Guys, lu pada tau gak sih…
hubungan Angga Yunanda sama Shenina Cinnamon itu kelihatannya adem, manis couple goals banget…
tapi setelah mereka buka-bukaan, ternyata ada beberapa fakta yang cukup aneh, jarang terjadi, dan kalau dipikir-pikir agak “di luar kebiasaan pasangan muda
Pertama, yang paling nggak biasa itu cara mereka berantem.
Kebanyakan pasangan kalau ada masalah pasti:
debat di chat
atau meledak di momen random
Tapi mereka justru bilang… mereka sering bahas konflik itu di kasur sebelum tidur.
Ini bukan soal romantis ya, tapi lebih ke pola.
Mereka sadar kalau siang hari sibuk, emosi masih tinggi, jadi nggak efektif.
Pas malam, suasana lebih tenang, lebih intimate, akhirnya obrolan jadi lebih jujur.
Dan yang bikin makin “unik”, Angga itu nggak tipe yang langsung ngelawan.
Dia malah:
dengerin dulu
validasi perasaan
baru kasih sudut pandang
Ini jujur jarang banget.
Karena mayoritas orang kalau debat itu fokusnya satu: menang.
Sementara dia fokusnya: meredakan.
Kedua, mereka ini surprisingly “nggak takut hal yang biasanya ditakutin pasangan”.
Kalau ditanya ketakutan dalam pernikahan, orang biasanya jawab:
selingkuh
orang ketiga
kehilangan rasa cinta
Tapi mereka malah jawab: keuangan.
Ini yang agak “nendang”.
Karena di usia muda dan posisi lagi naik karier, mereka udah sadar kalau:
masalah terbesar dalam rumah tangga itu seringnya bukan cinta… tapi duit.
Dan mereka nggak cuma ngomong doang.
Mereka bahkan udah bahas detail keuangan dari sebelum nikah:
tabungan masing-masing
tanggung jawab ke keluarga
bahkan potensi konflik ke depan
Ini level diskusi yang jujur aja… banyak pasangan bahkan nggak pernah sampai ke situ.
Ketiga, soal sosial media mereka yang viral itu.
Banyak yang ngira itu cuma gimmick biar terlihat romantis
cuma follow satu sama lain.
Tapi ternyata alasannya lebih dalam:
biar nggak kebanyakan distraksi
biar fokus ke pasangan
dan biar simpel
Kalau dipikir-pikir, ini ekstrem.
Karena di era sekarang orang justru cari validasi dari luar.
Sementara mereka malah:
menutup pintu luar, biar fokus ke dalam
Dan itu bukan hal yang mudah.
Keempat, soal anak ini juga menarik.
Mereka bilang nggak ada niat nunda anak.
Artinya kalau dikasih sekarang, mereka siap.
Tapi di sisi lain, mereka juga sadar konsekuensinya:
bisa harus stop syuting
bisa ngorbanin karier
Dan Shenina secara terang-terangan bilang dia siap kalau harus di posisi itu.
Ini yang bikin beda.
Bukan karena mereka santai, tapi karena mereka udah mikir sampai ke skenario terberatnya.
Kelima, yang paling “kena” itu sebenarnya soal image mereka.
Di mata publik, mereka itu:
couple goals
relationship ideal
pasangan sempurna
Tapi mereka sendiri bilang…
apa yang mereka lakuin itu sebenarnya hal yang basic dalam hubungan.
Nah di sini justru jadi refleksi:
kalau hal basic aja udah dianggap “goals”…
berarti standar hubungan kebanyakan orang sekarang mungkin emang lagi rendah.
Jadi kalau ditarik garis besar, yang bikin hubungan mereka beda itu bukan karena:
lebih romantis
lebih sempurna
atau tanpa masalah
Tapi karena:
mereka berani bahas hal yang biasanya dihindari
mereka realistis dari awal dan mereka ngerti kalau hubungan itu bukan cuma soal cinta, tapi soal cara ngatur emosi, uang, dan ego
Dan jujur aja… itu yang bikin hubungan mereka kelihatan “kuat”, bukan sekadar “indah”.
SURAT MARK LEE
“Halo, ini Mark. Hai, Czennies”
Aku debut bersama NCT U pada 9 April 2016, dan sekarang sudah April 2026, berarti sepuluh tahun penuh telah berlalu. Selama sepuluh tahun itu, begitu banyak hal yang terjadi, kami tampil di begitu banyak panggung, dan yang paling penting, aku rasa kita telah menciptakan tak terhitung banyaknya kenangan bersama. Aku tahu ada Czennies yang sudah mendukungku sejak masa SM Rookies, jadi kalau waktu itu dihitung, sebenarnya sudah lebih dari sepuluh tahun.
Bagaimana 10+ tahun terakhir bagi kalian, Czennies…? Kalau bagiku, aku benar-benar merasa hanya dipenuhi kebahagiaan.
Sekarang setelah sepuluh tahun berlalu, dan karena kalian telah membuatku bahagia setiap hari tanpa pernah gagal selama waktu yang panjang itu, aku ingin menulis langsung dan membagikan keputusan baruku serta awal dari babak baru dalam hidupku.
Aku tahu ini mungkin terasa sangat tiba-tiba bagi semua orang… tapi sebenarnya, sejak masa trainee, bahkan mungkin sebelum itu, aku selalu memiliki sebuah mimpi di dalam hatiku.
Aku ingin berjalan di jalanan sambil busking hanya dengan gitar akustik, dan aku sangat menyukai menulis dalam bahasa Inggris sampai-sampai aku pernah bermimpi menjadi seorang penulis. Saat itu aku masih terlalu muda untuk benar-benar memahami dan membayangkan mimpi itu dengan jelas, tapi karena aku mencintai musik dan tampil di panggung, aku mengikuti audisi di Kanada 14 tahun yang lalu, dan memulai jalur musikku di SM, dimulai dari NCT.
Karena awal perjalananku adalah bersama SM dan NCT, aku bisa lebih mengenal diriku sendiri dan menemukan versi terbaik dari diriku. Aku benar-benar hanya dipenuhi rasa syukur.
Melalui NCT, rasanya aku telah merasakan langit, daratan, laut, dan pegunungan secara penuh. Setelah menghabiskan sepuluh tahun melihat dan mengalami dunia dengan cara terbaik, serta menjalani perjalanan yang luar biasa, aku secara alami mulai memikirkan apa mimpi terbesar yang bisa kumiliki—apa tujuan dan panggilan terbesar dalam hidupku sebagai seseorang bernama Mark.
Saat kontrak 10 tahunku berakhir, aku membangkitkan semua perasaan yang selama ini tersimpan di dalam diriku dan merenungkannya dengan sangat dalam untuk waktu yang lama. Pada akhirnya, aku menjadi penasaran seperti apa bentuk lengkap dan nyata dari mimpi itu, dan aku merasakan keinginan yang kuat untuk benar-benar menyelaminya.
Akan seperti apa musikku nantinya? Buah seperti apa yang akan kuhasilkan? Dan bagaimana aku bisa membawanya ke dunia… aku benar-benar ingin menemukan jawaban dari semua itu dan mewujudkannya.
Aku banyak berbicara dengan setiap member, dan jujur saja, aku sampai meneteskan air mata hanya dengan memikirkannya—setiap dari mereka mengatakan bahwa mereka mendukungku.
Aku merasa sangat bersalah, tapi lebih dari itu, aku sangat bersyukur.
Kepada para hyung yang melihatku sebagai adik kecil mereka, dan kepada para dongsaeng yang melihatku sebagai seorang leader, aku ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi, sebesar-besarnya.
Kepada semua member yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh kekhawatiranku, memahami hatiku, memikirkanku, berbagi pendapat, dan menjalani percakapan yang begitu bermakna bersamaku, aku benar-benar berterima kasih dan aku mencintai kalian semua.
Kita telah berada di kapal yang sama selama lebih dari sepuluh tahun dan menjalani perjalanan yang luar biasa bersama. Aku selalu menyukai pergi ke bawah laut, dan sekarang ketika aku mengatakan ingin berenang sendiri, para member tetap mendukung bahkan penyelamanku yang dalam dengan penuh cinta. Aku juga akan terus mendukung dan mencintai mereka.
Sejak aku terpilih melalui global audition pada tahun 2012, aku ingin dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada semua guru dari tim trainee, staf perusahaan, manajer, direktur, eksekutif, dan semua departemen semua orang yang telah membentukku menjadi diriku yang sekarang.
Mas Alitt dan teman-tema sekalian, jadi Pengamatan Hilal itu dilakukan merata dari Barat hingga Timur, dari Aceh hingga Papua.
Pengamatan ini dilakukan oleh teman2 BMKG di Setiap daerah di setiap Provinsi terkait. Biasanya informasinya diunggah di sosmed (IG) setiap UPT BMKG di Daerah.
Ini dilakukan WAJIB di Setiap bulan Baru;
Jadi, tidak hanya Hilal Bulan Syawal 1447 H;
tapi juga misal Hilal Bulan Ramadan 1447 H; Hilal Bulan Syakban 1447 H:; Hilal Bulan Rajab 1447 H ; dll dsb.
Kita bisa nonton LIVESTREAM nya di web khusus Hilal BMKG
Pengecekan Hilal boleh teman-teman check di website ini : https://t.co/vpIndrN28F
thanks
Ada beberapa hal yang menurut gua cukup mengganjal terkait ini.
1. Gua gak paham kenapa Baznas berani banget mengubah satuan emas 24 karat menjadi emas 14 karat. Alasannya Baznas karena harga emas 24 karat terlampau tinggi dan agar penerima zakat tetap banyak--karena yang bayar zakat banyak--mangkanya diputuskan menggunakan emas 14 karat.
Tentunya ini gak sesuai landasan fiqh yang menjadi jumhur mayoritas ulama yang menyepakati nisabnya adalah emas 85gr emas 24 karat bukan emas 14 karat.
2. Dalam fatwa MUI no 3 tahun 2003, zakat penghasilan dianalogikan sama seperti Zakat Harta. Sehingga seseorang harus memenuhi nisab dan haul terlebih dahulu untuk dapat dikenakan zakat ini. Haul itu periode satu tahun harta itu dikumpulkan. Misalnya dari 1 Ramadhan hingga 1 Ramadhan tahun depannya. Hal ini berarti harta tersebut adalah kurang lebih seperti tabungan yang mengendap. Bukan uang/harta yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Dalam SK Baznas tersebut, ternyata yang dimaksud sebagai penghasilan adalah penghasilan kotor yang di dalamnya ada biaya hidup bulanan, bukan penghasilan bersih yang benar-benar bisa ditabung. Kalau penghasilan kotor harusnya tidak bisa dikenakan zakat mal. Berdasarkan Fatwa MUI no 3 tahun 2003 juga menekankan bahwa penghasilan yang dikenakan zakat adalah penghasilan bersih, bukan kotor.
Sudahlah penentuannya nisabnya tidak jelas berdasarkan apa tiba-tiba menjadi emas 14 karat, penarikan zakatnya pun juga rancu karena menjadikan penghasilan kotor sebagai acuan, alih-alih penghasilan bersih.
Ingat lho, jangan main-main sama zakat. Jangan utak-atik aturan zakat hanya demi tidak kehilangan potensi zakat nasional. Kalau mau potensi zakat kita besar, maka kesejahteraan penduduknya yang ditingkatkan bukan nisab dan haulnya yang 'diakalin'.
Lagipula penerima zakat dalam islam itu rigid banget. Hanya ada 8 ashnaf yang berhak menerima zakat dan selain itu dilarang menerima zakat. Maka jangan coba-coba menjadikan zakat sebagai pembiayaan program populis. Salurkan aja zakat dengan benar ke 8 ashnaf yang memang berhak.
"I can always handle everything on my own, but i melt when someone takes care of me and completely turns off my survival mode"
El Putra Sarira version with his girl, Leya Princy 🫶🏻
#ELcember 🫶🏻
#HappyELshadDAY 🎂
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
El Putra Sarira (Rangga & Cinta)
Dia akan punya karir panjang di perfilman Indonesia, El punya talenta yg bisa bikin dia lebih besar. Di Rangga & Cinta dia udah nunjukin itu.
Semoga dia ga salah pilih film aja ke depannya.