fot: in my first scene with him, he wasn't anxious or nervous at all.
gem: he looked like he'd done his homework.
fot: and acting with him i felt like he could lead us into his flow.
the everyone praises sea for his acting n determination 🥺
#TicketToHeavenEP4#sea_tawinan
"Setiap orang ingin memiliki pasangan. Tapi kita punya bentuk cinta kita sendiri."
"Cinta yang seperti apa?"
"Cinta yang tidak hanya dimiliki untuk satu orang."
deymmm deep banget 😭❤️🩹
#TicketToHeavenEP4#sea_tawinan
https://t.co/RPGKPPnSF4
Ulululu si adek kecapekan abis main sama pacarnyaa
🗣: hari ini kamu imut banget deh!
🍅: (senyum sambil ngangguk2)
🗣: cantik banget!
🍅: (langsung cemberut 😾)
Si paling gamau dibilang cantik padahal mah emang cantik banget 🤭
FORCEBOOK LOVE NIVEA
#NIVEASkinGlowxForceBook
🎟 #TicketToHeavenEP4 —
— #sea_tawinan#keenkeno ⛪️
Director's Note EP4: Tentang P'Joe dan Phai
P'Joe dan Phai adalah dua karakter yang memiliki peran penting dalam penyampaian cerita karena keduanya merupakan cerminan dari dua jalan hidup yang sangat berbeda. Melalui mereka, kita bisa memahami Tanrak dengan lebih jelas.
Bagi Tanrak, P'Joe adalah gambaran kesuksesan dari jalan yang telah ia pilih. Ia mewakili seorang siswa jalur beasiswa agama yang membuktikan bahwa dengan keyakinan dan tekad yang cukup, jalan tersebut benar-benar bisa membawa seseorang mencapai tujuannya. Karena itu, P'Joe bukan sekadar senior bagi Tanrak; ia adalah sosok panutan, gambaran masa depan yang ingin ia capai.
Sementara itu, Phai berada di sisi yang berlawanan. Ia mewakili anak laki-laki biasa pada masa itu—seseorang yang bisa menjalani kehidupan remaja yang normal, memiliki teman, merasakan cinta, dan tumbuh dengan kebebasan yang alami. Bagi kebanyakan orang, semua itu adalah hal yang biasa. Namun bagi Tanrak, itu adalah dunia yang berbeda, dunia yang tidak pernah ia miliki kesempatan untuk rasakan.
Karena alasan itulah, kami sangat teliti dalam proses pemilihan pemeran untuk kedua karakter ini.
Untuk peran P'Joe, kami langsung memikirkan Sea Tawinan (@Sea_tawinan) karena sebelumnya kami pernah bekerja sama dengannya. Kami merasa bahwa kedisiplinan, keteguhan hati, dan banyak aspek dari sikap Sea membuat kami langsung percaya bahwa ia bisa mewakili karakter P'Joe. Bahkan pada hari pertama ia mengetahui dirinya terpilih, Sea langsung meminta seluruh naskah agar bisa membacanya sendiri. Saat mendengar itu, kami langsung berpikir: "ini benar-benar P'Joe"
Sedangkan untuk Phai, kami mempertimbangkan banyak aktor sebelum akhirnya memilih Keen (@keenkeno_sp). Kami merasa kepribadian Keen yang ceria, usil, dan penuh pesona alami merupakan kombinasi yang sempurna untuk mengembangkan karakter ini.
Namun, ketika proses syuting dimulai, kami menemukan sesuatu yang menarik. Kami mencoba membuat Phai menjadi lebih tenang, lebih cool, dan lebih percaya diri saat berada di dekat Barth dan Tanrak. Hasilnya membuat karakter ini memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar teman yang lucu dan suka bercanda. Kami menemukan sisi lain dari Phai yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan gambaran awal yang kami miliki. Yang lebih penting lagi, hal itu juga membuat kami melihat sisi lain dari Keen—sisi yang belum pernah kami lihat sebelumnya.
Dan ya... harus kami akui, itu cukup menjadi tantangan bagi Keen. Karena tampil sekeren dan semenarik itu ternyata tidak mudah.
Ngomong-ngomong, kalimat itu datang langsung dari Keen sendiri hahaha