‼️SEJARAH BESAR BAGI OLAHRAGA INDONESIA‼️
Untuk pertama kali dalam sejarah, lagu Indonesia Raya berkumandang di World Climbing Series nomor lead.
Climber muda berusia 20 tahun asal Kediri, Putra Tri Ramadani a.k.a Srondeng meraih emas di World Climbing Series 2026 Praha, Rep Ceko, dini hari tadi.
Srondeng juga menjadi orang Asia Tenggara pertama dlm sejarah yg meraih emas World Climbing Series nomor lead.
Dahsyat, Srondeng!!!!
Selamat!!!!
Christian Chivu adalah bentuk keberanian terbaik Inter untuk melawan arus yg menuntut hadirnya pelatih bernama besar.
Meski blm punya nama, tapi Inter sangat tahu bahwa Chivu telah berproses panjang utk membangun reputasi, pengetahuan, pemahaman, dan kredibilitasnya dari dasar.
Hampir 7 tahun, Chivu menghabiskan waktu menjadi pelatih usia muda yg begitu jauh dari sorotan. Dia mulai dari Tim Inter U-14 (2018), lalu naik ke U-17, U-18, dan puncaknya membawa Tim Inter Primavera (U-19) meraih Scudetto ke-10.
Selama tujuh tahun, Chivu belajar dgn tekun tentang fundamental kepelatihan, cara membangun hubungan dgn staf internal, serta melakukan pemahaman mendalam pd tiap jenjang pengembangan pemain.
Chivu memang punya bakat alami kepemimpinan. Pada usia 21 tahun, dia menjadi kapten termuda Ajax dalam sejarah.
Tapi pencapaiannya musim ini seolah menjadi gambaran Interismo paling murni. Yakni sebuah perpaduan antara dedikasi total, kecerdasan taktikal, keberanian bermimpi besar, juga terus mencari solusi menghadapi keterbatasan2 sumber daya.
Melihat bakatnya, scudetto ke-21 mungkin hanyalah awal dari perjalanan panjang dan cemerlang Chivu di sepak bola dunia..
📸: Inter
MERAYAKAN PORORO DARI RUMANIA
Kadang memang angka itu bukan suatu yang eksak di sepakbola, dan seringnya perjalanan hidup seorang pelatih tidak butuh barcode untuk dihargai.
Semalam, Giuseppe Meazza menjadi saksi.
Seorang pelatih yang sebelum datang ke timnya sekarang, yang jumlah matchnya (sebagai pelatih) di liga teratas masih jauh lebih sedikit dibanding total jari kaki dan jari tangan, membawa klub bernama Inter Milan meraih scudetto ke-21.
Ragu karena pengalaman minim? Jelas. Trauma? Jelas masih ada. Sudah ada di bayang-bayang para fans dan penikmat liga italia, bahwa jangan-jangan tim ini akan kembali ke masa di mana Freddy Guarin menjadi pelaku utama langkanya burung-burung beterbangan di area Milan.
Dijadiin lalapan oleh tim kota Paris plus ditinggal pelatih hebat yang money oriented tapi gamau ngaku, membuat semua berpikir:
Apa cycle Inter sudah habis? Digantinya juga sama yang belum pengalaman? Pesimis ya udah pasti.
Kompetitor makin serius. Transfer Napoli ngeri-ngeri. Milan mendatangkan the master of the dark arts. Hasil di awal musim pun seakan mencerminkan, ini pelatih sanggup ga ya? Apakah pelatih baru ini just another pelatih Penjas?
Dia tidak datang sebagai revolusioner sok jenius. Dia tidak mengubah semuanya. Dia pun (terbukti) masih naif saat laga big match. Tapi dia doang pelatih tersedia yang “PAHAM” Inter Milan.
Masuk awal tahun, momentumnya terasa pas:
Inter makin stabil di liga.
Dibikin fokus ke liga sama tim bernama Bodo.
Menang pun jadi kebiasaan.
Rival makin ga jelas.
Yang penting apa? Yak yang penting konsisten.
“Inter juara karena rivalnya pada jelek di musim ini”, ya terserah.
Berarti Inter lebih baik dong? Berarti Inter memang siap juara dengan jadi yang paling konsisten di atas dong?
Sepak bola kadang sesederhana itu, imajinasi dan demand penonton yang bikin jadi njelimet.
Simple saja. Yang paling mengerti klub, yang paling tahan tekanan, yang paling konsisten. Ya dialah yang angkat trofi.
Badai cedera, pilar utama jadi kambing hitam kegagalan Italia ke piala dunia, drama perwasitan, dan kerikil kerikil lain jadi bumbu penyedap di petualangan musim ini.
Ini bukan cuma tentang Inter yang juara.
Ini tentang satu orang yang datang tanpa banyak suara, dipandang sebelah mata, lalu pulang dengan menjawab doa.
Akhir kata
Selamat menikmati gelar ke-21, Inter Milan. Tambahan satu gelar lagi untuk melengkapi 20 (atau 19) gelar yang sudah terpatri di histori.
Dan yang terpenting
Selamat atas gelarnya Mr. Cristian “Pororo” Chivu.
Silahkan sibuk merayakan, karena yang sibuk menjelaskan itu urusan wong kalahan.
.
.
.
Saya Daniel Johns, pamit undur diri.
Apresiasi untuk Cristian Chivu yang meraih gelar pertamanya sebagai pelatih juga di musim perdana. 🏆👏
Ia juga jadi pelatih non Italia pertama yang menjuarai Serie-A, sejak Jose Mourinho 2010. 🇷🇴
Saya jadi ingat beberapa waktu lalu, Jose Mourinho mengatakan bahwa dia heran mengapa pelatih yang belum teruji sejarah atau rekam jejaknya bisa mendapatkan kesempatan melatih klub-klub terbesar di dunia.
Salah satu yg disorot tentu saja mantan anak asuhnya sendiri, Cristian Chivu.
Chivu memegang Inter Milan. Bisa dibilang Inter sedang dalam kondisi terbaiknya lima musim terakhir.
Selalu jadi kandidat scudetto.
Melanjutkan tongkat estafet dr Simone Inzaghi tentu tidak mudah.
Pencapaian Inzaghi bisa dibilang yg sangat bagus di Inter. Trofi domestik dan bisa bawa ke fina Liga Champions.
Beban berat tentu saja harus dia panggul.
.
Namun, seperti saat dia jd pemain, dia adl bek serba bisa dan punya jiwa kepemimpinan luar biasa.
Ketika jd pelatih pun tampak dia serba bisa. Cepat belajar dr satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Dia adaptif dengan gaya main yg efektif.
Dia bisa kuasai ruang ganti dg baik. Bisa mengkombinasikan pemain senior dan pemain muda.
Dia jg dinilai punya gaya komunikasi mirip The Special One yg selalu tegas di konferensi pers.
Juga perihal memperhatikan aspek psikologis para pemain.
Chivu pernah blg kl Mourinho itu memperhatikan aspek psikologis pemain dg serius di mana Mou kerap kasih libur ekstra pemain yg kelihatan kelelahan mental.
Perihal mental memang cukup kentara dalam laga2 Inter di mana mereka bisa comeback di tengah laga.
Seperti yang terbaru saat bisa menang 3-2 atas Como.
Itu jd bukti kalau Chivu bisa membangkitkan moril timnya yg tertekan sekaligus bisa bikin keputusan penting di tengah laga perihal taktik dan pergantian pemain.
Chivu sendiri sekarang di ambang double gelar langsung.
Di liga, mereka unggul 12 poin dan hanya sisa 5 laga. Jika Chivu bisa dapat 7 poin, maka mereka dipastikan mengunci Scudetto.
Di Coppa Italia mereka sudah di final. Satu langkah lagi mereka bisa juara.
Tapi, tentu ga mudah. Fokus harus terjaga. Kondisi tim harus tetap kondusif.
Jangan sampai dua peluang trofi lenyak begitu saja.
Menurut kalian, Chivu bisa ga dapat dua gelar?
Saham itu sebenarnya gampang banget!
- Pahami hukum Supply & Demand.
- Kelola resikonya dengan volume/value sizing, position buying and sell.
- Beli jenis saham berdasarkan apa yang kamu tahu, paham, dan mengerti, bukan apa yang kamu rasa.
- Data siapa buyer dan seller dengan banyak sedikitnya sudah ada, kalau mau agak experts dikit bisa hitungin barang😂
So? Nyaham itu gampang kan?
𝑰𝑵𝑻𝑬𝑹 𝑪𝑶𝑴𝑷𝑳𝑬𝑻𝑬 𝑹𝑬𝑴𝑨𝑹𝑲𝑨𝑩𝑳𝑬 𝑪𝑶𝑴𝑬𝑩𝑨𝑪𝑲 🔥🍿
🚀 Marcus Thuram bags a 𝗱𝗲𝗹𝗶𝗴𝗵𝘁𝗳𝘂𝗹 brace
💪 Denzel Dumfries grabs a brace 𝗼𝗳 𝗵𝗶𝘀 𝗼𝘄𝗻
💎 Nico Paz scores his 𝟭𝟮𝘁𝗵 Serie A goal this season
The Nerazzurri go 9️⃣ points clear at the top of the league table 🔝
FT: Como 3-4 Inter
⚽️ Thuram 🅰️ Barella
⚽️ Thuram
⚽️ Dumfies 🅰️ Hakan
⚽️ Dumfries 🅰️ Akanji
Butuh satu poin lagi untuk pastikan lolos liga Champions musim depan 😍
Guys ini beneran salah satu skill paling on demand sekarang. AI slop explainer videos
Agency gue bikinin konten ginian untuk klien di US.
Kami charge $400 untuk video reels durasi 30 - 45 detik. Seminggu bisa ngerjain 2-4 video per klien. Video full AI.
There are a lot of demand for AI slop videos like this. Cari klien dari Linkedin atau di Upwork. Kalo inbound bisa dari X dan IG.
Ada beberapa niche yg mau bayar gede karena mereka targetnya LTV. Tapi gue gatekeep karena kue-nya ga gede dan gue ga mau nambah2 saingan wkwk. Kalian figure out sendiri :)
Lo ga harus cari klien sih. Bisa bikin page Tiktok sendiri kayak yg di post ini. Tapi gue saranin target US market ya jangan indo