jadi inget temen punya usaha sewa jet pribadi.
saya tanya kebanyakan kliennya order buat apa?
saya kira kebanyakan buat orang kaya mau jalan2 cepet aja. itu ada jg, tp ternyata marketnya malah banyak orang kaya indo yg mau berobat ke luar negeri misalnya australia, china, dll
saking seringnya akhirnya dia jual harga paket udah langsung sama kamar di RS negara tujuan-nya dan dijemput dari rumah di indo.
kebayang gak si???
lg merem di ciputat, bangun2 udah di RS beijing, pagi2 mau sarapan uduk eh adanya bakpao 😅
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
Satu kunci kesuksesan industri China adalah pemusnahan preman.
Pada 1983, Deng Xiaoping menurunkan tentara untuk membantai habis overpopulasi preman di kota-kota China.
1.7 juta preman ditangkap.
Tujuannya bukan konsolidasi preman seperti Petrus. Tapi pemusnahan.
Populasi preman terlalu banyak sehingga wajar dimusnahkan. Yang diburu dan ditumpas bukan segelintir preman saja seperti Petrus, melainkan semuanya. Semua preman adalah musuh negara, sehingga ditumpas secara militer.
Dalam skala raksasa, populasi preman se-China ditandai, diburu, ditangkap, dijejalkan ke dalam truk-truk tentara, dibawa pergi, dan mereka tidak pernah terlihat lagi. Preman yang melawan mati dibantai.
Posko dan markas-markas preman dan mafia triad dikepung dan dikosongkan pasukan tentara.
Ketua-ketua organisasi preman kabur diseret ke luar dan ditembak mati oleh tentara. Tubuh mayat mereka bergelimpangan berlubang-lubang di jalan seperti anjing.
Memang, sudah sepatutnya sampah masyarakat menjijikkan diperlakukan sebagai literal sampah dan benda mati, bukannya malah disanjung oleh pejabat tinggi negara.
Nama programnya adalah Strike Hard Campaign. Kebijakan perburuan manusia ini diterapkan Deng Xiaoping di negara China selama 3 tahun.
Kota-kota dan pemukiman China pun berangsur damai, bersih, dan kondusif untuk pertumbuhan perdagangan dan pabrik.
Misal Shanghai sekarang sudah sangat bersih dan beradab. Jauh sekali dari reputasinya dulu sebagai tempat kumuh sarang gerombolan triad dan mafia di film-film kung fu zaman dahulu.
Hari ini China adalah negara industri manufaktur no. 1 di dunia.
---
Kalau disesuaikan dengan rasio jumlah populasi, hari ini Indonesia seharusnya mulai menangkap dan memusnahkan sedikitnya 350.000 orang preman. Mulai dari bos-bos tingginya dulu, atau dari sektor low hanging fruit seperti Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembasmian preman oleh Deng Xiaoping ini dilanjutkan oleh pembasmian preman berseragam oleh Xi Jinping. 4 juta pejabat pemerintah korup ditangkap. Puluhan perwira tinggi militer boomer korup ditangkap dan tentara PLA dirombak habis agar profesional.
Sebulan lalu aku baru memecat dua karyawan, karena mulai pemalas dan seperti slengekan dalam bekerja, aku merasa disepelekan.
Aku ceritakan masalah ini kepada seorang karyawan terbaikku, jawaban dia cukup membuatku tersadar.
“Bapak terlalu akrab sama karyawan, seharusnya tetap berjarak, karena kami kan di sini bekerja. Makanya mereka jadi anggap enteng sama bapak.”
Pelajaran bagiku kedepannya untuk bisa jadi owner yang ramah, tapi tidak bablas.
@JukiHoki Niat jahat itu akhirnya jadi bentuk text, udah direncanakan. Udah masuk words dan diprint out, lalu pakai bawa nama Allah utk pembenaran diri perbuatannya. Yg begini hrs dibuat jera! Diketawain tuh sama org atheis 🤣
SEMUA
I repeat,
SEMUA
zat yg kita konsumsi itu ada yg namanya LD50 (Lethal Dose, 50%) atau dosis dimana 50% populasi binatang percobaan yg kita kasih itu meninggal.
LD50 eugenol
- Mice (Oral): >1,500 mg/kg body weight (bw)
- Rats (Oral): >2,000 mg/kg bw (OECD Guideline 423)
Makanan yg umum kita konsumsi sehari2 saja kalo dikonsumsi dalam jumlah banyak jg bersifat lethal.
Contoh:
LD50 kafein adalah 150-200mg/kg berat badan. Jika berat badan manusia rata2 misalkan 70-80kg, maka dosis kafein sekitar 10 gr s/d 16 gr itu bisa mematikan.
1 gelas kopi (sekitar 230-240ml) mengandung kurang lebih 95 mg kafein yang berarti kalo kita minum 105 gelas kopi (24 liter kopi) sekaligus, maka kandungan kafeinnya cukup tinggi untuk mencapai LD50.
Kesimpulannya apa?
Lebih kritis dalam menyingkapi informasi seperti ini, jangan ditelan bulat2.
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998?
Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu.
Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya.
Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000.
Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta.
15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah.
Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi.
Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar.
Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional.
Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu.
Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali.
Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur.
Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap.
Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar.
Siapa dalang bom teroris tersebut?
Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto.
Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum.
Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel.
Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan.
Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC.
Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api.
Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka?
3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung.
Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom.
Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak.
Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar.
Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ.
2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini.
Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu.
Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah.
Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional.
Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh."
Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara.
Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan.
Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.
Gagal. Tommy tak bisa ditemukan.
Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000.
Yang ini sangat mengerikan.
23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak.
Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja.
Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy.
Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar.
Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom.
Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana.
Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu.
Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana.
Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah.
Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional.
Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi.
Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana.
Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya.
Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia.
Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto.
Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum.
Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan.
Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh.
Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta.
Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie.
Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden.
Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik.
Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001.
---
Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum.
Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
@bardanslm Dulu ustadzku pernah bilang, "Allah itu kaya, kalau minta gausa nanggung. Minta aja jadi kaya raya, tapi jangan lupa minta keluasan hati biar tidak serakah dan bisa menggunakan rezekinya dengan bijak."
Anterin anak ke tempat les, jadwal jam 2 siang.
Tiba di lokasi 13:50.
Diinfo sama reception, kalo hari ini kelas ditiadakan.
Jeng Jeng...
Ku protes, kok ga ada kabar?
Diinfo lagi dengan tampang tersenyum, kalo sudah di-WhatsApp ke istri ku.
Guess what? Mereka WA di jam 13:46. 😂
Itu yang disebut dengan "sudah diinfo".
Dibawa ketawa aja dah 😂
_
Hal-hal simple yang kita pikir semua org paham, ternyata ya engga.
Common sense ternyata ga se-common itu.
_
Ini kejadian kedua kali di tempat yang sama.
Kejadian pertama, diminta datang untuk kelas trial. Kami tiba sesuai jadwal yang ditentukan, kemudian tiba-tiba diinfo kalo gurunya gak available. 😂
Setelah protes, baru dicarikan guru pengganti untuk trial class. 👀
_
Hal-hal kayak gini emang sebaiknya dihandle oleh sistem. Ga ngandelin manusia sama sekali. Jadi human errornya bisa di-reduce.
I believe ini masalahnya di SDM. Bukan di bisnisnya.
Tapi ada issue begini, bisnisnya bisa berbenah. Memperbaiki sistem, bikin delegasi ke aplikasi, kurangi keterlibatan manusia sebanyak mungkin untuk tugas-tugas yang sifatnya prosedural dan repetitif.
Makes sense ya.