Bye June.. I left you many a memories.. i will step in the new month..
Hi July.. you will be make fill in every new moments in my live..
29 days left again i will older, i wish that i got a partnerlife, got the job be better, keep my mind positive thinking also😄😄 #JulyWish
Pas gw interview kerja di perusahaan multinasional beberapa waktu lalu, HRD mendadak lempar pertanyaan jebakan. "Di kantor lama gaji kamu berapa? Boleh minta slip gajinya?" Gw sempet mau langsung sebut angka. Tapi gw ingat 1 teknik negosiasi profesional. Gw jawab dengan 1 kalimat pembalik keadaan. Seketika, kendali negosiasi balik ke tangan gw.
Jawabannya: "Untuk posisi dan tanggung jawab sebesar ini, berapa range budget yang dialokasikan perusahaan?" HRD-nya tersenyum lalu sebut angka rentang budget mereka: Rp 12 - 15 Juta. Padahal gaji lama gw cuma Rp 7 Juta. Kalau gw sebut gaji lama, penawaran mereka paling cuma naik 15-20% (sekitar Rp 8,5 Juta). Gw hemat potensi kenaikan gaji jutaan rupiah.
Gw pelajari panduan negosiasi kerja profesional. Namanya Anchor Shift Technique dalam negosiasi rekrutmen. Hak kandidat menjaga kerahasiaan (confidentiality) kompensasi lama. Menilai kandidat berdasarkan market value & kualifikasi, bukan gaji masa lalu. Legitimate strategi rekrutmen profesional. Ini bukan bohong. Ini cara mempertahankan standar nilai kompetensi lo di pasar kerja.
Cara mempraktekkannya halus tapi tegas, ingat pola ini: Saat HR menanyakan gaji lama: Apresiasi pertanyaannya dengan sopan. Alihkan fokus: "Di kantor lama kompensasi gw bersifat confidential. Namun untuk peran baru ini, gw berpatokan pada market rate dan value yang bisa gw berikan." Kembalikan pertanyaan ke budget range posisi tersebut. Jangan panik, katakan dengan tenang dan percaya diri.
Tapi ada beberapa hal yg harus lo perhatikan: Jika perusahaan mewajibkan background check atau bukti slip gaji di offer letter akhir, berikan secara jujur. Jangan pernah MEMALSUKAN angka di slip gaji (ini tindak kejahatan/pemecatan). Fokus negosiasi adalah pada total reward (gaji pokok + tunjangan + bonus). Jujur pada fakta, tapi bijak pada negosiasi.
Yg bikin gw mikir: kenapa banyak pelamar kerja selalu terjebak? HRD dilatih untuk mendapatkan kandidat terbaik dengan cost seefisien mungkin. Pelamar sering merasa tertekan dan mikir kalau gak jawab bakal langsung dicoret. Ujungnya yg rugi: pekerja kompeten yg digaji di bawah standar pasar hanya karena gaji lamanya kecil.
Senjata lo cuma 1 pas ditanya gaji lama saat interview: Pindahkan patokan negosiasi dari "Berapa gaji lama lo" menjadi "Berapa value posisi baru ini". Gunakan kalimat Anchor Shift dengan tenang. Sekali lo kuasai cara ini, lo gak akan pernah lagi dihargai murah di tempat kerja baru.
Dan gw mau jujur 1 hal. Gaji lama lo adalah cerminan masa lalu di perusahaan lama. Nilai lo di perusahaan baru harus didasarkan pada beban kerja dan kontribusi yang bakal lo kasih ke depan. Jangan biarkan riwayat masa lalu membatasi potensi pendapatan lo di masa depan.
Negosiasi kerja bukan mengemis pekerjaan, tapi transaksi nilai profesional. Perusahaan butuh keahlian lo, lo butuh kompensasi yang adil. Sayang sama karier bukan cuma rajin kerja, tapi pinter memperjuangkan nilai diri di meja interview.
cc : paktejodaily
@MenteriPekerja min mau tanya dong, jika prusahan sudah CV tapi suka telat bayar gaji karyawan sampai tgl 22 gini bisa dilaporin ke disnaker gak y??trs lprinnya pas karyawan h-1 rencana resign?bisa gak...
KEWAJIBAN PERUSAHAAN YANG WAJIB PEKERJA TAHU! 🚩🚩🚩(banyak dilanggar perusahaan)
1. kasih Perjanjian Kerja 2 rangkap (asli, bukan fotokopi). 1 buat kamu, 1 buat perusahaan.
2. PKWT wajib didaftarkan ke Dinas Ketenagakerjaan paling lambat 7 hari setelah ditandatangani.
3. Perusahaan dengan 10 karyawan atau lebih WAJIB punya Peraturan Perusahaan (PP).
4. Perusahaan tanpa Peraturan Perusahaan dapat di ancam pidana kurungan + denda.
5. Perusahaan wajib jelasin isi Peraturan Perusahan ke pekerjanya. Kalo ga bisa kena pidana & denda.
6. Peraturan Perusahaan itu diperbaharui setiap 2 tahun.
Simpan & sebarkan!
Lawan perusahaan yang suka melanggar hak pekerja 🔥
Kalian percaya gak sama hal ini???
Semakin lama kamu berkarier di dunia korporat, semakin jelas bahwa banyak orang sukses bukan karena kerjanya bagus, tapi karena kelihatan kerjanya bagus.
Lah.. kok bisa gitu??
Jadi gini…
- Visibilitas lebih dihargai daripada nilai sebenarnya. Orang yang rajin update progress, presentasi di meeting, dan terlihat sibuk sering kali naik jabatan lebih cepat.
- Kerja keras di balik layar jarang dilihat. Kamu bisa jadi pekerja paling valuable, tapi kalau tidak terlihat, reward-nya minim.
- Politik kantor lebih kuat daripada performa. Networking, hubungan dengan bos, dan “terlihat kompeten” sering mengalahkan hasil kerja nyata.
- Perusahaan menghargai yang mudah dilihat. Karena lebih gampang dievaluasi dan dipromosikan dibanding mengukur impact yang sebenarnya.
Jangan hanya bekerja keras. Kerja keras yang terlihat juga penting.
Mau naik jabatan lebih cepat? Mulai sekarang, buat pekerjaanmu visible tanpa mengorbankan value-nya.
Sepakat ya?? Jangan diem-diem bae..😅🙏
Perihal minta hasil kerja, nuntut profesionalisme tinggi dan tepat waktu. Tapi pas giliran kewajiban mereka buat bayar gaji, mendadak sistemnya jadi kekeluargaan alias "tar-sok-tar-sok"
T.O.P and his big fan 😭💗
Rough translation
MC: Can I ask you something? How old are you?
💗 : I'm 82 years old.
🔝 : 😮
MC: Since when have you been a fan?
💗 : A big fan since their debut.
MC: Do you have a favor to ask T.O.P
💗 : I'm already a grandma. Just being able to meet..
🔝 : *hugs*
😭😭😭😭
via choisyy XHS
T.O.P FIRST FAN MEETING
#우리의REUNION_WITHTOP
#TOPSX #T_O_P
@brzchaa 2 dan 4 aja dah cukup
Mengingat skincareku mahal, jadi tolong free kan skincareku.
Dan bisa masuk 50jita perbulan, dah cukup makan,travelingdan kebutuhan sehari². Bisa main saham dong😂😂😂
@Haruka_NKGW10 Kalo di indo haruka, harus siap kuping mendadak budek aja.😂 Karena pertanyaan sudah punya pacar? Kapan nikah? Kapan punya anak? Udah uang banyak punya rumah?dst... Tapi tidak ada pertanyaan Kapan Mati? Sekepo itu warga😛😂
Semakin dewasa, cara mikir kita pelan-pelan berubah.
Bukan cuma:
“Target gue tahun ini apa?”
Tapi mulai mikir lebih jauh:
— hidup seperti apa yang sebenarnya ingin dibangun
— kebiasaan kecil apa yang diam-diam menentukan masa depan
— siapa orang yang benar-benar ingin tetap ada 10 tahun lagi
— pekerjaan ini bikin bertumbuh atau cuma bertahan hidup?
— hidup gue makin tenang atau cuma makin sibuk?
Karena ternyata, umur nggak cuma menambah angka.
Tapi juga membuat kita sadar:
masa depan dibentuk dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang setiap hari.
Dan di titik tertentu, kita berhenti ingin hidup yang terlihat hebat.
Kita cuma ingin hidup yang terasa utuh.
Aku pakai Teknik Feynman
1. Pilih topiknya apa
Aku biasanya catet di Google Keep & tambah referensinya.
2. Aku tulis topiknya
Biasanya aku tulis di Google Keep lalu di X (draft). Kadang ya langsung aku posting di X.
3. Baca ulang referensi
Klo ada yang belum paham aku cek lagi referensinya. Kadang bentuknya artikel gt.
4. Aku share ke orang lain
Biasanya aku tulis berulang kali di X atau platform lain utk mengingat topik tsb.