Nostalgia Kesuksesan Pasukan Elit AS.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 3-4 Desember 1993 di Bakara Market, Mogadishu, Somalia.
Operasi ini diawali dengan kehadiran pasukan AS dalam rangka membantu PBB dalam program penanggulangan kelaparan, krisis yang diakibatkan oleh perang saudara berkepanjangan di Somalia.
Kehadiran pasukan PBB ke Somalia awalnya berjalan lancar, karena UNOSOM pemegang penuh mandat PBB atas Somalia terdiri dari pasukan Pakistan dan Malaysia. Kedua negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini bisa diterima baik oleh kedua belah pihak yang bertikai di Somalia.
Kecurigaan mulai muncul ketika negara preman AS ikut mengirimkan pasukannya, namun tanpa mandat dari PBB. Mereka membangun markas terpisah dengan markas kontingen UNOSOM, dari sinilah malapetaka dimulai.
Pihak pemberontak Somalia berhasil mengalahkan pasukan rezim Siad Barre, dengan dibawah kepemimpinan Jenderal Muhammad Farrah Aidid pasukan pemberontak berhasil merebut ibukota Mogadishu dan membentuk pemerintahan transisi Republik Islam Somalia.
Ditengah perkembangan situasi tersebut diam-diam AS ingin melakukan intervensi, hal yang sudah diperkirakan oleh Farrah Aidid bahwa tidak mungkin pasukan AS ditempatkan di Somalia tanpa memiliki rencana jahat.
Pertahanan Mogadishu diperkuat dan Farrah Aidid memilih berkantor di sebuah tempat rahasia yang terletak di luar Mogadishu.
Apa yang dikhawatirkan oleh Aidid terbukti, pemerintah AS memutuskan untuk memulihkan kekuasaan rezim Siad Barre. Itulah sebabnya kehadiran tentara AS terpisah dari kontingen pasukan PBB.
Dibawah komando Jenderal William F Garrison, pasukan AS berniat untuk melakukan operasi militer terbatas, yakni dengan mengerahkan pasukan khusus mereka untuk menculik Farrah Aidid beserta para punggawanya saat mereka tengah melakukan rapat kabinet.
Tim yang akan dilibatkan dalam operasi penculikan ini berjumlah 160 ekor terdiri dari Task Force Ranger dan Delta Force, pasukan elit yang selama ini diframming sebagai pasukan elit terbaik di dunia.
Operasi tersebut diberi nama Operation Gothic Serpent, sandi operasi yang digunakan adalah 'Irene'.
Berkat informasi yang diberikan oleh mata-matanya, pasukan AS berhasil mencapai lokasi rapat Aidid. Sebuah gedung 2 lantai yang terletak di Pasar Bakara, namun sayangnya yang hadir dalam rapat tersebut bukan Farrah Aidid maupun para punggawanya, tempat tersebut ternyata hanya kamuflase semata untuk mengelabuhi musuh.
4 unit Helikopter AH-6 yang membawa pasukan Delta Force diterjunkan ke atap gedung dan ruas jalan di depannya. Mereka merangsek ke dalam gedung dan menangkap semua orang yang ada di ruang rapat.
Sementara itu pasukan Ranger menerobos melalui jalur darat dengan menggunakan beberapa truk dan jip Humvee, tugasnya untuk mengevakuasi para tawanan yang tertangkap.
Tim Delta Force yg bertugas mengamankan posisi juga diterjunkan menggunakan helikopter UH-60 Blackhawk.
Disaat sedang asyik menurunkan pasukan, helikopter angkut tersebut dihantam oleh milisi Adid menggunakan RPG. Alhasil satu unit Blackhawk oleng lalu tersungkur, kerasnya benturan menyebabkan pilot kehilangan 1 bijinya dan luka parah di bagian kaki dan tulang punggungnya.
Tak ayal operasi ofensif berubah menjadi misi penyelamatan, satu tim Ranger diperintahkan untuk mengamankan lokasi jatuhnya helikopter. Proses evakuasi terhalang oleh hujan tembakan dari para pejuang Somalia, sehingga mengakibatkan proses evakuasi tertunda.
Belum kelar urusan heli pertama, terdengar kabar bahwa sebuah Blackhawk jatuh lagi. Momen dramatis ini mengakibatkan setidaknya 21 ekor pasukan elit AS beranjak ke alam baka. Sedangkan 97 ekor lainnya mengalami terluka parah.
Pertempuran sengit berakhir setelah pasukan PBB dari Pakistan mengerahkan tank dan APC, sehingga sisa pasukan AS yg tersisa berhasil dibawa keluar dari zona pertempuran.
Negara Malaysia hanyalah negara kecil tapi dia berani dgn terang terangan membela Iran dan mengutuk Amerika dan Israel.
Indonesia yg punya penduduk islam terbesar didunia malah nyemplung BoP bentukannya Amerika dan Israel.
Gimana ini pak @prabowo ?
PRA-GUGATAN WARGA NEGARA.
oleh Dr. Bonatua Silalahi
Saya percaya Polemik Ijazah Bapak @jokowi sebagai bekas Presiden Republik Indonesia dapat diselesaikan secara terhormat oleh Lembaga yang tepat yaitu @ArsipNasionalRI dan Lembaga Kearsipan Daerah baik di @DKIJakarta maupun @PEMKOT_SOLO, semoga dengan campur tangan Bapak Presiden @prabowo (sebagaimana suratnya telah diterima @KemensetnegRI ) maka besar harapan saya @KPU_ID , @kpu_dkj dan @kpusurakarta agar bersedia dan mau menyerahkan Arsip Fotokopi Ijazah berStempel Basah tahun 2005, 2010, 2012, 2014 dan 2019 untuk di Autentikasi bersama Sumber Fotokopinya yaitu "Ijazah Asli" sesuai perintah Undang-Undang Kearsipan.
Meskipun begitu, jika ternyata nantinya seluruh Lembaga tersebut tidak mau mematuhinya, sesuai dengan Hak Konstitusional Warga Negara yang diatur di Undang-Undang Dasar 1945 maka dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) tersebut akan saya coba buktikan di tempat dan forum terhormat yaitu Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuits/CLS) di Lembaga Pengadilan.
Untuk itu mari bersama-sama kita nantikan pilihan apa yang diambil para Lembaga Negara tersebut, semoga tak perlu menunggu batas akhir tanggal 14 Juni 2026 nanti.
Kiranya Para Negarawan disana memilih yang terbaik untuk Masa Depan Negara ini.
Salam Kebijakan Publik.
Angelina Jolie mengunggah foto dan surat dari seorang perempuan (26) yang menjadi korban di Gaza, Palestina, pada Senin (23/3/2026). Angelina Jolie mengatakan ia membagikan kisah ini agar dunia tidak mengalihkan perhatian dari krisis kemanusiaan di Gaza.
Salah satu karya Duet Maut Mulyono - Mulyani
1) menaikkan jumlah utang Negara (utang pemerintah + utang BUMN + utang pensiun + kewajiban tertunda) dari sktr Rp 9.000 triyun menjadi sktr Rp 24.000 trilyun
2) menaikkan kewajiban bayar utang pemerintah (pokok dan bunga) dari sktr Rp 400 trilyun menjadi sktr Rp 1.600 trilyun.
3) menaikkan benan bunga utang dari sktr 2 - 3 % menjadi 6 - 7 %