Someone hid a self-replicating worm inside 37 npm packages.
Written in Rust.
Hidden behind an eBPF kernel rootkit.
Talking to its operator over Tor.
It steals 86 environment variables.
AWS keys. GCP keys. Vault secrets. Kubernetes tokens.
Your Anthropic API key. Your OpenAI key.
Your Exodus wallet seed phrase.
Then it uses your own npm credentials to republish itself into your packages.
So your code infects the next developer.
Who infects the next one.
The commits were backdated up to 13 years.
The commit author name was “claude.”
The malware named itself after the AI to hide in plain sight.
The attacker also left their own wallet recovery phrase in the debug data.
Nobody is having a good day.
Check your preinstall hooks.
pedih hati saya. meskipun kita menghirup udara yang sama, di sisi lain ada orang yang menghamburkan miliaran hanya untuk kenyamanan semalam. sedangkan di sisi yang lainnya:
-ada yang mencuri 2 buah labu siam karena gak punya lauk untuk berbuka puasa bersama ibunya yang sudah lanjut usia, lalu dipukuli sampai meninggal.
-ada rengekan anak SD yang minta tambahan 10 ribu rupiah untuk membeli buku dan alat tulis ke ibunya yang single parent dan buruh tani. gak kebeli, sampai adeknya depresi dan mengakhiri hidup, lalu meninggalkan surat wasiat untuk ibunya biar gak dicari dan gak ditangisi. sebelumnya ditagih uang sekolah juga.
-ada anak SMK yang pake sepatu kekecilan bertahun-tahun, ukuran 43 padahal kakinya ukuran 45, sampai kakinya luka, bengkak dan infeksi serius yang berujung kematian.
-ada orang tua yang gak mampu memberikan pengobatan yang layak untuk anaknya, bahkan setelah anaknya meninggal pun gak mampu memberikan peristirahatan terakhir yang layak, sampai harus menitipkan anaknya di pinggir jalan dibungkus selimut dan kardus, soalnya mereka aja lontang-lantung dan belum tentu bisa makan sehari-harinya.
if this doesnt radicalize you, i dont know what else will. also, no matter our current condition, there is always a possibility that things like this can happen to us, to our parents, to our family, to your friends, to everyone.
semoga Allah menerima amal baik mereka dan mengampuni segala kesulitan yang mereka tanggung. di akhirat nanti, bagi ahlul jannah, gak ada lagi kesusahan dan kesedihan seperti ini.
semoga kita juga lebih peka lagi sama lingkungan sekitar. soalnya gak semua penderitaan orang lain keliatannya "sebesar" itu. bahkan bagi sebagian dari kita, ah itu kan cuma “lauk”, cuma “sepatu”, cuma “10 ribu buat alat tulis”, cuma “kain kafan”. sad to realize, di balik kata “cuma” itu bisa menyangkut nyawa orang lain. bisa jadi "cuma"kita itu beban yang berat dalam hidup orang lain. and things like this seringnya gak akan dinilai layak untuk platform donasi online.
what a sad world we live in
biar nggak terlalu mirip-mirip amat dengan https://t.co/sSWtkP0AII bikinan mas @ininawawi
kutambahi pula cara mengetiknya
maturnuwun idenya mas @ininawawi :D