Karena lagi rame ada Aa Aa yang pasang bio Antifa tapi isi twitnya caci maki LGBTQ+ izin saya sampaikan pandangan saya dari sisi orang yang pernah "Antifa Antifaan" di 2011-2013.
Disclaimer, opini ini tidak bermaksud menyinggung siapapun apalagi ke teman² dan para senior di Bandung Casuals, respect besar dan rindu saya sama kalian semua 🫂
Oke, karena twit ini akan menjadi diskusi dua arah maka tolong kita berdiskusi secara terstruktur dan menggunakan bahasa yang sopan ya.
Jujur, dulu memang jangkauan saya hanya sebatas gaya-gayaan tanpa memahami esensi dan konsekuensi dari isme ini. Salah satu yang membuat saya kurang sreg dengan paham ini karena ada beberapa hal yang saya rasa berbenturan dengan pemahaman agama yang saya anut.
Dulu, Saya agak kesulitan memahami batasan terluar ketika seseorang tidak lagi dikatakan Anti Fasis.
Karena jika dirunut, saya sangat benci terhadap rasisme, tapi sangat anti juga terhadap liberalisme. Apalagi jika mengatasnamakan Islam dengan embel-embel Liberal.
Dalam islam, soal rasisme dibahas mutlak di Q.S Al Hujarat:13, makanya saya amalkan.
Sedangkan untuk memahami Kebebasan dan Hak Asasi Manusia, saya berpendapat tentu perlu ada batasan toleransinya.
Perlu teman-teman ingat bahwa dalam Islam kisah Nabi Luth dan kaum Sodom dibahas gamblang dan bersifat final mengenai kebiasaan dan hukuman sebagai akibat dari apa yang mereka kerjakan.
Namun dengan adanya kebebasan yang tanpa batas ditambah sebagian orang yang gencar membelanya, LGBTQ+ menjadi subur kembali, bahkan mulai berani masuk ke ruang-ruang kehidupan masyarakat.
Maka, Jika syarat menjadi seorang Anti Fasis harus membela LGBTQ+ maaf saya engga ikutan dulu. Lebih baik saya menjadi seseorang yang menormalisasi ketidaknormalan itu sebagai penyakit yang perlu disembuhkan.
LGBTQ+ tidak hanya merusak tatanan hidup, tapi juga mengundang azab.
Jadi, orang normal jangan berhenti bersuara tentang ketidaknormalan ini, karena yang kita hadapi bukan hanya mereka yang tidak normal, tapi juga kaum yang menormalisasi.
jadilah semut ibrahim, yang tetap membawa air meskipun api melalap tubuh Ibrahim.
Setidaknya orang tahu, kepada siapa kita berpihak.
If You tolerate this, then your Children will be next.
@mas_umbies Tengilnya vinicius sama suportter lawan, kalo udah bawa nama negara sama raphinha aja akrab, di sambut meriah sama suporter brazil.
Lah ini fans timnas yang kaga lolos pildun tengil banget kaya begitu ke pemain yang bela timnas.
CUIH NAJIS!
@v_frontline_pc jauhi khamr akang akang..
Khamr adalah induk segala keburukan..
" Jauhilah khamr, karena sesungguhnya khamr adalah induk segala kekejian".
Bro, ieu mah sekadar saran nya:
maraneh bebas rek ngomentaran vibes na, bebas rek ngomentaran cara penyampaian na.
Tapi, mun ngomong doi siga "tukang parkir" mah naon beda na arurang jeung nu sok ngomong "tukang cilok"
Bibit-bibit Fasis kadang terlontar dengan tidak sadar 🙏
Punten ieu mah pami kedah jujur banyak calo dari pihak internal Viking, dengan alasan gajadi nonton karena kerjaan, sakit, gaada izin dari orangtua/istri.
Semoga jadi evaluasi.
punten pami aya nu kasinggung🙏
@toptobs@officialvpc
Lagi main di Liga, Berisik
Lagi main di Asia, berisik.
Menang, berisik.
Imbang, berisik.
Kalah, berisik.
Anniv, beriisk.
Collabs, berisik juga.
Sengkuni dari timur, tengah, sampe Barat langsung login😂
Lo pasti hobi pencet 'Sign in with Google' biar cepet pas bikin akun di web ga jelas.
Congrats, lo baru aja ngasih kunci rumah lo ke puluhan developer asing yang bahkan lo udah lupa namanya.
Indikator negara yg sudah bekerja sama dan pro dg Zionis, adalah negara yg pemimpin atau presidennya tidak mengecam/mengutuk serangan Israel/US yg tidak berprikemanusiaan kepada kedaulatan negara lain.
Kita lihat, siapa manusia yg paling hina itu.