TERNYATA INI ALASAN BELIAU BIKIN KREASI MAKANAN DAN BUKAN CUMA BUAT KONTEN... 🥹
tadi bu kimpul/bu black sheep sempat live bentar sebelum dibatasin tiktok, dan beliau cerita kenapa sering bikin makanan yang dianggap "aneh"
beliau cerita kalau punya tanah peninggalan ayahnya yang dulu banyak ditanami kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, dll. sekarang tanaman-tanaman itu udah mulai jarang ditemui. petani mudanya juga makin sedikit
pas ke pasar pun beliau lihat yang jual tempe benguk, ongol-ongol, dan makanan tradisional lainnya kebanyakan udah orang tua. terus beliau kepikiran, "kalau bukan anak muda yang nerusin, nanti penjual dan makanannya siapa yang melanjutkan?" 😔💔
makanya beliau sengaja bikin makanan tradisional dikemas jadi makanan yang lebih familiar buat anak muda. harapannya bukan cuma viral, tapi bikin orang penasaran dan akhirnya mau nyobain bahan pangan lokal Indonesia
beliau juga bilang, bukan berarti makanan modern itu jelek. cuma menurut beliau, banyak pangan lokal kita yang gizinya juga bagus, bahkan ada yang bisa lebih baik, tapi mulai terlupakan....
Izin mengingatkan. Tolong bawa pesan ini lari ke keluargamu, kerabatmu, kawan-kawanmu.
Aceh belum pulih dan sudah dilupakan oleh penyelenggara negara. Semalam Gayo Lues banjir lagi dengan kondisi sebagian besar warga belum mentas dari keterpurukan akibat musibah sebelumnya.
Bahwa ada pembicaraan ulama terkait hal itu, benar. Tapi yg perlu diperhatikan adalah bahwa produk hukum fikih tdak lahir dari ruang kosong. Maka dari itu, perlu selalu ada rekonstruksi dgn kembali membaca teks dan realitas untuk menjaga fikih tetap dlam fungsinya; menjawab problematika.
Terkait masalah pengobatan istri, Syaikh Wahbah Zuhaili dan Habib Muhammad bin Ahmad As-Syathiri telah melakukan penyegaran hukum atas wajibnya seorang suami akan hal tsb.
Mbah Riyan Supriyanto alias Ibnu Harjo Al Jawi..
Adalah seorang muhaqqiq yang sampingannya kuli bangunan.
Apa itu Muhaqqiq?
Ulama yg melakukan penyuntingan terhadap kitab-kitab agama agar isinya kembali mendekati naskah asli.
Muhaqqiq ini membandingkan salinan kitab, mencari bagian yang salah tulis, ngecek sumber kutipan, lalu kasih catatan agar yang baca bisa memahami kitab dengan benar.
Ini kerja intelektual berat, karena muhaqqiq itu seorang editor, peneliti dan sekaligus filolog.
Plus harus 100% mampu menguasai bahasa Arab, ilmu dari kitab yang ditahqiq.
Dan beliau melakukan itu sambil nyambi jadi kuli bangunan di siang hari? Wah keren parah sih beliau.
Alhamdulillah ada berita baik juga aokwowkowkwo
FOTO: FB Cerita Para Wali
Ini salah satu sidang yang paling keras menurut gw dalam sejarah UI.
Dibuka dari jam 5 sore, selesainya nyaris jam 3 pagi.
Ratusan mahasiswa menyidang dan menyoraki pelaku KS.
Dekan, Wadek, Kaprodi, sebagian Guru Besar dan Dosen2 pada hadir. Ga ada yang pulang.
Dekan berjanji akan menjatuhkan sanksi DO ke pelaku KS jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan KS.
Sidang etiknya akan dimulai selasa ini. Kawal terus prosesnya.
Lagi viral soal "Lulusan Pertanian kok jadi Teller Bank?" atau "Sarjana Teknik kok jualan kopi?". Banyak yang bilang kuliahnya sia-sia.
Tapi, gimana kalau kita salah lihat fungsi kampus selama ini? Kuliah itu belajar hidup, bukan sekadar kursus persiapan kerja.
motor kuat gini knapa ga dikasih ke guru2 yang mengajar di pedalaman aja ya yang jalan nya masih rusak dan medannya terjal, kan lebih membutuhkan mereka tuh
Aku sering ketrigger kalau masalah sumpah.
Coba deh buka sumpah dokter, mas.
Dokter dan nakes minta upah itu tidak melanggar sumpah, kok.
Jangan jadikan alasan kemanusiaan untuk tidak memanusiakan manusia lain, mas.
Sebenarnya aku gak mengerti dengan perumpamaan "Jangan meludah di sumur sendiri" dalam konteks pekerjaan.
Kenapa mengkritik itu diibaratkan meludah? Kenapa nggak dibayangkannya mengkritik itu buat ngebetulin masalah pada sumur/perangkatnya?
Misalnya, ada sumur nih terus si embernya bocor. Terus kita bilang,
"Yah elah, nimbanya udah capek tapi dapat airnya dikit mulu dah. Ternyata bocor. Jelek sih kualitas embernya, pantesan gampang bocor".
Bukannya dengan mempoint out masalah itu biar embernya diganti ya dengan yang gak bocor? Kenapa diibaratkannya tuh meludah ke sumurnya?
Memangnya dalam kondisi literal pun kalau ada masalah gitu, orang akan meludah beneran ke sumurnya?
Ini juga seringkali terjadi deh saat kerja di pemerintahan Tuvalu. Kalau sidak, yang jelek-jeleknya ditutupin. Biar kayak gak ada masalah. Padahal kan diomongin ya biar diperbaiki??
Mau share sedikit fact yg gak fun sama sekali.
Vietnam menguasai pasar patin kawasan ASEAN karena belajar dari Indonesia.
Indonesia dapet apa?
Ya dapet patin fillet import doang yg ada di banyak restoran dimana namanya jadi dori.
Bukti kebodohan pemerintah kita dimasa lalu.
Ngurus izin selalu dipersulit, bahkan ada gereja yang sudah punya izin pun tetap ditolak. Berbanding terbalik dengan asrama ponpes yang ga punya IMB, pas ambruk alih-alih pimpinannya dijadikan tersangka karena memakan korban jiwa, tapi nyatanya malah dibangun ulang pakai APBN.