Hari ini suamiku nggak sengaja ngejatuhin galon 19 liter sampai dapur banjir. Anehnya, aku sama sekali nggak marah. Aku cuma bilang, "Nggak apa-apa, aku yang beresin. Papa kalau masih banyak kerjaan, lanjut aja." FYI, suamiku kerja remote.
Kejadian kecil itu malah bikin aku keinget masa kecil. Dulu tiap aku ceroboh, yang datang duluan bukan bantuan, tapi bentakan, omelan, bahkan pukulan. Lama-lama aku tumbuh dengan perasaan kalau bikin salah berarti aku memang pantas dimarahin.
Setelah menikah, aku baru ngerasain hal yang asing buatku. Setiap aku bikin salah, suamiku nggak pernah ngebentak atau bikin aku ngerasa bodoh. Dia selalu bilang, "Nggak apa-apa, bisa diberesin." Kalimat sesederhana itu, tapi buatku rasanya kayak nyembuhin luka yang udah lama ada.
Pelan-pelan aku belajar kalau kesalahan nggak harus selalu dibalas dengan amarah. Bahwa rumah seharusnya jadi tempat yang bikin tenang, bukan tempat buat takut.
Mungkin karena itu juga, pas hari ini dia yang ceroboh, aku nggak kepikiran buat marah. Yang ada malah pengen bantu beresin. Ternyata cara seseorang memperlakukan kita bisa ngajarin kita gimana memperlakukan dia balik. Kesabaran yang selama ini dia kasih ke aku, tanpa sadar tumbuh jadi kesabaran yang bisa aku kasih ke dia.
Kadang cinta itu bukan soal hadiah mahal atau kata-kata romantis. Kadang cinta hadir lewat kalimat sederhana, "Nggak apa-apa, kita beresin bareng."
Dan buatku, kalimat itu rasanya seperti rumah.
Nulis ini sambil mewek, ingusan, saking terharunya. 🥲😭
.@BLACKPINK’s “Shut Down” has now surpassed 900 million streams on Spotify, extending their record as the girl group with the most songs to ever reach this milestone (4).
Obrolan sebelum tidur sama anakku.
👦: "Bu, korupsi itu apa?"
👩: "Misalnya Ibu kasih kamu Rp10.000 buat beli santan. Harganya Rp5.000, harusnya kembaliannya berapa?"
👦: "Rp5.000."
👩: "Nah, tapi kamu cuma balikin Rp2.500 ke Ibu."
👦: "Ih, curang banget!"
👩: "Nah, itu namanya korupsi."
Terus anakku kasih contoh lagi.
👦: "Misalnya Ibu nitip dua buah jeruk buat K (bestie aku), tapi aku cuma kasih satu terus bilang kalau Ibu emang cuma nitip satu. Itu korupsi juga nggak?"
👩: "Iya."
👦: "Ih, kalau aku ngelakuin gitu berarti licik banget ya..."
Sebagai orang tua, aku ngerasa kita punya PR besar buat nanemin standar moral yang lebih baik ke anak-anak daripada generasi yang memimpin sekarang.
Semoga nanti saat mereka diberi tanggung jawab, sekecil apa pun itu, mereka tetap bisa amanah. Biar masa depan jadi lebih baik dari hari ini.
@esthermimong aku sampe scrolling di X buat nyari pendapat yg sama kyk km kak, bener bener filmnya menurut aku sangat amat salah penyelesaiannya, bahkan bapaknya yg korban kdrt dari sodara dan ayahnya harus dipaksa berdamai cmn krn "waktu udah berlalu"?? hell nahhh