box coa aku sisa 66, gara-gara iseng gacha cc sampe 25× draw ampas:))) coa ku habis gara-gara ambil zodiac lunox sama odette:)))
HUFFTT LAGI-LAGI HARUS MENABUNG:))))
Aurora?
Bukan.
Ini Kalteng.
Langitnya emang indah.
Realitas di baliknya nggak.
Ini bukan cahaya aurora. Ini adalah bara yg beterbangan dari hutan yang terbakar.
Dalam satu frame ini
Ada manusia, satwa, dan rumah yang terdampak di baliknya.
Foto: moncaay
#SalingJagaWarga
Mereka bisa nangis untuk hal ini. Tapi bencana banjir Sumatera, gempa di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan, Papua, Sumatera, puluhan ribu anak keracunan MBG, korban kecelakaan Kapal Virgo, bisa gitu gak ada setetes pun air mata yg jatuh.
Gpp sih klo gercep nanganin semuanya, tp kenyataannya juga nol besar..
Padahal 01, sama 03, baik wakil maupun presidennya jelas memiliki "GELAR SARJANA" dan berpendidikan
eh si dongo 58% malah pilih yg udah jelas di PECAT dan GAK LULUS SMA
hahahaha TOLOL 😭😭😭 makan tuh omon2 tukang joged
Suharto saja bisa ditumbangkan.
Habibie bisa tidak diterima laporan pertanggungjawabannya.
Gus Dur terbukti dimakzulkan.
Lalu apa hebatnya Gibran dibanding ketiga tokoh itu, sampai wajib dipertahankan?
Awak tidak dapat alasan yang kuat. Semakin dipertahankan, semakin rusak republik ini. Syaratnya manipulasi. Sidangnya sudah membuka cacat. Yang menutup hanya politik.
Ayo mahasiswa dan masyarakat sipil. Dorong DPR membahas impeachment Gibran. Bukan bakar kota. Bukan hakim jalanan. Desak senayan menjalankan pasal yang sudah ada.
Kalau Soeharto bisa ditumbangkan, Habibie bisa ditolak, Gus Dur bisa dimakzulkan, Gibran bukan keramat. Dia pejabat. Pejabat yang tidak lagi memenuhi syarat harus diuji. Bukan dilindungi.
Kita yg kuliah aja masih sering di underestimate dengan :
"Ngapain kuliah, ujungnya nganggur"
"Temen gue S1 nganggur tuh, gue yang lulusan SMP/SMA jadi bos/kerja/jadi karyawan"
bayangin sekarang :
"Ngapain kuliah, smp aja bisa jadi wapres"
Wallahi we're finished
Buat kakak-kakak yang belum paham, ini namanya potret kemiskinan akibat pemimpin yang tidak tahu cara mengambil keputusan tepat sasaran.
kemiskinan di Indonesia bukanlah kemiskikin Kultural yg disebabkan oleh rakyat malas bekerja dan berusaha, banyak manusia yang bekerja pagi hingga malam, dan malam hingga pagi namun tetap tidak merubah kondisi ekonomi, kemiskinan di Indonesia adalah kemiskinan Struktural karna kurangnya peran negara dalam memberdayakan rakyatnya. kemiskinan dipelihara oleh pemerintah agar bansos dan sembako punya ruang dan tempat dihati masyarakat
Kemiskinan yang masif adalah representasi
dari kebodohan dalam pengambilan kebijakan.