karena telah membuka kesempatan kerja untuk orang seperti adikku, tuna rungu🙏🏻🥰adikku udah kerja dan gaperta (gajian pertama) mau mengucapkan terima kasih banyak kepada@alfamart
cc : sutarmannisa
Miris banget punya kepala daerah kaya gini😭🫵🏻
Bupati Purwakarta (bupati gue jir😭) merilis lagu yg liriknya sangat misoginis & merendahkan perempuan. Sampai hari ini lagu tersebut masih bisa diakses dikanal yutub & instagram pribadi beliau
Disaat Purwakarta masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan & anak, bupatinya malah dengan bangga ngeluarin lagu begitu, dengan dalih “melestarikan budaya sunda & rasa syukur pribadi” STREEESSS KATA GUETEH😭🫵🏻
Bantu up sampe dihapus & minta maaf @SistersInDanger@BudiBukanIntel
Abdul Samad, 67 tahun, pedagang soto.
Kerja malam hari, dorong gerobak di pinggir jalan.
Jam 02.00 WIB ditabrak pengemudi mabuk yang sambil ambil HP dari lantai mobil.
Meninggal dunia.
Putusan Pengadilan Negeri Surabaya, 30 Juni 2026:Terdakwa: 8 bulan penjara.
Pertimbangan hakim yang meringankan:
sudah damai,
bayar santunan Rp 75 juta,
sopan di persidangan,
belum pernah dihukum.
Mabuk.
Jam 2 malam.
Sambil ambil HP.
Tabrak orang yang lagi kerja.
Orang itu meninggal.
Hukumannya: 8 bulan , lebih ringan dari tuntutan jaksa 9 bulan.
Nyawa pak Abdul Samad dihargai kurang dari setahun dan Rp 75 juta.
Di negara ini, jadi korban itu mahal.
Jadi pelaku, murah.
LAGI LAGI SOAL BULLYING
Kang Subin (27) seorang perawat yang meninggal dunia setelah bertahun tahun jadi korban bullying oleh seniornya
Subin tuh seneng banget akhirnya bisa kerja di RS karena itu impiannya. Tapi keadaan mulai berubah setelah dia jadi sasaran taeum (perundungan terhadap perawat junior). Awalnya masalah muncul karena hal sepele, pas lagi duduk menerima pesanan minuman atas permintaan perawat lain, seorang senior bilang "Memangnya dia sudah pantas duduk di situ?" Sejak saat itu, Subin sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan kerja lainnya dan pas shift malem juga denger seniornya yang bilang "Aku bisa bikin perawat baru itu sampe kepikiran bunuh diri"
Subin berkali kali melapor ke atasan dan pihak rumah sakit, bahkan sampai menjalani perawatan psikiatri karena depresi dan insomnia. Namun tindakan yang diambil hanya pemisahan jadwal sementara, lalu ia kembali harus bertemu para senior yang sama. Saat meminta bantuan lagi, ia disebut mendapat jawaban bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan.
Tahun 2025 dia resign, tetapi kondisi mentalnya terus memburuk. Ia melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaan Korea, namun dari 3 orang yang dituduh melakukan perundungan, hanya 1 yang diakui melakukan bullying dan hukumannya cuma teguran. Ketiganya masih bekerja di rumah sakit yang sama sampai sekarang.
Dalam buku hariannya, Subin menulis bahwa setiap hari terasa seperti di neraka dan meminta agar para pelaku tidak datang ke pemakamannya. Setahun sebelum meninggal, ia juga menulis surat untuk dirinya sendiri:
"Aku harap setahun lagi kamu masih hidup dan hidup dengan bahagia."
Namun harapan itu tidak pernah terwujud. Kasus ini kembali memicu kemarahan publik terhadap budaya taeum dan minimnya perlindungan bagi korban di lingkungan rumah sakit Korea.
260701 chaeyeon on plus chat 💬
Good morning!!! ❤️ I finally got my film photos developed! ❤️ I'll just share a little preview for now. I'll upload the rest slowly later. 🫣 Hehe
#정채연#JungChaeyeon#IOI
Help rt
Kakak2 yang disini bantu ramein ya atau boleh share share freelance nya.
Halo kak aku Yuli ibu dari Nusaibah clarissa
Aku butuh banget kerjaan sampingan tapi no scam ya kak
Kerjaan sehari hari aku jualan es cekek di depan SD 15 Tirtosari banyuasin 1,sumsel