It’s already amazing that Jaehyun did not just sang beautifully, wrote the lyrics and composed 99 degrees with the team. It’s even more amazing that he also did the whole production process in English.
Reminds me when he shared he only learned English when he’s 5 to 10 years old, he didn’t like studying but studied really hard cos he was told it’ll be his asset
☺️🫳
@H4_n02@aetherfisip yes! the root is racism as well. because it has been built on white supremacy (many of those famous designers were also raging racist, example: coco chanel). but lately i’ve seen they became more lenient. even chanel has its own braider now :))
@aetherfisip if you dig deep into fashion industry it’s worse :,) seringkali perempuan yang rambut naturalnya curly harus dipangkas habis (botak) karena rambutnya ‘unprofessional’
actually, yes🥲
baru di tahun 2023 produk utk keperluan mens seperti pembalut baru dites daya serapnya menggunakan darah asli🥲
cmiiw
https://t.co/i8a7h1YxXU
kenapa harus cover bekas jerawat? kenapa harus bibir berwarna? kenapa alis harus rapih? kenapa bulu mata harus lentik? kenapa rambut di badan harus dicukur? kenapa kulit harus cerah? bahkan vagina harus wangi, kenapa hanya perempuan yg dipasang standar tidak manusiawi itu?
ofc not, kamu sekolah, kamu baca buku, kamu memilih menerima dan mencintai tubuhmu apa adanya, kamu membuat seni, kamu melindungi sesama perempuan, and so many more things are not patriarchal. Before do anything, ask yourself "why?"
https://t.co/PpIpnoG6Ou
pernah baca tweet yg bilang "klo motong jari termasuk standar kecantikan, banyak perempuan akan motong jarinya sendiri dan bilang hal itu dilakukan untuk diri sendiri" 😊
gapapa kok tetep make up, tpi harus jujur klo itu semua memang produk patriarki.
ironis ya, makeup yg harusnya jadi sarana ekspresi diri malah bergeser jadi seragam tak kasat mata. secara ngga sadar ada double standard di dunia kerja. cowo cukup cuci muka dan sisiran udah dibilang profesional, tapi perempuan bareface malah dikira kurang effort atau ditanya 'kamu lagi sakit ya?'😭
@aetherfisip iya, resepsionis dan spg itu kalo ga makeup ada dendanya loh. if beauty standard is a choice, harusnya ga ada org “dihukum” jika memilih untuk ga perform. so it goes deeper than <makeup is empowering! yay feminism!>
@aetherfisip Gue personally suka makeup buat fun, tapi benci banget kalo itu dijadikan syarat keliatan profesional. Banyak cewek yang akhirnya merasa insecure kalo nggak makeup, padahal itu produk standar kecantikan yang dipaksakan
@aetherfisip bener banget, mana makeup tuh butuh modal ama waktu juga kan. seolah muka asli cewek tanpa polesan tuh dianggap ga siap kerja, padahal ga ada hubungannya ama performa
as someone who loves makeup, this is so true. notice gasih kalo pekerja perempuan mulai dr office worker sampe waiter dll mostly diharuskan pake makeup to look "formal". i hate how women with bareface are considered "unprofessional looking"
@lioarchives gw sampe skrg kesel kenapa banyak yg nggak buka matanya dan sadar bahwa makeup itu produk patriarki, literally kalau beauty standard kita nggak setinggi langit, kita tuh bakal kaya cowo2 ga makeup-an dan pakai baju nyaman
Satu filosofi hokien yg gua inget:
Yang seharusnya hemat ya hemat, yg seharusnya ngga hemat ya jgn hemat
Contoh: gunting udh tumpul masih lu pake, pdhl tinggal ganti