@tanyarlfes Gw belum nikah, tapi mau nikahnya sama orang yang bikin gw ngerasa jalanin semuanya kerasa ringan kalau ada dia. Orang yg baiknya ngga cuma ke gw. Orang yang marahnya masih bisa ngontrol perkataan dan menyampaikan isi pikiran dan hati dengan baik. Yang bisa diajak diskusi apapun.
Bokap pernah ngajarin gue cara menghadapi orang yang nggak suka sama kita. Caranya agak unik: jangan selalu lawan dengan cara yang mereka harapkan.
Dulu Bokap pernah dijelek-jelekin dan disikut-sikut sama temen kantornya. Sampai suatu hari orang itu ulang tahun. Yang dilakukan bokap justru beli kue & hadiah dan memberikan langsung ke orang tersebut.
nih guys dengerin, jadi rakyat ga usah bermimpi bisa kaya raya 🫵🤣
kata presiden, rakyatnya tidak bermimpi utk mengalami kehidupan yg kaya raya
banyak2 bersyukur deh jd wni, masih hidup dan bisa makan udah bagus 😂
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar.
Bukan karena dramatis.
Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis.
Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya.
Dan Vincent accept dan nurutin semua itu
Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka.
Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu.
Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya."
Tapi yang menarik dia tetap accept.
Bukan karena takut.
Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih.
Dan pasal yang paling gue suka?
Pasal 5
"Kamu boleh sukses setinggi langit.
Tapi pulangnya tetap ke aku.
Karena aku itu rumah, bukan alamat."
Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya.
Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian.
Narkoba cerai.
Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri.
Judi cerai.
KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri.
Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut.
Tapi masuk ke perjanjian pranikah.
Tertulis.
Legal.
Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri.
Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong.
Empat tahun menikah.
Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri.
Nggak minum alkohol.
Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba.
"My target of having fun is at home."
Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah."
Mereka cuma jadi jauh sebentar.
Lalu balik lagi.
Yang gue pelajarin dari cerita ini:
Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak.
Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga.
Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun
Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua.
Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan.
Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana.
Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi.
Menua itu wajib.
Bosen itu haram.
Gampang diucapkan.
Susah dijalankan.
Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.
barusan di jalan pulang, di lampu merah, ada bapak” bonceng anaknya, anaknya lagi nangis, terus bapaknya tbtb teriak “ANAK SAYA LOLOS KEDOKTERAN UGM” semuanya langsung noleh dan tepuk tangan ngucapin, anaknya tambah nangis, HER DAD MUST HAVE BEEN SO PROUD🤎🤍🥹🥹😭😭
HAHHH? demi Allah baru tau kalau harus dimatikan 😭😭
saya selama ini tiap masakan udah matang, kompornya selalu nyala sampai LPG meledak. baru dimatikan ketika rumah sudah gosong
@tanyakanrl Gaji ku 10jt perbulan, gaji ayahku 7jt perbulan, pacarku dibawah UMR, sama sekali gamasalah sii, cmn dia kek sadar diri dan skrng lgi proses kerja ke LN :'
Jadi saranku jngan cari yg lebih besar tapi cari yg mau mengusahakan km biar km ga kekurangan pas sama dia
Pertanyaan bagus.
Banyak yang bingung soal ini. Saya coba jelaskan pakai analogi ya.
- Bayangin emas itu kayak TANAH di lokasi premium.
- Setahun lalu harganya 100 juta. Terus naik gila-gilaan sampai 165 juta.
- Sekarang turun ke 130 juta.
Lalu Ada yang teriak: "Tanah udah gak laku!"Padahal? Masih untung 30% dari setahun lalu 😅
Nah, kenapa turun padahal dunia lagi perang?
Gini ceritanya:
- Banyak orang main emas BUKAN pakai emas beneran. Mereka main pakai "surat janji" (kontrak futures). Ini kayak main emas pakai uang pinjaman.
- Pas situasi makin panas:
→ Harga minyak naik → semua mahal
→ Bank sentral AS bilang: "Suku bunga gak turun" → Dolar AS menguat
Orang-orang yang main emas pakai pinjaman ini DIPAKSA jual karena gak kuat bayar "cicilan"-nya (margin call).
Mereka jual bukan karena emas jelek, tapi karena butuh uang tunai CEPAT.
Emas itu ASET PALING GAMPANG DIJUAL. Jadi dia yang pertama dikorbankan.
Analoginya:
Kayak orang yang punya rumah bagus, tapi dipaksa jual cepat buat bayar utang.
Bukan berarti rumahnya jelek .....dia cuma lagi butuh cash.
Sementara itu, emas FISIK (batangan, perhiasan) permintaannya tetap tinggi.
Yang turun itu harga di "pasar kertas"-nya.Dan yang paling penting:
→ Bank-bank sentral dunia TETAP borong emas
→ 43% bank sentral mau TAMBAH stok emas
→ 0% yang mau ngurangin
Kalau emas beneran gak bagus, kenapa bankir-bankir paling pintar di dunia justru makin banyak beli?
Jadi tenang. Emas gak sedang rusak. Dia cuma lagi "diobral paksa" sama orang-orang yang main pakai utang.
Yang punya emas fisik? Duduk manis aja. ☕
selalu percaya dengan divine intervention. selalu ikhlas dengan sesuatu yang terjadi di luar kontrol karena i believe the wisdom of the universe is higher than my limited perception. life is not out to get me, it provides what i really need, even when i have yet to understand
Orang-orang yang benar-benar mengerti arti berproses, akan selalu menghargai setiap hal yang berhasil mereka capai. Sebab mereka tahu, bagaimana rasanya menangis sendirian di jalan panjang yang pernah mereka lewati.