Diam dianggap pulih🥀
Aceh semakin di tinggalkan oleh negara
7 bulan lebih telah berlalu para siswa masih banyak yang belajar di bawah tenda, dan kini tenda tempat mereka belajar rubuh akibat hujan deras dan angin kencang.
📍Kampung Penarun Kec. Linge Kab. Aceh Tengah
Tanggal 1 Juli 2026 (besok) InsyaAllah adalah hari terakhir kami bersidang di MK.
Sebelum Indonesia bangkrut & profesi guru punah. Kita menangkan gugatan ini ya. Dan sebelum proyek korup (MBG) ini makin merusak Indonesia diberbagai aspek ✊
demi aaaaallllaaaaaah presiden ternyinyir, gapunya wibawa sama sekali. SUMPAH. dan lucunya tuh kualitas ini udah keliatan dari pemilu tapi kok bisa sih ya allah kok BISAAAAAAA ada SETENGAH LEBIH populasi indonesia yang dukung dia aku capek banget sumpah.
Sakit sakit ya Pak, semoga segala kesusahan/kesengsaraan banyak orang jadi tanggung jawabmu.
Dan semoga hukuman atas banyaknya kesengsaraan tidak hanya diberikan waktu di akhirat, tetapi juga saat dirimu masih di dunia.
Gue berdoa semoga temen-temen gue sehat dan jadi kaya raya, they WORK SO HARD dan masih amat sangat generous saling nolong padahal keadaan ekonomi mereka juga lagi nggak baik-baik aja ya Allahhh kalau Tuhan mau bikin orang kaya, tolong pilih mereka juga 😭😭😭
BEM yang itu ngaku dibayar 300juta.
Ibu-ibu ngaku dibayar 100ribu dan dapat panci.
Terus kita bisa apa?
Lapor kemana?
Audit itu dana dari siapa?
harus minta tolong kemana?
Kita udah dikasih pengakuan,
tapi seperti biasa hanya bisa diam.
Mau sampe kapan?
dia dan orang-orang yang ketawa jahat banget sih udah bukan tone deaf lagi tapi emang kejam, dan lebih serem lagi biasanya hal kyk gini cuma bisa diliat dan dibaca lewat dystopian genre, sekarang bisa liat dan denger secara asli
Bukan cuma mahasiswanya.
Rektornya ikut berdiri di depan dan sambil baca :
"Kami menolak MBG dan Koperasi Merah Putih yang secara terang-terangan memangkas dana pendidikan dan kesehatan."
Rektor Unsoed.
Universitas negeri.
Pejabat yang ditunjuk pemerintah.
Kalau yang biasanya diam karena takut kehilangan jabatan pun sudah angkat suara ,
Kira-kira sudah separah apa kondisinya di lapangan?
Ladies and Gentleman..
I present you.. Hasil dari Pidato Presiden Prabowo kemarin:
🚨 Hari ini 1 Dollar Amerika (USD) TEMBUS Rp 18.024. IHSG pun makin menurun.
Respon Prabowo abis ini: "EMANG GUE PIKIRIN.
#IndonesiaGelap
KOSAKATA PRABOWO SEBAGAI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
"Ndasmu"
"Nyenyenyenye"
"Emang gue pikirin"
"Aku kan yang presiden"
"Kalo perut laper ya mati"
Berat banget tugas orang tua & guru ngajarin attitude dan sopan santun jangan sampe nyontoh presidennya
Please @UNICEF , @UNICEFIndonesia , @kpp_pa and @KPAI_official , protect Indonesian children!!
Children are the future of our nation. They should never become shields for those in power, tools of propaganda, or symbols used to build support for any government policy.
Indonesia's Child Protection Law (Law No. 35 of 2014), Article 15, clearly states that every child has the right to be protected from abuse and exploitation in political activities. This principle exists because children deserve to grow up free from political manipulation and exploitation.
When elementary school children are brought to public demonstrations, asked to carry signs, chant slogans, or serve as symbols of support for a government program, we must ask a simple but important question: Who is truly being protected the children, or political interests?
Children are not born to carry the burden of adult politics. They are born to learn, to play, to dream, and to grow. They are not mature enough to fully understand political issues or to give informed consent to participate in activities with political implications. That is precisely why the law exists—to protect them from being used to advance the interests of others. If a government program is truly beneficial, its success should speak for itself. Public trust should be built through transparency, accountability, and measurable results—not by placing children at the center of political messaging.
Children's voices should never be used as loudspeakers for political agendas. Their small hands should be holding books, not protest signs. We respectfully urge @UNICEF and @kpp_pa to take this matter seriously. We call for an independent investigation into the reported involvement of children in political demonstrations and for appropriate action to ensure that every child's rights are protected in accordance with Indonesia's Child Protection Law.
Protect Indonesian children. Because when childhood is exploited, it is not only a child who is harmed—it is the future of an entire nation.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah