When you stand in Tahajjud tonight, ask Allah to remove every form of delay in your life. Whether in marriage, career, or academics, may He clear every obstacle and grant you ease
Kun faya kun. When Allah wills something to happen, He simply says, “Be,” and it is. Keep believing
Saya pernah dengar satu ustaz cakap dalam satu ceramah — dunia ini sebenarnya tempat yang dicipta untuk menghancurkan hati kita. Kalau kita terlalu berharap untuk rasa bahagia sepenuhnya di sini, kita akan kecewa. Sebab dunia bukan tempat yang kekal. Di sinilah kita akan rasa kehilangan, perpisahan, dan ujian yang datang tanpa menunggu samada kita bersedia atau tidak.
Bila hidup mula rasa berat, hati jadi rapuh dan hilang arah tujuan, waktu itulah banyak persoalan timbul. Kita mula tertanya tentang kasih sayang Tuhan — kenapa segalanya terasa seperti derita yang panjang? Kenapa rasa macam kita ditinggalkan sendirian dengan semua beban ini? Rasa sunyi. Rasa terbuang. Rasa seolah-olah kita tak cukup baik pun untuk dikasihi.
Tapi kasih Allah tak sama macam kasih manusia. Dia tak selalu beri apa yang kita nak. Kasih Yang Maha Esa bukan bersifat memanjakan, tapi untuk membentuk. Dia biarkan kita jatuh, sebab dari jatuh tu lah kita belajar untuk bangun dan kembali untuk mencari Dia. Bukan dalam keadaan kuat dan sempurna, tapi dalam keadaan paling hancur, paling jujur, dan paling manusia.
19 Ramadan
Doa Nabi Ayyub ini ialah doa yang ubah kefahaman saya terhadap doa selama ini.
Bahawa doa bukan hanya tentang meminta.
Namun juga untuk zahirkan kelemahan diri dan pengharapan kepada Allah.
Semalam saya live di TikTok.
Tengah jawab soalan, tiba-tiba ada seseorang tanya:
“Macam mana kalau rasa tak layak berdoa? Sebab rasa dosa banyak sangat.”
Saya terdiam sekejap.