Mengapresiasi diri tuh gak usah nunggu glowing, langsing, cut sugar, atau punya 1M pertama. Hari ini belajar satu informasi baru, nahan diri gak nonjok orang ngeselin, dan berani makan sendiri ke Solaria tuh boleh diapresiasi jir. Nilai ujian MTK dapet 66? itu juga BAGUS
dulu pernah punya pacar yang bikin aku ngerasa prettier tanpa dia ngapa ngapain. muka bersih, almost no acne, tidur cukup, jarang sakit, bahkan mens juga lancar. pas putus? i was so stressed out, jerawatan parah, mens jadi berantakan, everything just felt off
maybe it wasn’t him, maybe i was just so happy and in love that everything felt easier. kayak apa apa rasanya lebih ringan dan dunia tuh lebih baik aja waktu itu :)
ini lah kenapa di umur 20an banyak banget yang mulai hobi baru. jadi rajin nyobain banyak cabor, ikut marathon, daftar kelas yoga/pilates, nyobain free diving, ikut community, kelas masak, pottery dll. karena kalo waktu dihabisin buat kerja doang, our soul will become soulless.
alias there's no spark left in our lives. semakin tua juga semakin banyak 'curiousity' buat nyoba new different things. maybe karena we feel like we're running out of time kali ya if we don't live our life to the fullest.
Girls, jangan lupa setiap kali after sholat coba selipkan doa ini :
1. Dapat mertua yang ikhlas menerima baik burukmu.
2. Dapat suami yang tulus menyayangi dan mencintaimu.
3. Keluarga suamimu menerima kehadiranmu dengan baik dikeluarganya.
4. Suami yang dinikahi dapat menjadi pasanganmu dalam urusan dunia dan akhirat.
Aamin aamin Ya Rabb 🤲🏼✨
Love after 25 itu beda.
Kamu sudah nggak lagi cari “spark” atau rasa yang meledak-ledak di awal.
Yang kamu cari sekarang lebih ke stability, kindness, dan shared goals.
Kamu sudah melewati fase yang penuh permainan, drama, dan butterfly yang cepat datang lalu hilang.
Sekarang yang kamu butuhkan lebih sederhana tapi lebih dalam:
peace, emotional safety, dan seseorang yang arah masa depannya sejalan dengan kamu.
Sakit hati level tertinggi bukan soal selingkuh.
Tapi ketemu orang yg beneran nyambung sama lo. Ngobrolnya enak, visinya sama, chemistrynya dapet tanpa usaha.
Tapi waktunya ga mendukung.
Bukan orangnya yang salah. Bukan lo yang salah. Cuma waktunya aja yg jahat.
"Right person, wrong time" itu mungkin jenis kehilangan yang paling susah dijelasin ke orang lain.
sebenernya dibalik banyaknya keinginanku termasuk masih punya dream job tuu, di satu sisi aku juga realistis kalo kehidupanku tuu emang sementara ini hanya untuk “bisa bertahan hidup”… tau gaa sih, sii hati kecil tuu kayak berantem sama ego kita dan fakta kehidupan dimana dari tiga itu tuu harus cari jalan tengah nya🥺 sulit sih.. nah mangkanya masih waras aja aku alhamdulillah😭😭