Kasihan anak cucu di masa depan. Pas pembacaan surat wasiat ekspektasinya dapat warisan sertifikat tanah atau kos-kosan, eh ternyata malah dikasih warisan password akun berisi portofolio merah saga dengan floating loss minus 70%. Nanti ada sticky note-nya, "Ini Kakek tahan dari pas IHSG nyungsep di 2026, Cu. Terusin hold sampai hijau ya".
Guys, Timothy Ronald baru ngomong sesuatu yang dia sendiri mengaku lumayan takut buat ngomongnya.
Dan setelah gue dengerin gue ngerti kenapa.
Permainan di pasar modal Indonesia itu tidak adil untuk retail.
Bukan clickbait.
Itu kata-katanya langsung.
Dan dia kasih konteks yang bikin gue diem lama.
Siapa sebenernya Bandar itu?
Ini yang paling mengejutkan dari semua yang dia ceritain.
Bandar terbesar dari suatu saham di Indonesia bukan hedge fund asing.
Bukan institusi gede.
Bukan siapapun yang lo kira.
Bandar terbesar itu adalah owner emitennya sendiri.
Logikanya simpel.
Siapa yang paling tahu kapan corporate action bakal terjadi?
Kapan ada right issue?
Kapan ada berita bagus yang belum keluar ke publik?
Ya ownernya sendiri.
Dan di Indonesia karena regulasi insider trading praktis hampir nggak pernah ditegakkan seperti di Amerika mereka bisa manfaatin itu.
Beli saham pakai nama orang lain, KTP orang lain, akun sekuritas orang lain.
Nomini setahun paling Rp1 juta.
Murah banget buat main miliaran.
Cara kerja Bandar ini yang harus lo pahami.
Timothy breakdown dua tipe bandar.
Tipe pertama Bandar Ngampok.
Naikin harga setinggi-tingginya, buang semua barang ke retail di puncak, selesai.
Sahamnya tinggal puing.
Tipe kedua Bandar Pintar.
Ini yang lebih berbahaya karena keliatan normal.
Cara mainnya begini dia beli di harga 700, naikin ke 2.600, jual semua.
Profit gede.
Saham turun ke 1.000.
Tapi dia nggak pergi.
Dia masuk lagi di 1.000 pakai profit yang tadi.
Terus dia pupuk pelan-pelan beli sedikit di 1.000, retail ikut masuk, dia beli lagi di 1.300, retail ikut lagi, di 1.400 dia beli lagi.
Dia nggak perlu modal gede buat naikin dari 1.000 ke 3.000. Retail yang ikut-ikutan itu yang jadi bahan bakarnya.
Dan siklus ini berulang terus akumulasi, distribusi, akumulasi, distribusi.
Selama emitennya mau maintain, permainan ini bisa jalan bertahun-tahun.
Soal pompom lo selama ini salah kaprah.
Banyak yang kira pompom artinya influencer suruh beli, harga naik, dia ikut untung.
Salah.
Pompom yang sesungguhnya adalah bandar udah beli dulu di harga bawah, udah naikin harganya sendiri, baru suruh retail beli di harga yang udah tinggi itu.
Retail jadi exit liquidity tempat bandar buang barangnya.
Dalam rangka menyambut Idul Fitri, saya mau bagi-bagi THR lagi dengan total hadiah 30 juta rupiah untuk para followers.
Caranya gampang:
Follow akun saya, tulis doa terbaik kalian di tahun ini, dan tag 2 teman kalian!
Pemenang akan diumumkan hari Kamis, 19 Maret 2026, hanya di akun resmi Gabriel Rey.
GASS! 🔥
Nasib crypto bros Indonesia.
Dari Oktober, rungkad di crypto
Dijanjikan altseason dan akhir 2025 bikin ATH baru, yang ada malah loyo
Katanya 2026 supercycle, tapi Bitcoinnya malah diem-diem bae
Akhirnya nyoba ke saham karena mulai banyak influencer yang bahas
Eh, saham boncos juga
Muncul meme diketawain emak karena emas dan perak naik tinggi
Oke, masuk ke emas dan perak kita, mumpung listing di Binance
Emas dan perak mengalami penurunan terbesar dalam
sejarah
Ini namanya bukan rungkad, ini namanya dikutuk
KWOAKWOAKWOAWKOAW