@kucinghilang_ Gw dulu begitu, tapi guru gw gak kayak guru situ, dari kelas 1 sampe kelas 6 kerjaan gw gitu, selesai duluan lalu keliling bantu teman, mana ada pemikiran sok pinter anjir, yg ada cuman pemikiran pengen bantu temen, biar bisa selesai cepet
๐ DI USIA 65 TAHUN, BELIAU MASIH BERJUANG MENGAJARโฆ
Namanya Bapak Rudy Dermawan, pensiunan guru Bahasa Jepang lulusan UNISBA.
Di usia yang sudah tidak muda 65 tahun, beliau tetap memilih mengajar demi menyambung hidup.
๐ Beliau membuka kelas online Bahasa Jepang (level N5โN4) untuk siapa saja yang ingin belajar dari nol.
๐ Selain itu, beliau juga menjual E-book belajar Bahasa Jepang (PDF) seharga Rp50.000 saja.
๐ Bagi kita mungkin kecilโฆ
Tapi bagi beliau, itu sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari.
Kalau kamu: โ Ingin belajar Bahasa Jepang
โ Atau sekadar ingin membantu
Silakan hubungi nomor yang tertera ๐
โค๏ธ Mari kita saling bantu sesama anak bangsa.
Karena kebaikan kecil dari kita, bisa jadi harapan besar bagi orang lain.
(RT ke semua orang agar meluas)
#BantuSesama #BelajarBahasaJepang #KisahNyata #BerbagiItuIndah #IndonesiaSalingbantu
๐๐ฃ๐ ๐๐ง๐จ ๐๐จ๐ฅ๐ญ๐๐ช๐๐๐ โ๐คฏ
Crossing mahal dari Kurzawa mampu dimaksimalkan dengan matang oleh Berguinho. ๐ช๐๐๐ง ๐ ๐ฃ๐๐๐ฌ๐๐ฅ ๐๐ป
Pernah di titik ini,
Ini yg saya lakukan ya bang,
Kuncinya:
Wajib konsisten nabung rutin
Eksekusinya:
Nanggung 80 juta
Belikan dulu RDPU semua, sambil nabung terus sampe terkumpul 101 juta,
Setelah 101 juta ikut IPO penjatahan non retail,
Kemudian,
- kalo gak di pake IPO,uang 101 juta simpan di rdpu
- Tabungan ke 101 juta dst baru buat beli cicil saham dividen, Atur sampe porsi nya 50:50
- Return dari IPO nya beli saham dividen
- Return dividen pakai belajar scalping
strategi itu yg saya lakukan terus untuk mengembangkan porto investasi saya
Semoga baik
Bandung pernah punya C59, cuma setau gw bukan fokus ke oleh2, tapi emang produk fashion, dan dijual ga cuma di Bandung.
Mang @0tk0il pernah pakai pasti.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya โmenyalahkanโ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya โsaham yang belum diberikanโ. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)