What did Prabowo do
- ga pernah minta maaf sma korban bencana alam
- ga pernah minta maaf sma ortu&siswa yg keracunan MBG
- ga minta maaf sma rakyat yg hidupnya dipersulit
- ga minta maaf soal kinerja dia dan seluruh jajaran kabinetnya yg buruk
- ga pernah mau mengakui kesalahan
pagi-pagi dengerin curhatan abang ayam potong 🥹
“dada ayam sekilo 63.000 bu. saya sampe malu kalo ada orang nanya harga. ini harga tertinggi, bu, lebih-lebih dari lebaran. pusing saya juga, tiap hari harga naik 3.000.”
knapa org klw pesugihan cm minta 2miliar,hutang lunas,minta berhasil jd pejabat sperti nanggung bgt,knapa gk pesugihan minta jdi presiden amerika atw minta supaya owner bank bca linglung dan mmberi 75% sahamnya utk kita
Cara aku parafrase dan nurunin score ai dari 92 ke 0. Drillbit ini parah banget najis ngerjain pake bahasa sendiri aja masih terdeteksi ai. Aku ikutin pake cara yg di translate2 pake deepl, cara di aku gak works malah tembus jadi 92. Begadang 2 hari hampir nyerah dan mau joki aja
Kopdes akan gagal, tau kenapa?
Pemerintah kirain bisnis retail itu asal ada lahan, bangun toko, isi barang, lalu jualan. Kalau pejabat cuma punya kemampuan beli dan ngemeng, mereka beli franchise Alfamart atau Indomaret yang kelihatan memang cuma itu. Punya ruko, dekor-dekor, jualan. Apa sih susahnya?
Padahal bangun toko itu bagian yg paling gampang.
Yang susah itu memastikan barang yang dicari pelanggan selalu ada, harganya bersaing, stoknya nggak busuk di gudang, distribusinya lancar, dan semua itu bisa jalan setiap hari di ribuan lokasi berbeda. Itulah bagian yang selama ini dikerjakan oleh franchisor dan jaringan operasionalnya.
Nah, Kopdes mau masuk ke permainan yang sama tanpa punya persiapan ke semua itu. Kalau beli barang dari agen, harga kalah. Kalau distribusinya nggak efisien, biaya naik. Kalau hasil tani warga dibeli tanpa perencanaan yang bagus, gudang bisa penuh barang yang nggak laku. Belum lagi kalau pengelolanya nggak punya pengalaman retail, stok bisa berantakan dan uang nyangkut di mana-mana.
Yg bikin makin stress, pelatihan yang ditonjolkan justru model militer. Lah, ini kan mau bikin jaringan retail, bukan tim mawar.
Gw nggak pernah lihat Indomaret melatih kepala toko push-up.
Gw nggak pernah lihat Alfamart meningkatkan inventory turnover dengan baris-berbaris.
Gw juga nggak pernah dengar Distribution Center bisa lebih efisien karena pengelolanya jago muter-muterin senapan.
Masalah retail itu forecasting, procurement, inventory management, shrinkage, distribusi, merchandising, cashflow, dan masih banyak lagi. Kalau barang yang dicari nggak ada, pelanggan tetap pergi. Mau sikap sempurna, langkah tegap, atau push-up 100 kali juga tetap pergi.
Pelanggan datang nyari minyak goreng.
"Maaf Bu, stok habis. Tapi saya siap push-up 100 kali."
Makanya menurut gw tantangan terbesar Kopdes bukan membangun tokonya. Membangun toko itu bagian yg gampang (ya meskipun bagian pemilihan lokasi di tengah hutan agak out of the box ya). Dekor-dekor kosmetik gw rasa pemerintah kita udah paling ahlinya. Tantangan sebenarnya adalah membangun system yang membuat toko itu bisa jalan.
Tanpa model operasi yg kuat, kopdes memang bisa berdiri tokonya, tapi bakal jadi bisnis kocak yg bakar duit terus.
Ujungnya apa? Pemborosan anggaran dan jadi lahan basah untuk korupsi.
ALERTA
Foto ini nunjukin kalo anak-anak kecil ikut naik truk demo bersama spanduk dan megaphone.
Di Batam dan beberapa daerah, siswa SD dilibatkan dalam aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anak usia SD belum paham isu rumit seperti korupsi BGN atau anggaran negara.
Ngelibatin mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah itu jelas ngelanggar netralitas pendidikan.
Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Ini kerasa kayak cara paksa bangun narasi dukungan saat MBG dikritik keras.
Anak harus dilindungi, bukan dijadikan alat politik. KPAI perlu segera memeriksa kasus ini. Perlu kami turun tangan lagi buat pelaporanya?
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️