@ayahnyaalifa @its_willst Kok bisa sih ambil kesimpulan begitu pak? Klo pun penumpang ajak ngobrol, ya gak begitu juga ngomongnya sama customer apalagi dibawah umur
Foto ini jadi penting karena subjek fotonya adalah perwira polisi pakai seragam polisi sedang menggelar siaran pers resmi polisi di kantor polisi
Bukan oknum khilaf atau desertir jahat seperti yang selama ini selalu dijadiin tumbal akal sehat
Bukti bahwa ketika sistemnya korup/rusak, seluruh mandat, kewenangan, perangkat dan instrumen penegakan hukumnya ikut korup
Bukti bahwa sistem yang korup itu mereka bela mati-matian karena ngasih impunitas yang memungkinkan mereka terbebas dari segala konsekuensi dan beban akuntabilitas
Bukti bahwa sistem yang korup itu berbahaya untuk keselamatan warga, integritas demokrasi, cita-cita reformasi dan nalar publik
Bukti bahwa problemnya sistemik dan menjangkiti seluruh institusi, ngga bisa selesai dengan solusi individu kaya bikin akun petugas baik hati ngerjain hal-hal wajar yang ngga berhubungan sama sekali dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai polisi
Jadi udah bener pakai foto ini buat nanggepin segala macem kelakuan ajaib polisi, karena foto ini adalah bukti bahwa mereka sama sekali ngga bego, murni brengsek aja
Salam presisi
@neVerAl0nely Hukum mati aja langsung org2 yg mengambil nyawa org.. apalagi ‘oknum’ yg seharusnya melindungi rakyat. Fuck HAM, fuck keadilan! Isi org2 di instasi penegak hukum 80% penjahat kykynya!!
POLISI +62 GO INTERNASIONAL
Sejumlah penonton Festival musik tahunan Djakarta Warehouse Project (DWP) dari Malaysia mengaku menjadi korban pemerasan oleh diduga oknum kepolisian Indonesia.
Sedikitnya 400 penonton mengaku menjadi korban pemerasan oleh diduga oknum polisi dengan nilai mencapai 9 juta ringgit atau sekitar Rp32 miliar.
Bahkan sejumlah penonton mengaku mereka diperas oleh diduga oknum kepolisian meski hasil tes urin negatif. Tindakan itu pun berujung pada aksi boikot DWP di media sosial dan menjadi sorotan publik, baik di Indonesia maupun Malaysia.