BENUUUUL! durasi tuh nggak selalu bisa dijadiin ukuran. ada yang baru beberapa minggu udah genuinely let go, ada yang bertahun-tahun masih emotionally attached. jadi menurutku move on itu lebih ke kondisi emosionalnya daripada timeline-nya. bahkan pacaran lagi pun belum tentu berarti udah move on sepenuhnya, begitu juga single lama belum tentu masih stuck. yang kelihatan dari luar sama yang sebenarnya terjadi di dalam diri orang kan bisa beda banget.
menurutku nggak selalu sih. cepat move on atau cepat punya pacar lagi doesn't necessarily mean they didn't really love their previous partner. cara orang memproses putus itu beda-beda banget. ada yang baru bisa move on setelah berbulan-bulan, ada juga yang sebenarnya proses grieving-nya udah dimulai bahkan sebelum hubungan itu benar-benar berakhir.
jadi ketika mereka akhirnya putus, mungkin mereka memang sudah lebih siap buat let go. ada juga orang yang memang lebih nyaman healing sambil membuka diri ke orang baru. tapi di sisi lain, bisa aja seseorang buru-buru pacaran lagi karena nggak tahan sama rasa sepi atau berusaha menghindari perasaannya sendiri.
so i think the better question isn't βhow fast did they move on?β but βhow did they process the relationship and the breakup?β karena seseorang bisa genuinely love their previous partner, kehilangan mereka, eventually let go, and still be capable of loving someone new. love yang baru nggak otomatis berarti love yang sebelumnya nggak pernah genuine.
#yopiask kalo misal orang move on-nya selalu cepet dalam artian selalu pacaran lagi gak lama setelah putus, does it mean they're not really in love with their previous partner(s)?
@aleeshagst kalau naksir mungkin iya kali ya? kayak kagum gitu ke seseorang yang cuma kita lihat dari kejauhan walau belum pernah / belum banyak ngobrol?
nggak. kayak.. masa iya aku macarin orang yang sudah aku ketahui ceritanya dan gak sedikit juga aku roasting di depan muka temanku waktu mereka masih sama-sama. π