masuk bahkan lewat celah atap.
• Pakai masker kalau terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Sebenernya idealnya pakai KN95 atau N95, tapi kalau di rumah cuma punya masker kain atau masker medis biasa pun gapapa, daripada harus berkendara beli di apotek.
• Selain masker, pakai kacamata juga. Abu vulkanik rentan bikin iritasi & belekan.
• Kalau mata udah terlanjur kelilipan abu, jangan dikucek! Langsung bilas dengan air mengalir.
• Kalau sekolah dan kantor diliburkan sehingga gak ada kepentingan keluar rumah, sebaiknya kendaraan dimasukin rumah dulu. Abu vulkanik pHnya beda-beda, tapi ada yang bersifat asam sehingga korosif.
• Kalau kendaraan udah terlanjur kena abu, jangan langsung dilap. Bilas dengan air dulu supaya gak menggores cat. Setelah itu baru dicuci dengan sabun seperti biasa.
• Kucing dan hewan peliharaan lain sebaiknya masuk rumah. Abu bisa menempel di bulu dan telapak kaki, lalu tertelan saat mereka grooming.
• Karena erupsi gunung api berpotensi menimbulkan gempa vulkanik, jangan lupa lakukan mitigasi gempa juga. Misalnya, amankan benda-benda yang mudah jatuh, jauhkan barang berat dari tempat tidur, dan kenali titik aman serta jalur evakuasi di rumah.
• Siap sedia tas darurat. (Kamu bisa search apa aja isi tas darurat & sesuaikan dengan kebutuhanmu).
• Pengguna wifi jangan lupa sedia paket data, listrik bisa sewaktu-waktu padam.
• Jalin komunikasi dengan tetangga agar bisa saling bantu, terutama lansia atau orang yang kesulitan keluar rumah.
Stay safe semuanya 🤍
Semoga kita semua selalu dilindungi dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa tetap tenang, ikuti informasi resmi, dan saling bantu dengan orang-orang di sekitar kita. Jangan lupa berdoa.
Lucu ya, kalau diresapi lagi, ternyata selama ini gue bener-bener sendirian. Gue pikir lingkaran pertemanan gue luas, tempat mengadu gue banyak, dan nama gue cukup diingat. Tapi itu cuma ilusi. Gue cuma kenal banyak orang, bukan punya temen yang bener-bener tempat pulang. Sering banget gue ngerasa deket sama banyak jiwa, saling tukar cerita, tertawa sampai larut, tapi di ujung hari, saat riuh itu reda, gue sadar nggak ada satu pun dari mereka yang sudi jadiin gue prioritas. Not a single person would choose me first. Gue cuma ada saat mereka butuh penengah, pendengar, atau sekadar pengisi kekosongan. Begitu mereka selesai, gue kembali jadi sosok yang terlewatkan. Ternyata emang dari dulu gue tuh nggak pernah penting buat siapa pun wkwk, cuma gue aja yang ke-PDean ngerasa dianggap.
No specific context, but I think we should stop saying ‘Di aku ngga gitu’ or ‘Tapi aku..’ or another me-me-me response that tend to invalidate the situation when someone share their own experience especially the unfortunate one–
lucu bgt everyone has their haikyuu moments real time ya... INILAH FIRST TIME GW MENYAKSIKAN HAIKYUU REAL TIME COK ternyata benar kata pepatah ((nothing is ever too late)) TSAAHHHHHHHHH ((better late than never)) CIAAAAATTTT