@Nopheelll@bsahir642@xremiums orang indo kalau di singapur itu takut bang buat ngerokok sembarangan, sedangkan bule bule aussie di bali bisa bebas bawa motor ga pake helm, paham maksudnya kan bang?
@jaahiluun @mutiakh11 @romaaafn@MencariSejati28@raye_brahm lah polanya sama, quick count keluar, ga terima, koar-koar ke pendukungnya buat nyebokin dan nyerang hasil quick count, bikin perhitungan internal yang bikin paslonnya menang
makanya gua kira ini kelakuan gerindra, ternyata pas mereka berpisah masih sama juga pola nya
@matchaacheese_2 @qwencyyy@koojuneyky@99propaganda MK itu mengadili norma bukan orang, beda sama pengadilan pidana/perdata, hukum yang keluar dari MK itu bisa digunakan semua orang, lu juga jadi bisa menggunakan hukum MK itu, jadi ga relevan kalau lu bilang itu hanya dilakukan untuk gibran? coba bantah
@matchaacheese_2 @qwencyyy@koojuneyky@99propaganda ngacak ngacak gimana sih? gugat ke MK itu sah dalam undang-undang, hakim itu ada 9 ,kalau cuma pamannya yang setuju ya ga jadi itu barang, terus ngelanggar aturannya yang mana yang masalah MK ini? coba ayo jelaskan pelanggaran aturannya dimana? semua prosesnya sah
@NdrewsTjan Ahok nya juga berbesar hati, saat quick count keluar dan kalah dia legowo, jadi pendukungnya adem saat itu, lah ini ada mantan dosen, orang intelek katanya, sampe nular ke pendukungnya sok sok intelek tapi ga percaya hasil quick count? wtf intelek dimana nya?
@matchaacheese_2 @qwencyyy@koojuneyky@99propaganda lah dungu gabisa bedain opini subjektif sama ilmu pasti yang ada hitung-hitungannya malah kabur hahah
@matchaacheese_2 @qwencyyy@koojuneyky@99propaganda gua kasih analogi biar lu paham takutnya nalar lu ga nyampe :
ada orang bilang matematika itu susah, ada orang yang bilang matematika itu gampang, tapi orang-orang itu akan sepakat kalau 2+2=4, paham apa masih ga paham?
@matchaacheese_2 @qwencyyy@koojuneyky@99propaganda dungu bangetπ bedain opini sama ilmu aja gabisa wkwk pernyataan guru besar itu opini sifatnya subjektif ga ada rumus pastinya, mereka cuma melihat situasi kondisi lalu mengeluarkan opini, kalau quick count itu ada rumus statistiknya, ada metodologinya, ada hitung2annya, paham?
@tekarok007 mampus, pas debat kaya emak-emak komplek ngomongin orang, ada debat capres main nilai-nilaian gitu, dikira keren kali itu orang berdua pas debat main nilai-nilaian, mampus langsung dibalas sama rakyat hahah ok gas ok gas!
@ohhsatt@pollingkitaa@PartaiSocmed goblok semua negara juga begitu, bahkan di US juga begitu, karena semuanya menghargai yang namanya ilmu, quick count itu dilakukan pakai ilmu pengetahuan, ada metodologinya, hanya orang orang tolol kaya anda lah yang ga percaya survey dan quick count
@dayatpiliang anies kalah karena emang dia belum punya kapabilitas mimpin negara, di DKI aja dia jadi gubernur krn insiden blunder ahok kok, kalau ga blunder mah gabakal jadi itu dia gubernur, putaran pertama aja perolehan suaranya dibantai-bantai sama ahok