Turut menyebarluaskan:
*Pernyataan Sikap Jogja Last Friday Ride (JLFR)*
Yang ironis hari ini bukan sekadar perdebatan tentang sebuah kegiatan bersepeda, melainkan cara kita memandang ruang jalan.
Ketika kemacetan yang didominasi kendaraan bermotor terjadi hampir setiap hari, kita perlahan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah. Ruang publik dipenuhi mesin, kebisingan, polusi, dan antrean panjang, namun semua itu diterima sebagai konsekuensi yang "normal".
Sebaliknya, ketika jalan sesaat dihadirkan untuk aktivitas manusia—bersepeda, berjalan kaki, atau berkumpul dalam sebuah kegiatan komunitas—muncul anggapan bahwa hal tersebut adalah gangguan yang harus segera disingkirkan.
Inilah ironi yang patut kita renungkan bersama.
Jogja Last Friday Ride sejak awal tidak pernah lahir sebagai ajang untuk menguasai jalan ataupun menghalangi masyarakat beraktivitas. JLFR lahir sebagai ruang bersama untuk merayakan budaya bersepeda, mengingatkan bahwa jalan adalah ruang publik yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua pengguna jalan secara adil, aman, dan saling menghormati.
Kami menyadari bahwa setiap kegiatan di ruang publik harus diselenggarakan secara tertib, menghormati aturan, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, kami terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan.
Namun demikian, kami juga berharap pendekatan yang dilakukan kepada komunitas dilakukan secara proporsional, humanis, dan mengedepankan dialog. Keselamatan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hukum adalah tujuan bersama, bukan alasan untuk menghilangkan ruang ekspresi warga negara yang dilakukan secara damai.
Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak, komunitas, pemerintah, aparat, dan masyarakat—untuk kembali berdialog mengenai bagaimana ruang jalan dikelola secara lebih adil. Sebab kota yang baik bukanlah kota yang hanya memberi ruang kepada kendaraan bermotor, melainkan kota yang juga memberi tempat bagi manusia.
Kami percaya bahwa budaya berlalu lintas tidak dibangun melalui saling menyalahkan, melainkan melalui saling memahami, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Karena pada akhirnya, jalan bukan hanya tempat untuk berpindah, tetapi juga ruang hidup bersama.
https://t.co/nRkBqpXUOS
oknum Guru SMA 2 Bantul diduga melakukan perundungan pada siswanya yg berujung terindikasi Bipolar, MDD, ADHD sekaligus. kejadian tsb terjadi pada tahun kedua ybs sekolah disana.
PLN Jogja apa ga malu, warga sampe cari2 tempat yg ga mati listrik. Saking kalian ga jelas info pemadamannya. Warga sampe takut job dicancel, atau gagal interview gara2 pas interview mati listrik. Orang yg bikin kue sampe gojak gajek mau produksi krn takut udah nyiapin adonan, listrik padam.
Ini kalo dikumpulin kerugian material apa kalian mau ganti? Sosmed isine seremonial dan hal2 unfaedah. Mbok sik jelas jadwal pemadamane. Pikirin juga yg ga punya sosmed...gmn kasi info pemadaman k mereka.
Beberapa waktu lalu aku rekaman sama client luar, cemas banget tiba2 listrik padam. Itu rasa cemas yg ga seharusnya kurasakan. Marai trauma. In this economy kita semua sedang kerja bener biar duitnya lancar... Malah mbok rusuhi.
Minimal banget diinfooooo... Koyo ra duwe teknologi canggih wae. Padahal BUMN lho... Resourcenya ada. Koyo perusahaan skala kecil. Heran
Iki lagi mati listrik saiki... Trus keluar cari makan eh nang tempat makane yo mati listrik. Oleh ra sih nunut masak sego nang kantor PLN?
cc:threadvosbid
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
REK, BACA INI! 🥺🥺
Pesan pribadi dari Mikel Arteta kepada para penggemar Arsenal, disertai dengan pin, menjelang final Liga Champions UEFA hari ini:
“Kepada para penggemar Arsenal: Kita telah membuat sejarah bersama musim ini.”
“Atas nama para pemain, staf pelatih, dan semua orang yang bekerja di klub, kami mengucapkan terima kasih... Kami sangat bangga dan senang dengan semua orang yang telah menjadi bagian dari klub ini.”
“Musim ini, Anda membuat pertandingan menjadi istimewa dengan menciptakan atmosfer dan energi yang luar biasa. Anda berjuang bersama kami untuk setiap bola dan membantu kami mencapai sesuatu yang akan dikenang selamanya. Prestasi ini milik kita semua.”
“Pada hari Sabtu, setelah 20 tahun, dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami akan bertanding di final Liga Champions UEFA. Dan saat kita semua menuju Budapest, Anda adalah pemain ke-12 kami. Dari jam-jam menjelang kick-off, hingga peluit awal, dan di setiap menit pertandingan, mari kita berikan semua yang kita miliki bersama untuk memenangkan trofi ini untuk pertama kalinya.”
“Mari kita dukung para pemain brilian kita untuk membuat sejarah. Kami bangga padamu, dan kami berterima kasih padamu.”
Ayo!
Mikel Arteta
Manajer Klub Sepak Bola Arsenal
Hingga hari ini total pengunjung Mini Museum 50th PSS sudah mencapai angka 5.000+ pengunjung, besok masih ada hari terakhir.
Momen ini akan dikenang banyak orang dan akan menjadi ingatan kolektif bagi anak-anak Tanah Sembada generasi selanjutnya.
Bless our homeland forever 🦅
Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
Ok, bagiku event “Viva La PSS” bkn sekadar event pameran jersey atau arsip sejarah biasa. Yg sedang dibangun oleh PSS Sleman adalah ruang ingatan kolektif.
Sebuah tempat di mana sejarah, identitas, nostalgia, dan rasa memiliki dipertemukan dalam satu lorong emosional bernama PSS