Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Cerita dikit. Tahun 1998, waktu kondisi lagi mencekam. Almarhum papaku jemur sajadah di rumah tetangga chinese terus pintunya ditempel stiker kaligrafi gitu kalau ga salah ayat kursi.
Juga nyuruh mamaku sesekali nyapu halaman tetangga itu pakai gamis sama hijab.
Selama beberapa hari, orang tuaku yg kirim sembako dan bahan makanan (tapi uangnya diganti 😁).
Mereka melarang satu keluarga
itu keluar utk alasan apapun.
Tahun 2011, tiba-tiba si kepala keluarga dateng kerumah, ajak papaku ke notaris
Ternyata rumah itu dijual krn mereka mau pindah ke spore. Dan..... mereka kasih sebagian halamannya dg lebar 4,5 meter dan panjang 14 meter. Langsung dipecah sertifikat atas nama papaku.
Kaget pol, waktu mamaku mengucapkan terima kasih, si istri bilang "Kami yang banyak berhutang Bu, terima kasih yaa, sejak Ibu sering nyapuin halaman kami 13 tahun lalu saya bilang sama suami dan anak-anak 'halaman ini milik Bu riani'. Maaf ya, kami numpang sama ibu selama ini, hehehe."
Dan sejak itulah, rumah kami yang awalnya ada di gang kecil cuma cukup buat lewat motor, berubah jadi rumah pinggir jalan dengan halaman cukup luas.
Semoga sehat dan bahagia selalu Bu Cia sekeluarga dimanapun berada.
cc:threadsea_idjastip
TAHUKAH kamu bahwa 9 dari 10 warga percaya bahwa program MBG cenderung menguntungkan elite, pejabat, dan pemilik dapur, serta rawan dikorupsi?
Kami dng Policy Research Center baru saja merilis hasil riset berjudul "Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?"
Guys, Ferry Irwandi baru sharing materi yang dia ambil langsung dari kursus di Harvard Business School dan ini bukan konten motivasi kosong, ini ilmu marketing yang beneran dipake perusahaan-perusahaan kelas dunia. Gua rangkum yang paling penting dan paling relevan buat kalian yang lagi bangun bisnis atau UMKM di Indonesia.
Ferry bilang hal pertama yang harus kalian pahami adalah kesalahan paling umum yang dilakukan pelaku bisnis Indonesia begitu sales stagnan, langsung naikin budget iklan. Logikanya kedengarannya masuk akal tapi ini justru jebakan paling mahal yang bisa kalian lakukan.
Harvard sendiri mengajarkan bahwa iklan bukan alat sulap. Iklan cuma memperbesar sesuatu yang sudah ada. Kalau produknya belum kena di pasar, positioning-nya masih kabur, orang belum ngerti kenapa harus beli yang diperbesar bukan sales-nya tapi kebingungan pasarnya. Dan itu artinya kalian bakar uang dengan sangat efisien tapi ke arah yang salah.
Yang kedua dan ini yang paling sering diabaikan adalah soal konten. Banyak UMKM Indonesia terjebak dalam rutinitas bikin konten sebanyak-banyaknya, numpang semua tren, ikutin semua yang lagi viral sampai brandnya sendiri kehilangan identitas. Orang tahu nama brandnya tapi bingung ini jual apa, bedanya apa, dan kenapa harus beli. Ramai di media sosial tapi sepi di kasir. Itu bukan marketing yang berhasil, itu cuma hiburan gratis buat orang lain.
Yang ketiga adalah inti dari seluruh materi Ferry data driven marketing. Sebelum kalian ngomongin budget, channel, influencer, atau platform mana yang mau dipakai, ada empat pertanyaan yang harus dijawab dulu. Tujuan campaign-nya apa, siapa yang mau dipengaruhi, value proposition-nya apa, dan bagaimana cara mengukur hasilnya. Kalau empat pertanyaan ini belum terjawab dengan jelas semua uang iklan yang kalian keluarkan adalah tebakan yang mahal.
Dan Ferry kasih contoh yang sangat konkret soal CPA atau cost per acquisition yang langsung bisa dipraktekin. Misalkan kalian jual baju harga 200 ribu dengan margin 10 ribu. Kalian keluar 20 juta untuk bayar influencer dan dapat 100 pembeli CPA-nya jadi 200 ribu per orang, sementara marginnya cuma 10 ribu. Kalian rugi 8 juta. Tapi kalau 20 juta yang sama kalian kombinasikan ke TikTok ads, Instagram ads, dan YouTube ads dan dapat 250 pembeli CPA-nya turun jadi 50 ribu, dan kalian untung 10 juta. Angka yang sama, strategi yang berbeda, hasilnya beda langit dan bumi.
Intinya guys bisnis yang tahan banting bukan bisnis yang paling kreatif atau paling semangat. Tapi bisnis yang punya sistem untuk menangkap data, mengukurnya, dan mengubahnya jadi keputusan yang lebih tajam dari waktu ke waktu. Kalau hari ini bisnis kalian lagi stagnan, pertanyaan yang jujur bukan budget iklan kurang atau tidak tapi apakah kalian beneran ngerti produk kalian sendiri, beneran ngerti customer kalian, dan sudah punya alat ukur yang benar atau belum.
Dipompa 8.000 liter per detik selama 24 jam penuh tanpa henti..
Level airnya turun tapi hanya 11 menit setelah pompa dimatiin, airnya sudah balik ke posisi semula..
Ini bukan keajaiban tanpa penjelasan.
Jawabannya ada di bawah lembah Mekah.
Sumur zamzam dikelilingi lapisan pasir dan kerikil sedalam sekitar 13 meter seperti spons raksasa yang nyerap setiap tetes hujan.
Di bawahnya batu granit dengan ribuan retakan kecil bekerja seperti jaringan pipa alami.
Air dari pegunungan sekitar Mekah mengalir pelan melalui retakan itu langsung menuju sumur.
Kecepatan 11 menit itu bukan kebetulan.
Akuifer di bawah lembah Mekah berada di bawah tekanan konstan dari seluruh penjuru pegunungan.
Saat sumur dikosongin, perbedaan tekanan itu langsung dorong air masuk dari semua sisi sekaligus bukan dari satu arah aja.
Sumur ini bukan sekadar lubang berisi air. Ia ujung dari sistem tekanan yang bekerja 24 jam.
Sumur Zamzam adalah sistem pemanen air yang sempurna dan udah bekerja sejak zaman Nabi Ibrahim.
Mekah rata-rata hanya dapet 100mm hujan per tahun tapi sekalinya hujan, turun deres langsung.
Batuan granit dan pasir di lembah Wadi Ibrahim menangkap semuanya, menyimpannya di bawah tanah agar nggak nguap, lalu menyalurkannya pelan-pelan ke sumur.
Ribuan tahun selalu begitu nggak pernah berhenti.
Yang menarik bukan cuma fakta bahwa air Zamzam nggak pernah habis.
Tapi gimana alam bekerja atas izin Allah dengan presisi yang nggak butuh kita pahami dulu untuk bisa kita rasakan manfaatnya.
Ribuan tahun manusia minum dari sini tanpa tau mekanismenya dan saat sains bisa jelasin jawabannya justru makin bikin kagum.
@moviemnfs ini salah satu tv series / tontonan paling bikin gue ga nyaman, bahkan beneran bikin cemas sampe setelah nonton
rating 9.5 dari juataan vote, menurut gue emang layak
TRUE STORY.
Temenku cerita, setelah kuliah di Jerman, dia balik ke Indo buat ngerintis bisnis, hal pertama yg dia lakukan adlh jualan gorengan, pakai plastik, ke orang2 di pinggir jalan, dgn harga 2x lipat.
Dia cerita katanya sengaja kaya gitu biar ga ada yang beli, sehingga perasaan malu dan perasaan takut ditolak itu hilang, dan itu adalah modal yang paling utama ketika ingin menjalankan suatu bisnis.
Keren bgt dah.
Sekarang beliau ini udah jd pebisnis yg bukan kaleng2, punya banyak bisnis, dan penghasilannya udah ga usah ditanya.
Ada yang berani kaya gitu ga?
Kalo ngomongin sejarah yah, di peradaban besar kayak Romawi Kuno, prajurit Sparta, atau Samurai di Jepang. Nilai seorang pria tidak pernah diukur murni dari tumpukan koin emasnya. Maskulinitas pada masa itu dibangun di atas empat pilar
Kebijaksanaan (Wisdom) - Kemampuan memecahkan masalah.
Keberanian (Courage) - Pasang badan di masa krisis.
Ketahanan (Resilience) - Tetap tenang di bawah tekanan
Kehormatan (Honor) - Memegang prinsip dan janji.
Nah konsep pria = provider tunggal yang nilainya sebatas materi dan lagian itu baru benar-benar mengakar sejak Revolusi Industri dan kapitalisme modern. Jadi, kalau elu merasa maskulinitas nya ilang saat uang nya seret, yahh sebenarnya sedang termakan standar industri, bukan standar alamiah laki-laki
MENDING IRAN ATAU ZIONIS ISRAEL ??? BEGINI JAWABAN SYEKH IBN TAIMIYAH
Jika anda mengira Syaikh Ibn Taimiyah akan memihak Israhell dan ikut bergembira saat mereka memborbardir syi'ah, maka prediksi anda meleset.
Sebab Syaikh Ibn Taimiyah pernah ditanya "Lebih mending mana Syi'ah atau Yahudi ??"
Beliau menjawab begini:
الْحَمْدُ لِلَّهِ، كُلُّ مَنْ كَانَ مُؤْمِنًا بِمَا جَاءَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهُوَ خَيْرٌ مِنْ كُلِّ مَنْ كَفَرَ بِهِ؛ وَإِنْ كَانَ فِي الْمُؤْمِنِ بِذَلِكَ نَوْعٌ مِنْ الْبِدْعَةِ سَوَاءٌ كَانَتْ بِدْعَةَ الْخَوَارِجِ وَالشِّيعَةِ وَالْمُرْجِئَةِ وَالْقَدَرِيَّةِ أَوْ غَيْرِهِمْ؛
“Segala puji bagi Allah. Setiap orang yang beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad maka ia lebih baik daripada siapa pun yang kafir kepadanya; meskipun pada diri orang beriman tersebut terdapat suatu bentuk bid‘ah, baik bid‘ah Khawarij, Syiah, Murji’ah, Qadariyah, maupun selain mereka.
فَإِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى كُفَّارٌ كُفْرًا مَعْلُومًا بِالِاضْطِرَارِ مِنْ دِينِ الْإِسْلَامِ.
Sesungguhnya Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang kafir dengan kekafiran yang telah diketahui secara pasti dalam agama Islam.
وَالْمُبْتَدِعُ إذَا كَانَ يَحْسَبُ أَنَّهُ مُوَافِقٌ لِلرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مُخَالِفٌ لَهُ لَمْ يَكُنْ كَافِرًا بِهِ؛ وَلَوْ قُدِّرَ أَنَّهُ يَكْفُرُ فَلَيْسَ كُفْرُهُ مِثْلَ كُفْرِ مَنْ كَذَّبَ الرَّسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (مجموع الفتاوى لابن تيمية ٣٥/٢٠١)
Adapun ahli bid‘ah, apabila ia mengira bahwa dirinya sejalan dengan Rasulullah dan bukan menyelisihinya, maka ia tidak dianggap kafir terhadap beliau. Bahkan andaikata diperkirakan ia kafir, maka kekafirannya tidaklah seperti kekafiran orang yang mendustakan Rasulullah.”
By : Muhammad Salim Kholili/FB
Ini laporan keuangan BAZNAS, yg menarik dari laporan ini adalah pos penyaluran zakat untuk Amil ( pengurus ) lebih besar dari pos untuk Fakir dan Ghorimin, salah satu pos yg sangat besar di bagian Fisabilillah, kira2 yang masuk kategori Fisabilillah itu apa saja?
🙂