Eh kalau ada hantu tuh baunya kadang amis sama kadang bau melati gitu kan ya? Ini di kamarku tiba-tiba bau sayur daun singkong nasi padang padahal gak ada yang beli??? Apakah hantunya mantan uda uni penjual naspad?
“dear diary…
sepulangnya dari rapat ini, mas mendatangiku dengan raut wajah yang agak marah. ternyata dia marah, kukira tadi dia bisa memaklumi tingkahku. di depan kamar hotel, mas menarik tanganku agar aku mengikuti langkahnya.
kami tiba di balkon. di depanku terhampar lampu kota moskow yang menurutku sangat indah.
“kamu tau gak sih etika rapat di depan pemimpin negara?“
mas memulai percakapan dengan nada yang menurutku, tegas? dia berusaha mengendalikan amarahnya sekuat tenaga, aku tahu itu.
“iya mas, aku tau.”
“menurutmu, apa yang kamu lakuin tadi salah nggak, hm?”
aku menundukkan kepalaku, tak berani menatap mata sang tuan. aku mempersiapkan diri untuk menerima amarah atau mungkin sanksi tegas dari mas, namun tiba-tiba kurasakan sebuah tangan besar melingkari pundakku.
“its okay, mas tau kamu tadi bosan banget, ya? next time jangan gitu lagi ya. walaupun kamu bosan setengah mati, tolong kamu kendaliin sebentar. kalo gak gitu, kamu lihat aja ke arah mas. biar gak bosen.”
mas tersenyum lebar sambil mengeratkan pelukannya. kami berdiam cukup lama dalam posisi ini, nyaman sekali rasanya berada di pelukan lelaki ini.
“mas sayang banget sama kamu, tapi mas gak bisa nemenin kamu setiap saat. jadi tolong lindungi diri kamu sendiri, selalu waspada dimanapun kamu berada. mas gak mau kamu terluka gara-gara melakukan hal konyol.”
aku mengangguk, kesedihan memenuhi dadaku. mas benar-benar mempedulikanku segenap jiwanya bahkan dia tak segan mengorbankan dirinya sendiri.
mas mendongakkan kepalaku dan kurasakan bibirnya menempel di dahiku
“i love u.”