Dari seorang ibu-ibu pengguna Instagram yang nampaknya bekerja di SPPG, kami berhasil mengamankan sebuah jejak digital berupa video yang menampilkan betapa ngerinya food waste yang dihasilkan dari embege.
Video ini saat ini sudah dihapus, mungkin karena telah mengundang atensi berlebih, bahkan mendapat atensi dari Dr. Tan Shot Yen untuk berkomentar.
See? Kami punya alasan kuat mengapa selama ini kami menggunakan kata ganti Kubangan Lumpur untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak ada satupun jajaran di BGN baik pusat maupun di daerah-daerah yang memikirkan solusi food waste ini. Dijadikan pakan ternak itu murni ide para penerima manfaat. Ini kalau media internasional bisa mengendus hal kayak gini dan dilakukan investigasi, maka praktik MBG di Indonesia menjadi praktik free meals program for students yang PALING GAGAL di dunia.
Saya sebagai warga negarta RI juga bingung, kenapa polisi malah tanam jagung, tidak menjaga keamanan masyarakat, lalu kementerian pertaniannya ngapain? Ini bukti tata kelola pemerintahan yang amburadul
Presiden penipu biadab.
Terus terang kami akan jauh lebih menghargai presiden dan menganggapnya jauh lebih becus bekerja apabila ia selalu jujur menyampaikan segala progresifitas kinerjanya, misalnya dalam hal penanganan bencana Aceh ini.
Jujur bahwa ia merasa kesulitan, jujur bahwa memang ada prioritas lain yang baginya dan kabinetnya jauh lebih penting, jujur bahwa ia kerap menerima laporan palsu, alih-alih malah mengucap syukur dan menipu rakyat, bahwa ia dan jajarannya bekerja dengan cepat. Tai ledig.
Omong kosong.
Izin mengingatkan bahwa lebaran tinggal 5 hari lagi dan Aceh masih jauh dari baik-baik saja. Jauh sekali.
Di tengah gegap gempitanya hari raya, semoga kita ga akan pernah lupa saudara-saudara di sana, ya.
Kenapa yg beresin ompreng di sekolah2 gak karyawan SPPG nya? Kan terima gaji lebih gede daripada para guru itu. Kalian harusnya yg itung dan iket tu ompreng lalu bawa balik ke SPPG kalian,bukan para guru yg udah gaji lebih kecik, ditambahi kerjaan kayak gini lagi
Romantisasi kemiskinan, dan bagaimana negara secara heroik "hadir" dengan menyuapi rakyatnya makanan seharga 7.500 - 10.000 rupiah (sebelum dikorupsi), padahal negara berpotensi membangun perekonomian warganya sehingga cukup buat hidup mandiri -- bukan sekedar buat beli makan siang satu anak sehari sekali.
#NegaraSalahUrus
Bagaimana mungkin kita melihat situasi ini dengan kondisi sepenuhnya sadar, bahwa sebenernya buat pemulihan bencana Aceh tuh pemerintah DUITNYA ADAAA, dan SANGAT CUKUUPP, tapi malah dipake buat ngejejelin anak² sekolah pake keripik tempe sama roti abon.
Fakk lahh. Nangiiss:(((
Baca pelan-pelan ...
US & Israel menjatuhkan bom di sekolah dasar khusus peeempuan di kota Minab, Iran
36 anak perempuan mati terbunuh
Orang masig mengevakuasi jenazah dari bawah reruntuhan
Tidak ada militan. Tidak ada tentara.
Kanak-kanak perempuan. Pelajar.
Ini adalah terorisme.
-----------------------------------------------
Pro dolorosa Ejus passione, miserere nobis et totius mundi.