Kalo karakter sinetnya emg jelek ya kritik aja, gausah denial or too much defense. But u also need to know ur limit, don't over-criticize sampe nyerang personalnya. Mereka itu aktor yg punya kehidupan nyata. Jgn berlindung di balik kata kritik pdhl aslinya emg cuma mau bully aja.
My 'not interested' button is working overtime because y'all are literally fighting over a poorly written character. Mana sinetnya males mikir pake nama asli aktornya lagi, makin bikin obsessed people can't differentiate between real life and fiction. Get a grip🙏🏻☺️🤝🏻
Using a disability as a punchline isn't just unfunny—it's a total lack of empathy. If you’re bold enough to mock them on camera, be brave enough to issue a public apology.
pas tadi baca natama nangisss terus abis nangis langsung tidur eh pas bangun mata nya langsung sembab skskskskksk bagussssss bangetttt versi novel nya akkkkkk ka @netrakasa novel muuuuuu indahhhhh sekaliiii🥹💕
sumpah ya masa eksekusi nya bagusan au harqeel sih, gue inget banget waktu baca natama, scene pas aleeya stress berat sampai bagian epiknya, aleeya pingsan dan nunjukin gejala mirip serangan jantung, yang ternyata dia kena takotsubo cardiomyopathy atau broken heart syndrome.
Pasien dgn acute agitation berisiko self-harm atau mencederai orang di sekitarnya. In a hospital setting, we can provide immediate intervention—like giving an zypin inj—to help them stabilize quickly and safely. Safety is always the top priority, and RSJ provides that.😁
RSJ emg solusi kalo mau mirip realita. Based on my clinical experience, the environment is super helpful for recovery. Makanannya dijaga, aktivitas, terapi, dan yg paling penting tatalaksana obatnya. Kalo di rumah, it’s extremely hard to handle patients during an aggressive eps.
@netrakasa Kalau memng se gamau itu dibwa ke IGD atau dirawat di RS, ada tenaga medis yg mendampingi di Rumah. Tapi resikonya bakal ada klo cuma di rumah, jika muncul ketidakstabilan ekstrem, blm tntu Dokter atau anggota kluarga bisa lgsung menangani. Klo di RS tng medis trcukupi kan.
setuju! kondisi ini sebenarnya udah indikasi untuk dibawa ke IGD RSJ buat stabilisasi, karena distress-nya udah berat (sampai fiksasi ke satu orang dan tantrum begitu). At least, dia butuh penanganan profesional buat ditenangkan dan dipantau kondisinya selama fase akut ini.
Yg msh gue heran tu knpa kasus seberat ini, pasiennya cuma di rumah doang? Ga ditangani secara ahli di Rumah Sakit? Ini gue udh bukn ngomongin shipper lagi. F emng sosok tenang yg dibuthkn A, tapi dia bukn tenaga medis. Knpa smpe ga ada scene dirwt di RS yg lbh ahli gtu.