diduga ada cekcok pasangan lesbong:
- terjadi kasus peleceh4n seksu4l (SH)
- diarea kampuss
- Korban mengaku dimanipulasi dan difitnah
- Pelaku diduga menyebarkan cerita palsu tentang korban.
- Pelaku diduga menghasut orang lain agar membenci korban.
- Korban mengaku trauma hingga mengambil cuti kuliah.
- Korban meminta kasus ini dikawal dan mendapat keadilan
izin bantu up kasus ini.
ini kronologi berdasarkan pengakuan abangnya:
ada cewek yang kerja di bogor sering di ganggu sama orang yang sudah punya istri, si cewek ini sudah bolak balik nolak tuh cowok, tapi dia (cowok) tetap maksa, bahkan beberapakali sempat mencoba untuk m*mp3rk*sa dan pernah juga berusaha untuk mencvl*knya.
puncaknya si cowok itu nekat, pada siang hari sekitar jam 02.00, pas si cewek ini mau keluar buat cari makan, si cowok itu datang nyamperin lagi dan ngajak pergi, karna si cewek ini nolak, akhirnya tuh cowok nekat n*s*k korban, beberapa bagian tvbuhnya luka, seperti tangan, punggung, kepala, leher, dan sikut.
Minggu ini pemerintah Indonesia punya dua kabar bersamaan.
Kabar 1: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin minta anggaran pertahanan 2027 sebesar Rp667 triliun.
Ditolak.
Dikasih Rp139 triliun.
Lalu minta tambahan Rp195 triliun lagi ke DPR , biar total jadi Rp334 triliun.
Kabar 2: Di saat yang sama, mahasiswa turun ke jalan karena harga BBM nonsubsidi naik 32%, harga bahan pokok melonjak, dan anggaran dipangkas atas nama "efisiensi."
Sekarang hitung bareng gue:
Rp667 triliun yang diminta Menhan = 2,5 kali anggaran MBG yang katanya program prioritas untuk anak-anak kurang gizi.
Rp334 triliun yang diminta total = hampir dua kali lipat seluruh anggaran Kemenkes + Kemensos.
Dan ini bukan sekadar soal angka.
Ini soal logika prioritas negara.
Rakyat diminta ikat pinggang.
BBM naik.
Subsidi dipangkas.
Anggaran pertahanan justru diminta naik lebih dari dua kali lipat dari pagu yang ada, sementara 500 personel TNI ditugaskan mengawal aksi mahasiswa yang memprotes daya beli.
Pertanyaannya sederhana: negara ini dibangun untuk melindungi siapa?
Sudah mulai nekat, besok-besok bisa anarkis.
Gimana gak ngamuk, kerugian mereka besar dan tidak menyangka akan seperti ini..
Buzzer-buzzer MBG kalian dalam incaran pemilik SPPG 🤣
Di Polda Jambi, ada seorang Komisaris Polisi berinisial RC.
November 2005: RC memperkosa istri rekan kerjanya sendiri saat korban dalam kondisi tidak berdaya.
14 April 2008: Pengadilan Negeri Banjarmasin menjatuhkan vonis 4 tahun penjara. Terbukti sah dan meyakinkan menurut hukum.
Tapi RC tidak langsung masuk penjara. Dia kasasi. Lalu PK.
2010: Mahkamah Agung menguatkan vonis. Putusan berkekuatan hukum tetap , inkracht.
Tapi RC tetap tidak masuk penjara.
Dia masih berdinas.
Bahkan dipindahkan ke Polda Jambi pada 2009 , saat kasusnya masih bergulir.
Baru pada Januari 2022 , 14 tahun setelah divonis , RC akhirnya dieksekusi.
Bukan karena inisiatif Polri.
Tapi karena tim jaksa dari Banjarmasin datang menjemputnya langsung dari lingkungan Polda Jambi.
RC menjalani 4 tahun penjara.
Lalu keluar. Dan kembali berdinas.
13 Maret 2026: Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor KEP/78/III/2026 resmi memutasi RC , dari Pamen Yanma ke Pamen Rorena Polda Jambi. Jabatan naik, bukan dipecat.
Seorang terpidana pemerkosaan yang sudah inkracht di Mahkamah Agung, kini Komisaris Polisi aktif, baru saja naik jabatan.
Sementara itu, di institusi yang sama:
April 2026 , dua bintara Polda Jambi yang terlibat pemerkosaan remaja 18 tahun (November 2025)
langsung dipecat tidak hormat (PTDH) dalam hitungan bulan.
Jadi begini pola yang terlihat:
a. Bintara biasa perkosa → dipecat dalam hitungan bulan ✓
b. Perwira perkosa → masih aktif berdinas 20 tahun kemudian, naik jabatan ✓
Di Polri, keadilan ternyata tergantung pangkat.
Saat dikonfirmasi media pada 4 Juni 2026, Kabid Humas Polda Jambi menjawab:
"Untuk kasusnya, saya tidak tahu. Saya cari tahu ke Propam dulu ya."
Dua puluh tahun setelah kejadian.
Empat belas tahun setelah inkracht.
Pejabat Polda masih bilang tidak tahu.
Ini bukan soal lupa.
Ini soal siapa yang dilindungi.
🚨BREAKING: ADRIAN FERNANDEZ DIDISKUALIFIKASI DARI ENAM GRAND PRIX MOTO3 2026🤯😱
Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez harus menerima kenyataan pahit bahwa SEMUA HASIL di 6 race awal Moto3 hingga GP di Catalunya dinyatakan DSQ.
Masalahnya terdengar sepele, engine seal pada motor Adrian Fernandez hilang/dibongkar yang mana menyalahi aturan Moto3 yang memiliki regulasi engine freeze.
Akibat skandal ini, poin Adrian Fernandez hilang banyak hingga menyisakan 13 poin. Sementara itu, Veda Pratama meraih podium giveaway di Le Mans sekaligus menempatkan Veda ke P3 klasemen sementara! 🇮🇩
GILAAAAAAA😱🤯
BREAKING!
Rifaldy cs diduga melakukan plagiat penelitian dan pencurian penelitian dari bahasa Indonesia diterjemahkan ke Bahasa Inggris demi Conference International dan travel grants. Setidaknya ada 21 temuan yang berhasil direkap oleh mamatsedunia berikut. Disini saya tampilkan 3 temuan aja ya, lengkapnya bisa cek aja di sumber aslinya. Jujur banyak banget temuannya.
Kalian bisa menilai sendiri kalo temuan sebanyak ini artinya bagaimana.
Kemarin saya juga melihat temuan judul yang sama, tapi dipakai beberapa kali oleh RF cs ke beberapa event/ travel grants berbeda yang mana hal ini umumnya dilarang.
Namanya publikasi/abstrak ilmiah itu yang diajukan harus baru dan belum pernah disubmit di conference atau jurnal manapun.
Bahlil Lahadalia punya dua pencapaian yang susah ditandingi menteri manapun dalam satu kabinet.
Pertama: 1 Februari 2025, dia larang pengecer jual gas LPG 3 kg.
Rakyat antre berjam-jam.
Seorang ibu lansia di Pamulang meninggal kelelahan di antrean.
Bahlil bilang "tidak ada kelangkaan."
Warga di depan mukanya teriak: "anak kami lapar, Pak."
Kebijakan itu bertahan 4 hari sebelum Prabowo sendiri yang batalkan.
Kedua: Oktober 2024, dia lulus S3 di UI dalam 1 tahun 8 bulan, cumlaude.
Disertasinya kemudian ketahuan: similarity index 95% dengan karya mahasiswa UIN Jakarta di Turnitin.
Dewan Guru Besar UI rekomendasikan pembatalan disertasi.
Empat pelanggaran akademik ditemukan.
UI minta maaf ke publik. Gelar doktor-nya ditangguhkan.
Bahlil menanggapi soal gas LPG: "Kesalahan itu tidak usah disampaikan ke siapa-siapa."
Menteri yang kebijakan energinya dibatalkan presiden sendiri dalam 4 hari.
Dan gelar akademiknya ditangguhkan karena pelanggaran etik.
Keduanya dalam satu periode jabatan yang sama.