@miuk4t Dalam setiap kemalangan yang menimpa masyarakat kita, kelompok marginal, termasuk perempuan & anak, akan jadi korban tiga kali lipatnya. Itu kenapa mereka jadi prioritas dalam keadaan seperti ini.
Aku antarkan kematian ibuku.. ternyata sebegininya pengaruh utkku..
Kecurigaan terhadap apa yang nampak.
Ketakutan akan kehilangan..
Kesedihan yang tak pernah dituntaskan.
Lalu, Apakah bisa kulanjutkan hidup tanpa ada keresahan yang dapat menjelma kekufuran?
Sudah dibilang jgn letakkan dunia pada hatimu, tapi tak juga kuhiraukan! Rumit kusut tak terurai entah sampai kapan.
Mengapa Tuhan ciptakan sebuah kehidupan.?
Setelahnya ada rasa kebermilikan yang lalu dilanjutkan dg rasa tak ingin kehilangan..
Tak sudah2 ku mempertanyakan ttg apa yang selalu ada dihadapan dan dipikiran.
Rasa memiliki yang semu telah menyiksaku. Mengkerangkeng jiwa dan hatiku.
Banyak yang baru diketahui sejak dapat ujian mama sakit..
Mulai dari bagaimana memandang takdir Allah.. mengedepankan tawakal dan terus doa sama Allah. Percaya Rahmat Allah itu luas dan gak ada yg mustahil bagi Allah sekalipun Takdir itu sendiri.
Pengen banget belajar dan ngaji lagi.. slama ini belajar virtual sama Gus Baha.. tapi ruh bener2 butuh rutin ngaji sama circle dan bertemu offline. Dimana ya.. tapi mau yg sama sanadnya biar selaras sama Gus Baha๐ฅฒ๐ฅฒ
Nunggu obat kemo lama banget siap nya.. tapi kembali lagi, satu daun jatuh di dunia aja udah diatur Allah kan, apalagi soal obat ini. Belajar terus untuk tawakal ikhlas. Semoga mama sehat.