Jadi ada bocil SMK halusinasi bikin hoax Lulus standford dan duke via editan, malahdipost sm akun IG SMKnya. Di kolom komentar ada pengurus beasiswa Garuda yang konfirmasi nama siswa tersebut tidak ada.Bocil jaman now ada 2 saja
cc:threadmentarivird
Berikut cara merespon kritik yang valid terhadap tuntutan "17+8" maupun tuntutan lainnya di masa depan:
"Terima kasih atas masukan dan koreksi teman-teman sekalian. Kami menyadari kalau kami memiliki kekurangan untuk mengkompilasi tuntutan yang ada secara tergesa-gesa, dan kurang melibatkan lebih banyak stakeholders yang sudah berjuang lebih lama.
Karena itu saya dan teman-teman meminta maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami.
Kami berharap dalam (masukkan tenggat waktu) _____ jam ke depan teman-teman dari kampus, ahli/pakar di bidangnya, serikat buruh, maupun stakeholders lain untuk memberikan masukan untuk menyempurnakan tuntutan yang kami buat sebelum kami mengantarkannya ke DPR.
Kami berjanji akan menyampaikan dukungan ini setelah menghilangkan atau menambahkan beberapa tuntutan yang ada sesuai dengan masukan teman-teman semua dalam beberapa jam ke depan, termasuk dengan kemungkinan mengubah nama tuntutan agar lebih inklusif."
Bukan ngejawab kritik yang valid dengan menuduh pihak lain punya crab mentality, memantik konflik horizontal, atau bersikeras gak bisa mengubah tuntutan at all cost, terus ujug-ujug bawa ke DPR sendiri.
Alasannya karena pihak yang dirugikan dari darurat militer adalah sipil dan pemerintah. Dan juga tidak ada unsur yang terpenuhi untuk memberlakukan darurat militer.
Gini, kalaupun ada menteri yang ngusulin darurat militer, tapi yang bikin batal bukan cocotnya Ferry Irwandi, tapi karena usul dan penolakan dari menteri lain, pimpinan DPR, dan orang terdekat Presiden. Hal ini dikonfirmasi oleh Tempo sendiri 🙏
sumpah hati sesak banget waktu liat di sosmed orang-orang ngolok Ibu Sri Mulyani 😭
lu pada belum lahir, Ibu udah bikin kajian kajian buat nyelamatin krisis 1998. Beliau juga berperan aktif dalam mengedukasi wartawan buat ngejelasin ke masyarakat terkait isu ekonomi kala itu.
Belum lagi saat krisis pandemi Covid-19, Ibu merupakan Ring 1 Pak Jokowi dalam merumuskan kebijakan kebijakan makro-nya. Dan terbukti, Indonesia Survive di saat negara lain collapse. Beliau ini pahlawan ekonomi Indonesia.