Berarti itu anekdotal saja, Mbak. Soalnya anak yang sering melihat orangtuanya melakukan kekerasan, berpotensi lebih besar melakukan tindak kekerasan. Anak yang besar di lingkungan yg orang dewasanya suka berkata kotor, juga berpotensi lebih besar melakukan hal serupa. Anak yang tinggal di lingkungan keluarga yang suka baca buku, berpotensi lebih besar untuk suka membaca, dsb dsb.
Anak-anak kan belajar dan menyerap informasi dari lingkungannya melalui observasi (pengamatan) dan imitasi (peniruan) di ruang hidupnya.
Kalo jadi ide, semangat, kuat, tahan banting, atau lainnya, aku mending 100k buat masuk hutan tanpa jaringan internet atau aktifitas lain yang mengeluarkan energi
Jangan hanya mengutamakan cinta dalam pernikahan,
karena yang disebut di Al-Qur’an itu sakinah (ketenangan hati), mawaddah (kasih sayang), warahmah (perhatian, empati). Karena cinta bisa timbul dan hilang, bahkan dimanipulasi. Sedangkan kasih sayang muncul dari kenyamanan dan ketenangan.
Menikahlah dengan orang yang bersamanya sakinah, mawaddah, warahmah engkau dapatkan.
Tapi kalau bisa menikah karena semuanya; tenang, nyaman, empati, kasih sayang, dan ditambah cinta, bahagianya juga akan lebih besar.
Izin berpendapat, setuju ga setuju rapopo.
Pinter tok kurang lengkap kalo ga banyak nongkrong.
Banyak nongkrong, banyak pov baru, banyak dengerin hal baru, banyak ide.
Setiap manusia punya “echo chamber” nya masing2, sampe di tongkrongan tau “oh jebul ngene”
WARNING !!!!
MOHON DI SHARE....
Berkaitan dengan 2 Sistem Siklon yang menguat yakni Siklon Tropis #GRANT di barat Sumatera dan Invest Siklon 96S di Selatan NTB Kami mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi-potensi kebencanaan Hidrometeorologi; Banjir, Longsor, AnginKencang, HujanLebat, Petir maupun Gelombang Tinggi di Perairan Samudera Indonesia, dari pantai barat Sumatera, selatan Banten, selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah, selatan Yogyakarta, selatan Jawa Timur, Selatan Bali sampai dengan NTT.
wilayah yang pada hari ini di prakirakan mempunyai potensi terjadi hujan dengan curah hujan tinggi yakni, pantai timur Aceh dan Sumatera Barat sampai dengan Lampung, Jawa, Bali, NTB dan NTT.
bagi masyarakat yang sedang beraktifitas di pantai barat Sumatera, Selatan Jawa hingga NTT agar mewaspadai potensi Gelombang tinggi.
demikan yang dapat kami sampaikan, update perkembangan akan kami samapikan berkala...🙏
banyak belajar bgt dari banjir ini.
-jgn jahat jahat sama tetangga. mereka org org pertama yg bakal nolong kalo kita tertimpa musibah
-cek dan sering sering sapa tetangga. biar tau ada siapa aja yg tinggal (lansia, anak kecil, bumil, dsb)
-amanin barang2 berharga di tempat tinggi klo lg pergi
-titipin hewan peliharaan ke petshop klo pergi
-kalo air mulai masuk rumah, segera himbau sesama utk ngungsi ke tempat tinggi terutama yg punya anak kecil atau lansia
semua ini seharusnya tanggungjawab pemerintah tapi sulit klo pemerintahnya begini :’)
Bagi saya, yang paling menyakitkan adalah tuduhan bahwa kiai hidup dari uang santri atau memperkaya diri lewat pesantren.
Orang-orang yang tidak mengenal dunia pesantren sering mengira kiai sama seperti masyarakat kebanyakan—yang pikirannya hanya soal mencari untung dan hidup enak.
Padahal, bagi yang benar-benar tahu, hati akan menyesak dan mata bisa berkaca-kaca melihat bagaimana kiai menjalani hidupnya.
Guru kami, almaghfurlah KH. A. Nawawi Abd. Djalil, misalnya, beternak ayam hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Padahal, andai beliau mau menggantungkan hidup dari amplop tamu atau salam tangan santri, tentu tidak perlu repot-repot begitu. Santrinya puluhan ribu.
Tapi beginilah kiai sejati: hidupnya sederhana, izzah-nya tinggi. Dan orang luar pesantren, tak akan pernah benar-benar memahami itu.
Bukan maksud meremehkan, tapi hendaknya seseorang itu memahami filosofi "Men sana in corpore sano" supaya tidak sedikit-sedikit psikolog, sedikit-sedikit ngaku mental illness (yang sebenarnya itu cuma self diagnose) dan mengharuskan untuk memahami kondisinya.
@WidasSatyo Rumah yang adem tipikal rumah Belanda. Akses jalan raya mudah, dekat fasilitas kesehatan, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi, pekarangannya luas.
Cara bersikap adil sejak dalam pikiran adalah dengan bermurah hati pada orang-orang yang tertindas, dan merayakan setiap penderitaan orang-orang yang menindas.