@LambeSahamjja Kok semua lembaga negara gak berfungsi.
1. Eksekutif gak bisa eksekusi
2. Dewan perwakilan rakyat tidak mewakili rakyat
3. lembaga peradilan tidak adil
4. Badan gizi negara tidak memberikan makanan bergizi
Penampakan Orang-orang yg haus jabatan..
Bagaimana mereka menjilat dan bersaing seakan "paling hebat" di depan orang yg paling punya pengaruh di bisnis yg menggiurkan
Presiden kok ngurusi potongan ayam 🙄
REPUBLIK INI SUNGGUH SESAK DAN BERISIK SEKALI DALAM 72 jam terkahir:
- nyinyiran kosong Seskab ke Pak Dino
- sidang panas di pengadilan Nadiem (sampe mati lampu)
- tuntutan geli-geli 2.5th kasus Andrie Yunus
- pencopotan si Botak Dadan sampe ditahan Kejaksaan
- kasus korupsi imigrasi, katanya wamen imigrasi hilang
- kurs Dollar/Rupiah cetak rekor Rp 18.000
Belum pernah semuak ini jadi WNI!😭🤬🫵🔥😵💫😇
Ini benerrr!!
Puas banget sama pelayanan BCA, sat set banget, beberapa menit kelar.
Ibuku sendiri punya pengalaman, zaman Covid, waktu itu klo mau ke bank, musti antri dulu di halamannya, panas-panasan, berdiri. Lalu ibuku sempet kasih saran, “Pak, coba di halamannya itu kasih tenda Pak, sama kursi dikasih jarak. Buat orang yang udah tua kayak saya, gak kuat Pak berdiri lama.”
Minggu depannya ibuku ke BCA, itu kursi dan tenda udah ada. Bener-bener dengerin masukan konsumennya.
Pernah juga pas beliau abis operasi, mau ke CS, kebetulan CS-nya di lantai 2, ibuku sempet bilang ke security-nya, “Tolong bantu saya pelan-pelan ke lantai 2 ya Pak, saya baru abis operasi soalnya.”
Security-nya minta ibuku duduk sebentar, gak lama malah ibuku diantar ke ruang nasabah prioritas, untuk selesaiin urusannya di situ, katanya biar gak perlu naik turun, padahal ibuku bukan nasabah prioritas.
Pelayanan yang bagus itu bukan cuma cepat dan profesional, tapi juga peka, manusiawi, dan mau dengerin kebutuhan nasabahnya, dan BCA sejauh ini berhasil ngasih itu! Good job @HaloBCA
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Kenapa dapur MBG pakai skema yayasan?
Karena biar BEBAS PAJAK
Udah dapat insentif segudang, ditambah korupsi miliaran per hari, masih bebas pajak pula.
Ini namanya perampokan berjamaah dan terstruktur.
MBG = Maling Berkedok Gizi