ββββ β£βββ’
π Sun β Moon & Rising β, ENFP
π Autistic β 29 yrs old Metal artist
π Bi Nonbinary finery π³οΈβππ³οΈβπ
π Kink-friendly βοΈ
π Racist, Sexist, Homophobes, Bigots GTFO
π Occasional NSFW π content, Minor DNI
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
Sapi Madura yang punya 36% DNA banteng liar hasil silangan abad ke-7. Sebuah kebanggaan atas suksesnya manusia menguasai alam demi pangan.
Tapi hukum domestikasi itu patah di Sulawesi. Ada sepupu sapi yg ribuan tahun menolak tunduk pada manusia: Anoa.
Utas..
kalian tau gak sih?
1. Negara dengan mata uang terendah ke-5 di dunia
2. Bekasi jadi kota paling beracun ke-2 di dunia
3. Rupiah di angka 17.377
4. Total 33.626 pelajar keracunan MBG
and the list still go on.. we're not angry enough
Pertama paling mendasar mas itu membuat musuh dalam kepala sendiri (strawman fallacy), mas ambil fenomena umum yaitu ada segmen org yg mau pilih opsi termurah dengan konsumen yg peduli kesejahteraan driver.
Dua diatas itu kan tipe persona yg berbeda karena kontras, bikin musuh fiktif supaya argumennya kelihatan kuat, gaya prabowo bgt.
Yg kedua, kita anggap ada persona tsb yg hipokrit tadi juga kurang tepat. karena pengguna cuma gunain service yang tersedia dgn asumsi yg apke ini pekerja kelas bawah yang terpaksa hemat ini bukan musuh dan bukan pihak yg ngeksploitasi driver tapi korporasinya.
Eksploitasi utama datang dari korporasi, bukan dari penumpang yang βpelitβ karena pake servs versi hemat.
βGoride Hematβ + promo gila-gilaan ini kan dirancang sama korporasi untuk dominasi pasar dan naikin keuntungan.
Sedangkan yg tanggung risiko banyaknya di driver (bensin, motor, resiko kelelahan ngejar target krn komisi makin tinggi dll). Penumpang bayar murah karena perusahaan yang tekan harga, bukan karena penumpang mau βmurah tapi driver sejahteraβ.
Nyuruh solusi Bukan tip atau βpilih yang mahalβ ini yang diuntungkan perusahan lagi padahal percakapan yg ada di pembahasan kesejahteraan untuk driver itu udh clear maunya driver bisa dapet komisi yg lebih fair, ganti status mitra ke pekerja supaya dapet jaminan sosial.
Jadi narasi mas yg saya liat ini cuma berkutat salahkan sesama pekerja yang ekonominya sama sama sulit, dan gagal ngelihat masalah yg orang jadiin concern yaitu: platform ridehailing yang memeras driver dan penumpang sekaligus lewat tarif komisi.
βReal Foodβ itu apa coba definisinya.
Ya NON UPF. Makan di warung nasi juga real food.
Orang barat: βReal Foodβ
Orang Indo: βFoodβ
Dekolonialisasi dulu itu isi otak biar ga setiap saat bawa jargon dan istilah dari Barat.