Allah dawuh:
Wahai anak adam!
Setiap hari umurmu berkurang, dan kau tidak menyadari hal itu. Aku meberi rezeki setiap hari, tapi kau tidak pernah memuji-Ku. Kau tidak pernah merasa lega dengan pemberian yang sedikit, dan tidak pernah merasa kenyang (cukup) dengan yang banyak".
“Perlakuanmu kepada seseorang tidak menunjukkan siapa dia, tapi menunjukkan siapa kamu. Sebab orang “mulia” akan memuliakan siapapun, dan hanya orang “hina” yang selalu menghina orang lain.”
Ustadzah Halimah Alaydrus
@dawuhguru
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, one day, kamu akan menjadi wanita karir dengan gaji dua digit perbulan, high value woman, seorang anak yang menjadi kebanggaan orang tua, seorang ibu yang sukses, istri yang solehah, positif vibes dan wanita yang sangat berbahagia.
• Khadijah menemukan pasangan terbaiknya di usia 40 tahun.
• Aisyah tidak memiliki anak.
Maryam menjalani hidup tanpa pasangan.
• Fatimah diuji dengan kehidupan yang sederhana dan penuh kesulitan.
Namun, Allah tetap memilih mereka sebagai perempuan-perempuan terbaik.
DOKTER UDAH KASIH TAHU, TAPI
EMAK-EMAK TETEP NGEYEL
1. Jerawat Bandel: Kurangin gula & gorengan,
bukan ganti skincare jutaan.
2. Badan Gampang Loyo: Makan pisang
(powerbank alami), bukan ngopi terus.
3. Sering Pusing & Lemes: Banyakin makan
bayam (zat besi), bukan nambah kopi.
4. Masuk Angin Melulu: Minum teh jahe
hangat, jangan cuma andelin kerokan.
5. Pusing Tanpa Sebab: Makan semangka /
minum air. Ibu cuma dehidrasi.
6. Daya Tahan Drop: Makan jeruk / buah riil,
bukan suplemen mahal.
7. Pikiran Mumet/Stres: Makan dark chocolate,
jangan malah nyari drama baru.
8. Insomnia/Susah Tidur: Makan buah kiwi,
bukan scrolling HP sampai subuh.
9. Sembelit / Susah BAB: Makan buah plum /
pepaya, bukan minum obat pencahar.
10. Sendi Linu & Pegal: Minum air kunyit hangat,
bukan jadi alasan rebahan seharian.
“Jangan berfikir karena kekuranganmu membuatmu tidak pantas untuk dicintai. Sungguh, orang yang benar-benar mencintaimu tidak melihat itu.”
Gus Baha’
@dawuhguru
Ternyata orang yang punya EMOTIONAL INTELLIGENCE tinggi itu bukan karena mereka berbakat dari lahir.
Faktanya, 90% dari mereka terbentuk karena pernah mengalami PENGABAIAN EMOSI yang sangat ekstrem di masa lalu.
Kecerdasan itu bukan hadiah, tapi sebuah kutukan bertahan hidup.
Pahami apa itu, sakinah mawaddah warohmah
Sakinah itu ketika kamu melihat kekurangan pasangan namun menjaga lisan tidak mencelanya.
Mawaddah itu ketika kamu melihat kekurangan pasangan namun tetap menutup sebelah mata atas kekurangannya dan membuka mata yang lain untuk melihat kelebihannya.
Warohmah itu ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal untuk kita.
Ribuan tahun lalu, Ibnu Sina menulis sesuatu yang hari ini terasa semakin menakutkan. Ia mengatakan bahwa manusia bukan sekadar tubuh yang makan, bekerja, lalu mati. Di dalam diri manusia ada jiwa yang menentukan apakah ia akan naik lebih tinggi dari malaikat atau jatuh lebih rendah dari binatang. Tragisnya, banyak orang sibuk merawat tubuhnya, tetapi membiarkan jiwanya kelaparan.
Menurut Ibnu Sina, manusia membawa tiga lapisan jiwa sekaligus. Jiwa yang hanya ingin bertahan hidup, jiwa yang mengejar hasrat dan kesenangan, serta jiwa rasional yang mampu memahami kebenaran. Masalahnya, kebanyakan orang menghabiskan hidupnya untuk memenuhi dua lapisan pertama, lalu membiarkan jiwa tertingginya tertidur sampai akhir hayat.
Lihatlah kehidupan modern. Kita tahu harga barang terbaru, tetapi tidak tahu tujuan hidup sendiri. Kita hafal notifikasi yang masuk setiap jam, tetapi lupa bertanya mengapa hati tetap kosong setiap malam. Ibnu Sina seolah sudah melihat masa depan manusia; tubuh semakin dimanjakan, tetapi jiwa semakin kehilangan arah.
Dalam pemikiran terkenalnya, Ibnu Sina meminta manusia membayangkan dirinya melayang di ruang kosong tanpa melihat, mendengar, atau menyentuh apa pun. Bahkan tanpa mengenali tubuhnya sendiri. Namun satu hal tetap ada: kesadaran bahwa dirinya masih ada. Artinya, identitas manusia tidak lahir dari harta, jabatan, wajah, atau pujian orang lain. Semua itu bisa hilang, tetapi jiwa tetap menyadari keberadaannya.
Ironinya, banyak orang justru membangun seluruh hidupnya di atas sesuatu yang bisa lenyap kapan saja. Ketika kehilangan pekerjaan, ia merasa kehilangan harga diri. Ketika kehilangan pasangan, ia merasa kehilangan alasan hidup. Ketika kehilangan popularitas, ia merasa kehilangan dirinya. Padahal yang hilang hanyalah atribut, bukan jiwa yang sesungguhnya.
Mungkin kesedihan terbesar manusia bukan saat ia kehilangan dunia. Melainkan saat ia berhasil memiliki banyak hal, tetapi tidak pernah menemukan dirinya sendiri. Dan mungkin pesan paling sunyi dari Ibnu Sina adalah ini: sebelum kematian mengambil tubuhmu, pastikan jiwamu sudah benar-benar hidup.
Salman al-Farisi Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan." (HR. at-Tirmidzi).
Ada kalanya Allah menakdirkan seorang hamba untuk berdoa, lalu karena doa itulah musibah dijauhkan darinya. Dan ada kalanya Allah menambah usia seseorang karena amal salehnya, sehingga ia diberi kesempatan lebih lama untuk beribadah, memperbanyak kebaikan, dan meninggikan derajatnya di sisi-Nya.
“Baca 7 Kali Ya Kariim, Ya Waduud, Ya Lathiif.
Setelah wudhu usapkan ke wajah dan dada, maka wajah akan berseri-seri dan hati akan tenang.”
Mbah Moen
@dawuhguru
Ternyata Rumahmu Menentukan Rezekimu
1. Buanglah sampah sebelum maghrib
2. Cuci piring sebelum tidur
3. Tidak menyimpan makanan di tempat terbuka
4. Shalat dengan pakaian terbaik, bersih dan suci
5. Jangan menunda shalat isya
6. Sedekah subuh
7. Membaca surat Al Waqiah setelah ashar
8. Membaca shalawat Pohon Uang 400x setelah isya, lafadznya: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad
Semoga rumahmu dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan rezeki yang baik dari arah yang tak disangka-sangka. Aamiin
10 Manfaat Memandang Langit Menurut Imam al-Ghazali
1. Meredakan kesedihan yang menyesakkan dada.
2. Menepis rasa was-was dan kecemasan yang menggangu pikiran.
3. Melenyapkan rasa takut yang menghinggapi jiwa.
4. Menjadi pengingat akan kebesaran Allah Swt.
5. Menumbuhkan rasa ta’zhim (pengagungan) kepada Allah di dalam relung hati.
6. Membersihkan pikiran dari segala hal yang rendah dan sia-sia.
7. Menjadi penawar bagi jiwa yang didera keputusasaan (melankolia).
8. Menghibur hati bagi mereka yang sedang dilanda kerinduan.
9. Memberikan ketenangan dan keakraban bagi para pencinta-Nya.
10. Menjadi arah pengharapan bagi setiap hamba yang sedang memanjatkan doa.