@Dyananjani89 dan caper dan gak move on. And its pathetic. Koar2 lo ga mengesankan lo pintar. Dan ga membuat orang2 juga jadi consider untuk vote junjungan lo. Silahkan sumpah serapah ke rezim ini tapi orang pinter tau konteks.
@Dyananjani89 To you all voter 02 haters. Its your choice mau berempati atau engga. Kalo lo ga mau berempati harusnya DIEM! Karena empati tuh kan lo ikut merasakan ya. Kalo lo ga ngerasain kesedihan dan simpati harusnya cukup DIEM. Kalo lo koar2 menghubungkan sesuatu yg ga linear namanya tolol
Kemarin sempat kerjasama dgn KOL makro untuk niche parfume. Followers & viewers emang masih dikit (tapi rate, makesanse bgt) surprisingly, reviewnya menurutku cukup komprehensif. No SOW, no briefing, bener bener let his doing with the style aja. And 90% sesuai dg poin yg aku mau
Salah satu mindful buying aku adalah dengan mulai ga gengsi pake parfume lokal. Nyobain dua parfume lokal ini lumayan buat pemakaina daily dan gonta ganti sama koleksi niche prafumeku.
Pagi paginya, mamaku nelpon and makesure im good, karena katanya dia mimpi ga enak tentang aku. Gila, ternyata hidupku tuh sekarang seberuntung ini ya :"
Kemarin malam maag ku kumat. Muntah muntah dan keliyengan bgt. Kebetulan ada kakak iparku datang. Jam 2 malam dia buatin aku camomile tea. Mertuaku gercep gendong anakku karena nangis. Suamiku mijetin aku sama bawain obat. ---
Gue gedeg bgt deh kalo ada yang ngomong "tambah satu lagi dong anaknya, harus ada laki itu. Masa gapunya anak laki". Bgst, sejak kapan sih punya anak laki itu keharusan?? Please lah kehed.