Gen Z mulai BOSAN dengan tagline Gemoy dan Joget2, Mengapa?
By : Jhon Sitorus
Kemarin saya diskusi dengan beberapa teman2 yg baru kuliah dan baru lulus SMA/SMK
Ternyata mereka sudah mulai BOSAN dengan gimmick Joget2, Gemoy2 hingga MAKAN GRATIS
Mereka ternyata lebih tertarik dengan ISI KEPALA dan gagasan masing2 capres karena bagi mereka, masa depannya penting untuk dikomandoi oleh siapa
Bukan soal isu PENCULIKAN AKTIVIS yang bagi mereka agak berat untuk dikonsumsi, itu nomor sekian. Tetapi mereka lebih mengkhawatirkan masa depannya
Andai masa depannya (pekerjaan, karir, pendidikan, rumah, keluarga kecil, hobby & mental health) bisa ditawarkan dan dijaminkan dengan baik, mereka akan jauh lebih tertarik untuk membahasnya. Disana timbul diskusi produkti daripada sekadar joget2
Mereka juga sadar, gimmick gemoy2 itu hanyalah hiburan sesaat demi meraup suara untuk menang, bukan untuk menentukan arah negara ini
Mereka juga tak setuju dengan Politik Dinasti yang mereka khawatirkan bisa menghilangkan kesempatan mereka untuk jadi pemimpin berikutnya, karena mereka tidak punya previlege dan orang dalam, tetapi ingin sekali berpartisipasi dalam politik praktis
Saya senang dengan konsep berpikir mereka, artinya memilih pemimpin mesti yang bisa menawarkan masa depan, bukan soal gimmick2 yang tidak produktif
FYP di tiktok ternyata tak bisa menjamin elektabilitas dikalangan anak muda, hanya popularitas saja. Lama kelamaan, anak muda makin kritis dan menganalisa, bahwa Pilpres bukan sekadar Show Off Baliho dan Pargoy, tetap Pillres juga ajang Show Off isi OTAK
Maka mereka lebih tertarik kepada tokoh yang gemar diskusi dan mendengarkan. Ingat, anak muda itu senang DIDENGAR lho, bukan hanya dijadikan sebagai pendengar yang pasif dan hanya sekadar penonton
Dengan kata2 yang nggak "njelimet", dengan mimik wajah yang santuy tetapi punya gagasan yang bisa dinarasikan dengan baik lalu pesan itu tersampaikan ke pikiran hingga alam bawah sadar anak muda
Sekali2 mereka berharap dirangkul ketika diskusi, sambil namanya disebut lalu mencapai sebuah mufakat, "kita mesti begini, kita kerjasama ya, bantu saya untuk bla...bla...bla..." itu poinnya
Maka banyak dari mereka menonton apa yang dipaparkan oleh masing2 calon dikampus2, di lembaga2 dan media nasional lalu dibahas ditongkrongan
Mereka makin kesini makin bisa menyimpulkan, joget2 dan tagline gemoy hanyalah alasan menutupi miskinnya gagasan dan tidak ada kepastian soal masa depan serta arah bangsa disana
Idealisme mereka mulai terbentuk, hati nurani mereka selalu lebih trending topic dipikirannya melebihi durasi trending (fyp) tiktok
Kombinasi Asam sulfat plus Asam lambung akan menciptakan generasi yang gagah perkakas..klo buibu masih kurang yaqueen bisa ditambahkan sdikit Asam Urat, sbage imun dari rasa malu tingkat dinasti.
Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo.
Pak Doni tentara yang sangat cinta pada tanaman, dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman.
Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya.
Selamat Jalan Sahabat. Jasamu akan selalu kami kenang 🥀🥀🥀
Kekuatan apa dulu yang bisa membuat Jokowi menang lawan Prabowo yang sangat kuat dan berpasangan dengan besan presiden?!
Kekuatan rakyat, seniman, dan budayawan..
Kekuatan ini yang juga akan menangkan Ganjar Pranowo melawan Prabowo yang berpasangan dengan anak presiden!!
Ini video sepertinya buat @psi_id !!!
Waktu ibu Megawati difitnah cuek dgn Kaesang yg ingin salaman, buzzeRP hingga caleg dari PSI ributnya bukan main, tapi giliran Prabowo capres mereka sendiri melakukannya terhadap para kyai dan videonya sangat jelas, mereka diam hilang entah kemana.
Silahkan nilai apa partai seperti ini pantas mewakili anak muda?
Apa partai seperti ini pantas unk dipilih?