Semenjak ngerasain sendiri susahnya cari uang, gue jadi gamau judge profesi orang sama sekali apapun itu😅
Even the jobs that society labels as “bad” or “shameful”.
Karena gue gatau hidup dia sekeras apa, seberapa desperate kondisinya, atau apa yang harus dia korbankan buat bertahan hidup💔
We’re all just trying to survive in a world that’s already hard enough.
stress language.
lebih penting mengenali stress languagenya dengan mengenal lebih dalem cara dia marah, cara dia diem, cara dia overthinking, itu lebih urgent daripada love language nya.
bcs when you see their worst side and figure out how to deal with it that you really know if you’re actually compatible or not
Ga. Selama emosinya ga pernah dialirkan keluar, sampai mati pun ga akan sembuh.
We're the one who needs to fight to heal.
Do not rely on time.
Time does nothing if we do nothing.
mau jelasin ke orang apa itu overstimulated/overwhelmed/meltdown juga lelah duluan, punya tenaga pun mau jelasin sensasi atau situasi apa yang terjadi nanti diremehin jadinya
born to deserve akomodasi dan understanding forced take being labeled "malas" "gak niat"
Sumpah beberapa hari ini makin sering mikirin tujuan lahir ke dunia
Nabung sebanyak apapun bakal abis, kerja sekeras apapun bakal ada momen merasa sia2, suka orang/sesuatu segimana pun bakal bosen, benci sesuatu segimana pun juga bakal ilang rasa
Life will always humble us, or me
No offense ya girls, tapi di umur sekarang harusnya kita lebih takut ga punya skill, value, dan tujuan hidup daripada ga punya pasangan.
karena relationship bukan pencapaian terbesar dalam hidup. dan pasangan juga ga selalu jadi jaminan hidup bakal aman.
pas hidup lagi ga baik-baik aja, yang bakal bantu kita survive bukan sekadar relationship, tapi skill, mindset, relasi, dan value yang kita punya sendiri.
manusia bisa berubah, perasaan bisa pudar, situasi juga bisa kebalik kapan aja. so the best investment will always be yourself.
Jujur aja, gue tuh kadang pengen kenalan atau temenan aja sama orang. Gak mesti semuanya harus jadi networking kerjaan, opportunity project, atau ada manfaatnya. Ya temenan aja. Hidup bentar doang, ga semuanya harus transaksional cuma dilihat dari segi materi
Reality check.
Cowo dan cewe jaman sekarang sama sama jadi korban podcast / konten relationship yang bias dan terlalu oversimplify suatu hal yang kompleks.
Disatu sisi, tontonan cewe tentang provider men dan kisah cinta orang lain yang isinya diroyalin.
Di sisi lain, tontonan cowo tentang istilah if he wanted to he would yang mereduksi effort yang udah mereka kasih selama ini.
Orang pacaran, bukannya komunikasi satu sama lain, malah disuruh ambil kesimpulan dari sosial media. Jadinya ya, mau menang sendiri terus.
@tanyarlfes Gua kenal sama cowok, effort bgt rela bayarin ini itu trnyata dia ga bnr2 sayang sm tu cewe. Dia cm cari instant happiness / dopamine wkwkwkw
dating someone who naturally brings out your childlike playfulness, makes you laugh, never stops flirting with you, and loves you a little extra on your bad days >>>
Lu bisa kerja sampe hampir mampus di Jakarta sampe pensiun tapi:
- tanah dan rumah yang lu beli bisa diambil karena sengketa lahan
- anak yang lu didik baik2 bisa terbunuh dan diframing sbgai pelaku tawuran
- proyek yang lu bantu dgn ikhlas sampe ninggalin kesempatan kerja ke luar negeri bs bikin lu masuk penjara
- semua tabungan lu bisa raib karena abis pengobatan sakit karena menghirup polusi dan kecapekkan krn macet2an di jalan kena angin malam bertahun2