Kalimantan Tengah lagi dilanda musibah kebakaran hutan. Masyarakatnya ngehirup asap.
Istri Gubernur Kalimantan Tengah lagi asik2 nya liburan nih gengs 🥰❤️
Seru banget yah?
#PrayforKalimantan#PrayforIndonesia#AllEyesOnIndonesia
KORBAN DEMO TADI MALAM🚨
KRONOLOGI MENINGGALNYA ALM BAMBANG SETIAWAK🥀😭
Terkait laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan korban luka di kawasan Pejompongan, berikut adalah rekonstruksi kronologi kejadian serta analisis mengenai dinamika tanggung jawab penanggung jawab aksi unjuk rasa wak.
KRONOLOGI KEJADIAN di PEJOMPONGAN
1. Eskalasi Larut Malam (27–28 Agustus 2026):
Memasuki dini hari, penumpukan dan pergerakan massa cair bergeser dari perimeter Gedung DPR/MPR RI dan Slipi menuju koridor Pejompongan Raya, Petamburan, dan Tanah Abang.
2. Bentrokan di Ruang Publik:
Di tengah kondisi lapangan yang minim penerangan dan gangguan sinyal seluler, terjadi gesekan fisik di area Pejompongan yang melibatkan kelompok massa tak dikenal. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama BAMBANG SETIAWAN dilaporkan meninggal dunia akibat pengeroyokan, sementara seorang pelajar bernama FATHUR mengalami luka-luka dan kondisi terkini masih dalam pemantauan medis.
3. Pembersihan Konten Digital:
Sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan insiden pengeroyokan tersebut sempat beredar di platform media sosial sebelum akhirnya diturunkan/takedown Diduga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencegah penyebaran konten kekerasan serta menjaga kondusivitas situasi.
EVALUASI TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN AKSI (AMPB)
Insiden tragis ini menyoroti persoalan krusial dalam manajemen unjuk rasa skala besar di ibu kota:
* Tanggung Jawab Hukum dan Moral Korlap:
Sesuai ketentuan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penanggung jawab aksi dan koordinator lapangan (korlap) memiliki kewajiban mutlak untuk memimpin, mengendalikan, serta memastikan keselamatan peserta maupun warga sekitar hingga massa benar-benar membubarkan diri secara tertib.
* Kelemahan Pengendalian Massa Cair:
Tindakan meninggalkan lokasi aksi lebih awal /walkout oleh koordinator lapang ketika massa dalam jumlah besar sudah terkumpul mencerminkan kegagalan manajemen risiko. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan/power vacuum, yang membuat massa aksi murni berbaur dengan kelompok penyusup atau provokator tanpa ada alur evakuasi yang jelas.
* Penyalahgunaan Ruang Demokrasi:
Aksi unjuk rasa di ibu kota yang berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa warga sipil merusak legitimasi perjuangan aspirasi masyarakat. Penyelenggaraan aksi tanpa kesiapan logistik, pengamanan internal/ satgas aksi, dan skema pembubaran yang matang sangat berisiko dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mencegah berulangnya insiden serupa, penegak hukum perlu melakukan investigasi tuntas atas tindak pidana pengeroyokan tersebut serta memanggil para penanggung jawab aksi untuk dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
Gubernur Sumsel keliatan santai di Lembang, Jawa Barat. Sementara itu ibu kota provinsinya lagi berjuang lawan kabut asap 🙃🙏
Prioritas emang beda-beda ya, ada yang ngamanin rakyat, ada yang ngamanin paru-paru sendiri dulu.
Btw beliau juga pernah dapet ucapan spesial dari Gerindra loh 🙏
Kalian kalau jadi warga Sumsel gimana perasaannya liat ini?
Secinta-cinta pak SBY dengan Bu Ani, Pak Joko ke Bu Joko. Nggak sampai di bikinin stiker buat hiasin fasum gini deh. Ini terlalu ugal-ugalan perasaannya 😭😭
Ig:akd.s
Serius ini JHT/Uang pensiun itu emang masi dipajakin lagi?
Ini uang pensiun itu dipotong dari gaji perbulan kan? Gaji perbulan bukannya udah dipotong pajak ya?
Mana kalo diambil gak sekaligus, pajak bisa sampe 30 persen.😢 Mending ambil sekaligus aja gak sih.
Tapi jujur sedih sih. Di Islam aja potongan infaq zakat normalnya 2.5 persen loh. Itu juga kalo zakat maal kalo memang udah sampe nisab dan haul aja baru dipotong, itupun cuman 2.5%.
Kalo zakat pertanian/perkebunan bisa ada yang sampe 10% kalo cuma mengandalkan air hujan. Kalo dikasi air pupuk cuman 5%. CMIIW
Ini uang hasil kerja keras rakyat dipotong persenan besar gitu, tapi hasilnya mana??
Jalanan bolong-bolong, fasilitas riset minim, fasilitas sekolah kurang oke, gaji guru dosen nakes rendah…
Yang tinggi apa? Tingkat korupsi!!