"Aku buatkan juga, ya la" ucap Wahyu sambil tertawa kecil.
Diambilnya kursi untuk ikut bersantai dengan pak Kentos di depan rumah. Banyak hal yg diobrolkannya dengan pak Kentos saat itu
“Ya Allah…. Astagfirullah….” Beberapa perempuan terdengar membaca doa, mencoba membantu bu Yati. Walaupun mereka tau, kalau usahanya tidak akan membantu banyak
“Hati-hati ya mbak, sudah masuk sore” hampir setiap warga yg dijumpainya mengatakan demikian.
Namun, Riska masih merasa yakin kalau semuanya akan aman, terlebih, prokernya akan diadakan di atas gubuk kemarin, jauh dari arus sungai.
“Mel, besok temani aku ke sungai yuk, aku ada proker disana besok” pinta Riska pada Melati saat di kamar
“Jam berapa?”
“Jam 3, setelah ashar”
“Gak ingat dengan pesan pak kades dan pak Kentos?” tanya Melati
Kini, jantungnya makin berdegup kencang, baru saja ingin membuka pintu untuk menyudahi ketegangan malam itu, tapi….
Rasa takut dan tegang Melati pun memuncak, tatkala suara langkah dan suara lirih yg tidak ia ketahui tuannya semakin mendekat dan terdengar semakin jelas.