Gue termasuk tim kasih kabar. 😎
Bukan karena posesif, bukan juga karena pengen laporan kegiatan per 15 menit kayak absensi sekolah.
Tapi karena menurut gue, ngasih kabar itu bentuk paling sederhana dari rasa peduli.
"Aku telepon ya nanti." "Aku kabarin kalau udah sampai." "Aku lagi sibuk bentar, nanti chat lagi."
Kalimat-kalimat receh kayak gitu mungkin cuma butuh 5 detik buat diketik, tapi efeknya bisa bikin orang yang nunggu jadi tenang berjam-jam.
Lucunya, banyak orang yang sanggup nonton story 27 orang, scroll timeline 3 jam, bahkan sempet debat sama orang asing di internet, tapi ngirim pesan "aku masih kerja ya" terasa seperti misi NASA.
Menurut gue, kasih kabar itu bukan soal kontrol. Itu soal menghargai waktu dan perasaan orang yang peduli sama kita.
Karena nunggu tanpa kejelasan itu capek. Apalagi kalau yang ditunggu terakhir bilang, "sebentar ya," terus hilangnya lebih lama dari masa jabatan presiden. 😜
Makanya gue selalu nganggep komunikasi itu bukan tentang intensitas, tapi konsistensi.
Lo gak harus chat tiap menit. Tapi kalau ada orang yang sayang dan peduli sama lo, jangan dibiarin nebak-nebak nasib kayak lagi baca ramalan zodiak.
Kalau buat gue, ngasih kabar itu bare minimum.
Kalau kalian gimana? Tim "aku kabarin ya" atau tim "kalau penting juga nanti muncul sendiri"? 😁