🏆 Victory in a truly epic Le Mans! These 24 hours had everything – thrilling competition, heart-stopping overtakes and an incredible climax 🥳
Our TR010 HYBRIDs overcame it all to earn our sixth @24hoursoflemans win 🙌
#TOYOTARACING#TR010HYBRID#LeMans24#WEC@FIAWEC
Sedikit advice untuk tim kabinet dan pejabat:
Tolong jika lain kali ketika ada video kritik yg viral, jangan buru2 direspons.
Bedah per menit, respons dengan data.
Hindari bahasan personal.
Menggeser kritikan ke arah personal, itu menghilangkan inti dari video balasan.
WhatsApp has the absolute worst experience when it comes to transferring chats to a new device.
Slow, inefficient, unreliable, error-prone, and you still risk losing all your data.
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
22.5 YEARS DEMANDED FOR A MAN WHO CAME BACK TO INDO TO SERVE THE COUNTRY 😳
This is wat we could get from “mengabdi untuk negara”. It can take EVERYTHING from us and give NOTHING back.. 15 yrs in prison, potentially 22.5, because a prosecutor refuses to accept basic stock vesting concept.
The verdict in two weeks changes nothing as the damage to public trust in Indo’s justice system is already IRREVERSIBLE.
statement “jangan nikah atau punya anak kalau miskin” itu classist dan dehumanizing. kekhawatiran dan standar pribadi lo gak seharusnya dipaksakan ke orang lain, apalagi dalam hal yang halal. definisi “mampu” juga beda-beda, gak bisa diseragamkan dan gak ada titik akhirnya, rezeki juga gak selalu stabil.
kebayang ada keluarga sederhana bonceng tiga naik motor, main ke alun-alun, makan batagor di rumput sambil ketawa-tawa. lalu anaknya mulai besar dan baca kalimat “orang tuamu seharusnya tidak punya anak karena miskin” atau “bapak lo seharusnya gak nikahin ibu lo” di internet. selama ini dia punya prasangka baik dan kenangan hangat, tapi beberapa kalimat bisa meruntuhkan itu semua, bahkan mengubah cara dia memandang orang tuanya sendiri. hati orang tua mana yang gak hancur, seakan yang dihitung cuman uang, bukan cinta, usaha, dan pengorbanan mereka selama ini. yang gue percaya, any sane parent would want the best for their child, life also doesnt always go according to human plans, there are things beyond our control that cant be reduced to rigid standards.
semua ini bukan berarti kita menolak ikhtiar perencanaan yah, tapi menyederhanakan nilai manusia hanya dari finansial itu gak adil buat buat gue. so please, maybe we can be more careful with our words, cobalah lebih berempati. di balik setiap keluarga, pasti ada usaha, cinta, ceritanya masing-masing yang gak keliatan buat lo, jangan lah direduksi jadi duit, duit, duit
Respon sebuah lembaga ketika dikritik karena kebijakan yg bermasalah:
-Minta maaf proper agar kedepannya bisa diperbaiki ❌
-Segera meninjau ulang sistem tersebut ❌
-Nyalahin pihak ketiga di klarifikasinya ✅
-Deploy buzzer di reply kritikan tweet ✅
🙂
Yes, semua berkaitan dengan politik, ya termasuk game!
Sekarang keliatan banget kan kena imbasnya dengan milih pejabat yang ga kompeten?
Makanya, jadi rakyat punya hak bersuara, wajib berisik.
Jadi masih mau mikir politik ga ngaruh ke kehidupan kita cuy? Wkwkwk IGRS sampaahhhhhhh
.
So you still think politics doesn’t affect our lives, huh? Lmao IGRS is trashhhhhhh
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Seputih Haas, secepat start Ferrari, sebanyak getaran mesin Honda di Aston Martin, sepanjang lurusan di Baku.
Di hari kemenangan ini, mohon kami sekeluarga dibukakan keran maaf sebesar gap Mercedes di depan.
Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir batin 🙏
Banyak gen z yang ngerasa gagal, padahal ini realita 'berhasil' yang baru:
- Mustahil beli rumah di usia 20-an tanpa bantuan ortu atau "luck".
- Kebanyakan pembeli rumah pertama sekarang di atas usia 35-an, itu juga daerah pinggir banget.
- Punya 100juta pertama "lebih" realistis ketika mendekati usia 40an karena beban hidup (sandwich gen).
Ini bukan salah jajan kopi susu, tapi karena beban ekonomi yg lebih berat. Lo gak gagal, lo lagi main di level legendary mode.
Secara sistematis, bertahan hidup aja udah jadi sebuah pencapaian. You are doing great!
gue udah paling males denger orang yang suka ngecilin nilai uang. kayak:
“ah, cuma Rp. 100.000 doang.”
“yaelah, Rp. 300.000 aja kok.”
seolah-olah kecil buat dia, padahal bisa berarti banget buat orang lain.
Rp. 100.000 itu buat seseorang mungkin cuma harga makan siang. tapi buat orang lain, itu bisa buat listrik rumah yang nyala seminggu, bensin buat kerja, uang belanja keluarga.
orang begitu biasanya sering lupa kalo di balik setiap uang itu ada waktu, tenaga, dan kadang pengorbanan yang nggak main-main.
Diluar sana ada seorang laki-laki yg sampe meninggal dunia demi mencari nafkah untuk keluarga nya.
Lantas di X ada beberapa wanita yg kurang bahagia membuat twitt "bukan nya kita semua sepakat buat gak ngebelain laki-laki"
Hanya karena kamu gak bahagia, gak dicintai oleh laki-laki, bukan berarti semua wanita di seluruh dunia sama dengan kamu.
As an Indonesian, I can vouch that many Indonesians do this because they need to improve their social status by showing off their achievements when meeting their friends.
One of those "achievements" is placing an iPhone face down on the table when they're eating at a restaurant.
Sometimes it doesn't even have to be the latest iPhone. You can just use an iPhone XR, and people would think "wow an iPhone 😲"
This need to show off creates demand, and that's why you can find so many accounts offering iPhone rental services.
Depending on the model, prices to rent an iPhone can be as low as $5.
Not only iPhones, some people are also offering rental services for other Apple products like AirPods, MacBooks, etc.
So yeah, the key to success in Indonesia is probably using Apple products.