indonesians—who live in a country where 70% of people are in poverty based on world bank data—always find a new way to be CLASSIST.
pathetic and ironic.
aku pernah nulis catetan soal ini dari kajian Ust. Nouman Ali Khan.
sebenernya, bukan porsi kita buat sibuk melabeli hardship itu hukuman, takdir, atau ujian. Tugas kita bukan nebak-nebak rahasia langit, tapi gimana cara kita untuk meresponsnya.
sebagai warga jakarta, kita gatekeep aja pram ini.
masih banyak kurangnya sih, tapi sejauh ini ga aneh2 amat orangnya.
kebijakannya masih rasional laah
according to psychology people who often talk to themselves build fake scenarios and have full conversations in their heads often assume it’s normal. but in reality, it’s a form of self regulation, away to process emotions when there’s no one who truly understands them. 1/5
Perkara hinaan, kayaknya sdh sejak lama saya menerima fakta-fakta menyakitkan. And once you accept it, no opinion of the people or even strangers can drag you down, because we own it.
Jadi mau dikatain gendut, jelek, mirip Sule, or whatever it is.. ya gak masalah 🫠