Kiky Saputri dcariin netijen pas Sherina lg pademin karhutla d kalimantan.
Lagi padel... Padel... Kan perjuangan dr dalam ya itu sudah berjuang buat sehat dl.
Kasihan sekali jadi WNI. Padahal nenek sedang berusaha untuk bertahan hidup demi sesuap nasi.
Padahal amanah UUD 1945 mengatakan bahwa :
“fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara“
Diatur dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pengelola Negara dan Aparatnya SANGAT DZOLIM!!
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
Berdasarkan data dari UNESCO Institute for Statistics, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan pengeluaran pendidikan terendah di dunia jika diukur dari rasionya terhadap perekonomian negara.
Padahal, Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu negara.
Rakyat diuber2 sampai ke SPBU agar bayar pajak kendaraan tepat waktu.
Tapi uang pajak dihambur2kan utk bayar gaji buta para komisaris BUMN dan untuk proyek unfaedah spt MBG dan Kopdes yg sarat korupsi.
Sakit jiwa !!
Angkringan buka 24 jam harus bayar pajak ke pemda 12 juta/bulan.
Rinciannya:
Omset jual belinya 4 juta/ hari.
4 juta x 30 hari = 120 juta.
Pajak 10 %.
10% dari 120 juta = 12 juta.
Kurang bangsat apa coba?
indonesia go internasional lagi nih via ginka ginting komisaris yang viral
Bahkan Martyn Terpilowski, seorang pelaku bisnis dan tech founder, ikut mengkritik penunjukan komisaris tersebut.
Menurutnya, ini seperti "sirkus" dan menunjukkan pemerintah sudah tak peduli lagi dengan pandangan investor global.
Selamat buat 🇵🇭 Filipina & 🇻🇳 Vietnam yang akhirnya bisa masuk Big Five ASEAN bareng Singapura, Malaysia, Thailand 🎉
World Bank resmi menaikkan status Vietnam dan Filipina ke upper-middle income.
Sementara kita masih sibuk mikir cara survive, tetangga udah gaspol naik kelas.
Kapan giliran kita?
Atau emang lagi fokus ke hal lain?