Alireza tidak bisa melihat sejak lahir, jadi sang ayah menciptakan alat bantu agar putranya bisa ikut 'menonton' Piala Dunia.
Sang ayah membangun lapangan sepak bola mini dari kardus dan sedotan, dan menggunakan kelereng sebagai bolanya.
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
COBA CEK ROTI TAWAR KAMU SEKARANG!!
Bertahun-tahun makan roti, baru tau ternyata warna klip/segel/penjepit pada roti tawar itu punya arti penting!
Siapa yg baru tau juga? 😅
Matinya Roda Jam’iyyah Kami
Jam’iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais ‘Am. Sementara Rais ‘Am sendiri tidak sreg dengan Katib ‘Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum).
Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum. Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan: Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen.
Ini bukan lagi soal organisasi yang macet. Ini soal mesin yang mati dan dibiarkan karatan selama berbulan-bulan. Masing-masing kubu berjalan sendiri. Jama’ah Nahdliyin bergerak tanpa arahan, tanpa bimbingan, tanpa kepemimpinan PBNU. Roda terkunci mati.
Wa ba’du, jam’iyyah ini sakit parah. Kehilangan marwah, kehilangan arah. Bukan melayani jama’ah, bahkan menggerakkan roda organisasi saja sudah tak sanggup. AD/ART sudah jadi dokumen mati.
Tagline ingin “menghidupkan kembali Gus Dur”, nyatanya sikap kritis justru hilang sama sekali. Mengaku ingin “governing NU”, tapi tata kelola PBNU sendiri remuk redam. Mengibarkan bendera khittah, malah tercebur dalam kubangan dukung-mendukung Pilpres. Mengaku berkhidmat untuk bangsa, malah gaduh sendiri soal tambang. Bicara ingin membangun peradaban dunia, tapi yang diundang justru tokoh zionis perusak peradaban.
Satu Abad NU bukan dirayakan dengan kejayaan, tapi dilewati dengan perih dan prihatin yang menyesakkan dada.
Mau sampai kapan kondisi jam’iyyah dibiarkan begini….
Al-fatihah untuk Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asy’ari dan para muassis NU lainnya 🙏🏻😰
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Kalau ini vibesnya malah lebih mirip suasana di dalam stadion. Dengan kearifan suporter, maupun pemain, klub2 Liga 2, Liga 3 hingga Liga 4.
#CeritaTaraweh
Glamping 8 hari di Magelang:
34 gubernur + 380 bupati + 89 walikota = 503 orang.
Biaya akomodasi dan konsumsi:
Rp 2.750.000 per orang per hari.
PT Lembah Tidar Indonesia
503 x 2.750.000 x 8 = Rp11 miliar*
*belum termasuk ajudan dan staf
🚨 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆!
Awal mula terjadinya keributan di Bench Indonesia. Setelah Gol Yotsakorn Burapha para Official Thailand melakukan selebrasi ke arah Bench Timnas Indonesia & Terlihat mereka juga menyerang salah satu punggawa Timnas.🇮🇩🇹🇭😳
#SalamSatuJiwa pernah terdengar begitu membanggakan.
Tapi itu dulu.
Sekarang yang akan teringat bukan lagi Salam Satu Jiwa, melainkan 135 Jiwa, yang belum mendapat keadilan.