Dipukulin + diarak massa + diteriakin & dicemooh publik + diancam DO + dibully online. Mahasiswa yang ngarak, pejabat kampus, keluarga korban, netizen semuanya sama aja jahatnya… fasis & homofobik di pikiran & tindakan.
Sedih kalau ada yang nge-reply tweet aku dengan untaian kalimat AI slop banal... Maksudku di mana letak renjana dan intensitasnya... Mana lapisan ironinya.... (Maaf kalau aku terdengar seperti libs kelas menengah yang suka gede-gedein non-issue💔💔💔💔💔)
Gakkkk, gakkk mauuuu!!!!!!😭😭😭😭😭 gakkk bisa banget akuuu menganut prinsip let tham let them karena kok bisa ada orang ngakunya dewasa tapi mentalnya masih kekanak-kanakan terus seenaknya sendiri buat bakar jembatan (jembatan itu nggak pernah ada sejak awal)
i literally stopped crying at nights and just sit in front of my open fridge and munch apples/pineapple/tape singkong/timun/lemonia whatever and think how short life is 🩷
daripada kalian capek nyari penulis laki-laki yang menulis perempuan dengan baik (karena gak akan ada) mending kalian coba baca penulis-penulis perempuan yang menulis perempuan itu sendiri dan mulai lah belajar menumbuhkan kesadaran dan membunuh mentalitas maskulin kalian itu.
Skena musik Indonesia udah lama vokal soal Palestina. Idul Adha tahun ini, Intro Magz x Baitulmaal Muamalat buka kesempatan buat yang mau bergerak lebih nyata lewat program Qurban For Palestine 1447 H.
https://t.co/D0cdAHV8h5